NTT, Persindonesia.co.id — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026) menyisakan duka dan kepanikan mendalam. Hingga Minggu (16/8) sore,
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan korban jiwa mencapai 53 orang, dengan 125 lainnya mengalami luka-luka. M. Nanda W.S., seorang pasien di RSUD Manggarai, menjadi salah satu saksi yang merasakan langsung guncangan dahsyat dan menyaksikan penderitaan warga di sekitarnya.
“Saya baru rasa ada gempa besar begini,” ujar Nanda dengan suara bergetar saat dihubungi awak media Persindonesia.co.id dan Postindonesia.com, Minggu (16/8) malam dan pagi hari saat diperjalanan. “Banyak rumah hancur, gempa sebentar-sebentar masih terasa.”
Meski dilanda ketakutan, Nanda masih dapat merasakan kehadiran kekuatan yang menyertainya.
“Tuhan baik, saya dibangunkan sebelum gempa dan disuruh ambil rosario,” ungkapnya. Namun, keprihatinan mendominasi. “Rumah saya kebetulan tak ada yang hancur fatal seperti yang lain. Cuma di kampung Natan Golopua, banyak rumah yang hancur. Mereka nangis terus, anak-anak takut masuk rumah.”
Kampung Natan di Golopua Butuh Bantuan Segera
Di Kampung Golopua, masyarakat hidup dalam ketakutan dan kekurangan. “Mereka nangis terus… anak-anak takut masuk rumah. Di Natan butuh bantuan makanan,” terang Nanda.
“Semua diarahkan ke Maumere, Manggarai butuh bantuan. Yang butuh bantuan di Golopua,” tambahnya.
Pasien dan Anak-Anak Trauma Berat
Di luar RSUD Manggarai, Nanda dan pasien lain harus bertahan dengan kain tebal melawan dinginnya malam. “Di sini saya dan pasien lain di luar, kami pakai kain tebal karena dingin,” ujarnya.
“Nangis terus mereka, anak-anak trauma berat. Takut kembali ke rumah, buat camp di lapangan,” imbuhnya.
Kondisi Terkini dan Ancaman Longsor
Hingga Senin (17/8) pagi, gempa susulan masih sering terasa. “Masih sering gempa terus di sini. Takutnya longsor,” kata Nanda. Ia pun berencana meninjau langsung kondisi Kampung Natan. “Saya perjalanan ke Natan. Saya belum bisa kirim foto karena belum tahu betul kondisi di sana, kan saya masih di jalan,” pungkasnya.
Pemerintah Bergerak: BNPB Siapkan Rumah Sakit Lapangan
Di tengah keprihatinan, pemerintah melalui BNPB bergerak cepat. Menyusul kerusakan parah pada RSUD Manggarai yang melumpuhkan fasilitas kesehatan tersebut, BNPB menyiapkan pembangunan rumah sakit lapangan. Guncangan gempa menyebabkan sejumlah bagian dan fasilitas RSUD Manggarai mengalami kerusakan, sehingga pelayanan pasien dan kegiatan administrasi untuk sementara dilakukan di area halaman rumah sakit.

Tinjauan Langsung Menko PMK dan Kepala BNPB
Kondisi RSUD Manggarai ditinjau langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno bersama Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, Minggu (16/8). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat tetap terpenuhi selama masa penanganan darurat pascagempa.
RS Lapangan di Stadion Golo Dukal
Berdasarkan hasil peninjauan, Menko PMK mengarahkan BNPB untuk segera mendirikan rumah sakit lapangan yang direncanakan berlokasi di Stadion Golo Dukal. Lokasi tersebut dinilai cukup aman dan strategis untuk mendukung pelayanan kesehatan sementara.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan dan Kepala BNPB akan segera membangun rumah sakit lapangan sebagai solusi alternatif layanan kesehatan sementara RSUD Manggarai,” ujar Pratikno.
Dukungan Penuh BNPB dan Pendataan Akurat
Menindaklanjuti arahan tersebut, BNPB akan segera menyiapkan dan membangun rumah sakit lapangan sekaligus memberikan dukungan terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan. “Kita segera bangun dan akan terus berkoordinasi. Sesuai arahan Bapak Menko, kita juga akan memberikan dukungan lainnya, termasuk kebutuhan dasar bagi warga terdampak,” kata Suharyanto.
Pemerintah Kabupaten Manggarai diminta segera melakukan pendataan secara akurat terhadap dampak dan kebutuhan masyarakat maupun fasilitas pelayanan publik. BNPB bersama pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait akan terus melakukan penanganan secara terpadu guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat, pelayanan kesehatan, serta fasilitas publik yang terdampak gempa dapat segera dipulihkan.
Baca juga :
RS Siloam dan RSUD Komodo Labuan Bajo: Evakuasi Dramatis di Tengah Gempa M7,7 NTT
Tonton juga :










