Beranda » KRISIS MBG DI BLORA! 137 Siswa dan Guru SMAN 1 Tunjungan Keracunan, SPPG Disebut Sudah Tiga Kali “Berkasus”

KRISIS MBG DI BLORA! 137 Siswa dan Guru SMAN 1 Tunjungan Keracunan, SPPG Disebut Sudah Tiga Kali “Berkasus”

BLORA, Persindonesia.co.id – Kabar buruk kembali datang dari program andalan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini, ratusan siswa di SMAN 1 Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan massal. Total 137 orang, terdiri atas 136 siswa dan satu orang guru, dilaporkan mengalami gejala mual, pusing, dan diare setelah menyantap menu MBG pada Senin (7/9/2026) .

Insiden ini terjadi hampir bersamaan dengan kasus keracunan serupa yang menimpa 271 siswa MAN 2 Rembang . Kejadian beruntun ini menguatkan sinyal adanya masalah serius dalam rantai pasok dan keamanan pangan program MBG, khususnya dari dapur pengelola.

Korban mulai merasakan gejala keesokan harinya, Selasa (8/9/2026) pagi. Kepala SMAN 1 Tunjungan, Yuni Ni’wa, menjelaskan bahwa pihak sekolah langsung mendata siswa yang mengeluh setelah ada laporan beberapa siswa tidak masuk karena diare .

“Tadi didata oleh Dinas Kesehatan, siswa ada 133 dan satu guru. Kemudian tiga siswa yang tidak hadir karena diare, maka kami juga menduga karena keracunan. Sehingga total ada 137,” ujar Yuni .

Sejak pagi, para siswa yang merasakan sakit perut dan mual dikumpulkan di aula sekolah untuk mendapat penanganan awal dari tim medis. Namun, kondisi enam siswa dinilai cukup lemah sehingga harus dilarikan ke klinik kesehatan menggunakan ambulans dan mobil polisi . Berdasarkan laporan terbaru, satu siswa masih menjalani perawatan intensif .

Siswa Trauma dan Menu Makanan Jadi Sorotan

Kasus ini membuat para siswa trauma. Yuni mengungkapkan, meskipun ini adalah kejadian pertama di sekolahnya, para siswa kini merasa takut untuk mengonsumsi makanan dari program MBG .

“Dengan kejadian seperti ini, anak-anak merasa trauma,” ujar Yuni .

Salah satu siswa, Rafa Eka Bagus, mengaku mengalami diare sebanyak dua kali pada malam hari setelah makan. Bahkan ada siswa lain yang mengaku buang air besar hingga lima kali . Seorang siswi bernama Silfia Eka menceritakan gejala yang dialaminya:

“Tiba-tiba mual mules juga, baru tadi pagi, mual juga pusing. Kalau diarenya malam jam 2-3 an sampai setengah 5 pagi. Saya kemarin malam tidak makan, terakhir makan ya makan MBG itu ayam ungkep ayam bumbu kuning.”

Menu yang menjadi sorotan adalah ayam bumbu kuning kemangi yang disajikan bersama nasi, tempe, sayur brokoli, dan apel hijau . Di SMA Negeri 1 Tunjungan, menu tersebut disajikan sekitar pukul 11.00 WIB saat jam istirahat . Di sisi lain, terdapat laporan temuan belatung pada sayur brokoli, yang memperkuat dugaan adanya masalah kebersihan pada dapur penyedia .

SPPG Sukorejo 2, Tiga Kali “Berkasus”

Dapur penyedia makanan untuk SMAN 1 Tunjungan adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2. Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, yang juga Ketua Satgas MBG Blora, mengungkapkan bahwa ini bukan kali pertama SPPG tersebut bermasalah .

“Karena SPPG Sukorejo ini sudah dua kali kita peringatkan, dan ini (kasus dugaan keracunan) yang ketiga, kami mau enggak mau harus mengusulkan tutup,” ujar Sri .

Sebelumnya, SPPG Sukorejo 2 pernah diberi peringatan terkait masalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Bahkan pada hari Selasa (8/9), menu MBG dari SPPG yang sama disebut ditemukan ulat di salah satu sekolah penerima manfaat lainnya . Wakil Bupati Blora menegaskan akan mengusulkan penutupan permanen SPPG tersebut .

“Artinya ini dari kebersihannya saya nilai kurang,” kata Sri .

Penyelidikan dan Respons

Dinas Kesehatan Kabupaten Blora saat ini tengah melakukan penyelidikan dan mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium . Pembagian MBG untuk sementara dihentikan berdasarkan kesepakatan antara pihak sekolah dan SPPG Sukorejo 2 .

“Untuk memastikan apakah keracunan MBG, kita belum tahu karena kita belum sidak ke SPPG. Ini terindikasi setelah makanan MBG yang kemarin,” ujar Kepala Subkoordinator Kesehatan Lingkungan Dinkes Blora .

Hingga kini, Dinkes Blora belum menyimpulkan secara pasti bahwa kejadian tersebut merupakan keracunan akibat MBG. Namun, dengan temuan belatung dan keluhan massal, masyarakat menuntut evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan pangan program prioritas nasional ini .

( Nugcand )

Baca juga :

MERIAHKAN HARPELNAS 2026! Bank Mega Syariah Malang Hadirkan Teaterikal Roro Jonggrang dan Sendratari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!