MALANG, Persindonesia.co.id – Di tengah arus pembangunan ekonomi digital yang semakin deras, sebuah langkah kolaboratif yang jarang terdengar justru muncul dari Kabupaten Malang. Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Malang, sebuah lembaga swadaya masyarakat yang selama ini dikenal vokal mengawal kebijakan publik, mengambil inisiatif strategis dengan mendatangi langsung pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari. Pertemuan antara pengurus LIRA yang dipimpin Wiwid Tuhu, S.H., M.H., dengan Direktur Utama KEK Singhasari, Dr. H. Purnadi, S.H., M.Si., bukan sekadar silaturahmi formal, melainkan penjajakan sinergi untuk memastikan pembangunan kawasan ekonomi khusus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat luas.
LIRA menegaskan posisinya sebagai mitra kritis pemerintah, bukan oposisi. Fungsi utamanya adalah kontrol sosial dan penyalur aspirasi rakyat. Dalam pertemuan tersebut, LIRA menyampaikan maksudnya untuk bisa bersinergi dengan semua komponen masyarakat di Kabupaten Malang, dengan harapan tercipta ekosistem yang saling mendukung demi kesejahteraan bersama.
KEK Singhasari: Wajah Baru Ekonomi Digital Indonesia
KEK Singhasari berdiri di atas lahan seluas 120,3 hektare di kawasan Singosari, Kabupaten Malang. Kawasan ini merupakan KEK pertama di Indonesia yang berfokus pada sektor digital, diresmikan pada 27 September 2019 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2019, dan mulai beroperasi secara resmi pada 21 November 2022 . Pemerintah memproyeksikan kawasan ini mampu menarik investasi hingga Rp11,92 triliun dan menyerap 6.863 tenaga kerja hingga tahun 2030. Hingga saat ini, KEK Singhasari telah mencatat realisasi investasi kumulatif mencapai Rp2,43 triliun dan menyerap 1.190 tenaga kerja melalui berbagai inisiatif strategis .
Pemilihan Singosari sebagai lokasi KEK didasarkan pada keunggulan geostrategis dan geoekonomi yang signifikan. Lokasinya yang strategis di jalur mobilitas Jawa Timur, berdekatan dengan Bandara Internasional Juanda dan Pelabuhan Tanjung Perak, serta terhubung dengan tol Pandaan-Malang, menjadikannya simpul transportasi yang mudah diakses. Selain itu, populasi Malang Raya yang besar dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di atas rata-rata provinsi menjadi modal utama pengembangan sumber daya manusia potensial. Kekayaan budaya dan sejarah Kerajaan Singhasari juga menjadi nilai tambah yang memperkuat identitas kawasan.
Ekonomi Digital dan Pendidikan Kelas Dunia
Di balik pertemuan LIRA Malang dan KEK Singhasari, ada misi besar yang hendak diwujudkan, yakni memastikan ekonomi digital dan pendidikan kelas dunia berdampak nyata bagi rakyat. KEK Singhasari tidak hanya dirancang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sebagai kawasan yang mengembangkan ekosistem digital terintegrasi, mulai dari pusat data, pengembangan perangkat lunak, hingga riset dan inovasi.
KEK Singhasari juga memfasilitasi berbagai program pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan sumber daya manusia lokal. Melalui kerja sama dengan institusi pendidikan dan industri, masyarakat Kabupaten Malang diharapkan dapat mengakses pendidikan berkualitas serta peluang kerja di sektor ekonomi digital yang terus berkembang. Program ini menjadi jembatan bagi generasi muda untuk mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Dalam pertemuan tersebut, LIRA menyoroti pentingnya memastikan pembangunan kawasan ekonomi khusus memberikan manfaat yang merata. Menurut Wiwid Tuhu, keberadaan KEK Singhasari harus mampu menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah, serta memperkuat kapasitas sumber daya manusia lokal. LIRA juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan kawasan.
“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan KEK Singhasari tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi makro, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat Kabupaten Malang. LIRA hadir sebagai mitra kritis yang akan terus mengawal proses ini agar berjalan sesuai prinsip keadilan dan kesejahteraan bersama,” ujar Wiwid.
Pertemuan ini juga membahas potensi kerja sama dalam bidang pendidikan, pelatihan keterampilan, serta pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan. LIRA dan KEK Singhasari sepakat untuk membangun komunikasi yang lebih intensif guna memastikan setiap program pembangunan dapat menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Membangun Jembatan Kesejahteraan
Kolaborasi antara LIRA Malang dan KEK Singhasari diharapkan menjadi model sinergi antara lembaga swadaya masyarakat dan pengelola kawasan ekonomi khusus. Dengan pendekatan yang mengedepankan dialog dan partisipasi publik, pembangunan ekonomi digital di Kabupaten Malang diharapkan tidak hanya menciptakan pertumbuhan, tetapi juga memperkuat fondasi sosial masyarakat.
LIRA menegaskan akan terus menjalankan fungsi kontrol sosialnya secara konstruktif. Sementara KEK Singhasari menyatakan komitmennya untuk terus membuka ruang komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk LIRA. Kedua pihak berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Malang.

Melalui langkah ini, LIRA Malang dan KEK Singhasari tidak hanya membangun jembatan kesejahteraan, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi masyarakat bahwa pembangunan ekonomi digital dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup dan pendidikan generasi muda.
Baca juga :
Kolaborasi BRI dan Sekolah, 17 Bibit Pohon Produktif Ditanam di Kota Malang
TONTON :
Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Channel Persindonesia.co.id Melalui Channel Yuotube, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita update yang menarik. Mulai Saluran Tiktok, IG, Snackvideo, LinkedIn, Facebook, Tumblr, Pinterest, Twiter hingga Youtube dan sebagainya terupdate dari Persindonesia.co.id.Untuk dapat menontonnya silakan klik dibawah ini :










