Beranda » Forkopimcam Sedati dan NU Gelar Munajat Raya untuk Indonesia di Halaman Kantor Kecamatan

Forkopimcam Sedati dan NU Gelar Munajat Raya untuk Indonesia di Halaman Kantor Kecamatan

Sidoarjo, Persindonesia.co.id — Forkopimcam Sedati bersama jajaran Nahdlatul Ulama (NU) menggelar Munajat Raya untuk Indonesia dalam rangka memperingati malam Hari Santri Nasional di halaman Kantor Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (21/10/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut dihadiri Camat Sedati Dedy Kurniawan Wibowo, S.STP., M.Si., Kapolsek Sedati Iptu Masyita Dian Sugianto, S.H., M.H., serta perwakilan Danramil Sedati, Peltu Didik, bersama jajaran masing-masing.

Sejumlah unsur organisasi keagamaan, pemerintah desa, dan instansi terkait juga mengikuti kegiatan tersebut. Di antaranya Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Sedati beserta jajaran, Ketua Muslimat NU, Ketua Fatayat NU, perwakilan badan otonom NU, kepala desa se-Kecamatan Sedati, serta perwakilan Puskesmas dan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sedati.

Munajat Raya Perkuat Kebersamaan

Munajat Raya untuk Indonesia menjadi bagian dari peringatan malam Hari Santri Nasional yang mengangkat semangat spiritualitas, persatuan, dan kepedulian terhadap bangsa.

Kegiatan ini mempertemukan unsur pemerintahan, aparat keamanan, organisasi keagamaan, serta perwakilan masyarakat dalam satu agenda kebersamaan. Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan keterlibatan lintas sektor dalam memperingati Hari Santri Nasional di wilayah Kecamatan Sedati.

Melalui kegiatan munajat bersama, para peserta membawa harapan bagi Indonesia agar senantiasa diberikan kedamaian, keselamatan, dan persatuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Ada makna yang lebih dalam dari sekadar berkumpul. Dalam tradisi pesantren, munajat adalah cara berkomunikasi dengan Tuhan sekaligus merenungkan kondisi diri dan negeri. Ketika dilakukan bersama-sama, ia menjadi medium untuk menyatukan niat dan harapan. Di tengah tantangan sosial yang kompleks, doa bersama memberi ruang bagi warga untuk merasa terhubung dengan sesama dan dengan negara.

Forkopimcam dan Jajaran NU Hadir

Camat Sedati Dedy Kurniawan Wibowo hadir bersama jajaran staf kecamatan. Dari unsur kepolisian, Kapolsek Sedati Iptu Masyita Dian Sugianto mengikuti kegiatan bersama anggotanya, sedangkan Koramil Sedati diwakili Peltu Didik bersama jajaran.

Sementara itu, jajaran NU Sedati turut melibatkan unsur organisasi keagamaan, termasuk Muslimat NU, Fatayat NU, dan perwakilan badan otonom lainnya. Kehadiran kepala desa se-Kecamatan Sedati serta perwakilan instansi pelayanan publik turut melengkapi partisipasi dalam kegiatan tersebut.

Keterlibatan berbagai unsur itu menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara pemerintah, aparat keamanan, organisasi keagamaan, dan masyarakat melalui momentum peringatan Hari Santri Nasional.

Sinergi semacam ini penting untuk dicatat. Dalam banyak kesempatan, hubungan antara pemerintah dan organisasi keagamaan sering dipersepsikan sebagai relasi yang formal. Namun, kehadiran bersama dalam kegiatan munajat menunjukkan bahwa koordinasi sosial bisa berjalan dalam suasana yang lebih cair. Ini modal penting untuk menjaga stabilitas sosial di tingkat kecamatan.

Hari Santri Jadi Momentum Doa untuk Negeri

Hari Santri Nasional menjadi kesempatan untuk mengenang kontribusi santri dan pesantren dalam perjalanan bangsa Indonesia. Momentum ini juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai keagamaan, persaudaraan, dan semangat kebangsaan.

Sejarah Hari Santri Nasional tidak bisa dilepaskan dari peran santri dalam perjuangan kemerdekaan. Resolusi Jihad yang dikeluarkan pada 22 Oktober 1945 menjadi salah satu tonggak penting yang melibatkan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan. Peringatan Hari Santri menjadi cara untuk mengingat jasa-jasa itu sekaligus merawat semangat yang sama di masa kini.

Peringatan melalui Munajat Raya untuk Indonesia di Kecamatan Sedati mengangkat pesan kebersamaan serta harapan agar masyarakat terus menjaga kerukunan di tengah kehidupan sosial yang beragam.

Kecamatan Sedati dan Keragaman Sosial

Kecamatan Sedati merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Sidoarjo yang memiliki dinamika sosial cukup beragam. Sebagai kawasan yang berbatasan dengan Kota Surabaya dan memiliki akses dekat dengan Bandara Juanda, Sedati menjadi tempat tinggal bagi warga dari berbagai latar belakang.

Keragaman itu membawa tantangan tersendiri: bagaimana menjaga kerukunan di tengah perbedaan, terutama ketika isu keagamaan mudah memantik perdebatan di ruang publik. Kegiatan seperti Munajat Raya yang melibatkan berbagai unsur dapat menjadi perekat sosial, karena ia menekankan nilai-nilai kebersamaan dan persatuan.

Nilai Spiritualitas dalam Kehidupan Publik

Munajat Raya juga menunjukkan bahwa nilai spiritualitas memiliki tempat dalam kehidupan publik. Doa bersama bukan hanya urusan pribadi, tetapi bisa menjadi ruang kolektif untuk merenungkan kondisi bangsa dan menguatkan niat baik bersama.

Dalam banyak tradisi keagamaan di Indonesia, doa bersama menjelang peringatan penting sudah menjadi bagian dari budaya. Ia tidak menggantikan upaya rasional, tetapi melengkapinya. Doa menjadi pengingat bahwa manusia memiliki keterbatasan dan membutuhkan pertolongan Yang Maha Kuasa dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.

Yang Perlu Ditunggu Publik

Publik perlu menunggu beberapa hal. Pertama, rangkaian kegiatan Hari Santri lainnya di Kecamatan Sedati dan Kabupaten Sidoarjo. Kedua, program-program yang mendukung pesantren dan santri di wilayah tersebut. Ketiga, bentuk-bentuk kegiatan lintas sektor yang serupa, untuk memastikan kolaborasi tidak berhenti pada peringatan tahunan. Keempat, dampak kegiatan terhadap kohesi sosial warga.

Doa dan Kerja Nyata

Doa bersama memiliki nilai penting, tetapi ia juga perlu disertai kerja nyata. Nilai-nilai yang diangkat dalam munajat—kedamaian, persatuan, kepedulian—harus tercermin dalam kebijakan publik, pelayanan kepada warga, dan perilaku keseharian.

Jika nilai-nilai itu menjadi bagian dari praktik pemerintahan dan kehidupan sosial, maka peringatan Hari Santri bukan hanya seremoni. Ia menjadi titik tolak untuk memperbaiki hal-hal kecil yang berdampak pada kesejahteraan warga.

Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Sedati mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai. Melalui agenda tersebut, unsur Forkopimcam, jajaran NU, pemerintah desa, dan instansi terkait bersama-sama memperingati malam Hari Santri Nasional dengan membawa semangat doa dan persatuan untuk Indonesia.

Endry/Hr

Baca juga:

Sekolah Lapang Gempa Bumi Sidoarjo: Dari Drop, Cover, Hold On hingga Destana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!