LABUAN BAJO, Persindonesia.co.id ā Sabtu (15/8/2026) dini hari, pukul 04.58 WIB, gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur. Guncangan dahsyat yang berpusat di laut sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer ini tidak hanya merobohkan ratusan rumah, tetapi juga memaksa dua rumah sakit di Labuan BajoāRS Siloam dan RSUD Komodoāmengevakuasi pasien rawat inap ke tenda darurat.

Evakuasi Cepat: 80 Personel, 3 Tenda di RS Siloam
Tim gabungan yang terdiri dari 80 personel Polres Manggarai Barat, Batalyon B Pelopor Brimob Polda NTT, dan Lanal Labuan Bajo bergerak cepat sejak pukul 06.30 Wita. Di pelataran RS Siloam, tiga tenda darurat didirikanādua dari Polri dan satu dari Lanal Labuan Bajo. Sementara di RSUD Komodo, satu tenda medis darurat Polri disiapkan.
Seluruh tenda dilengkapi perlengkapan pertolongan pertama, ambulans siaga, dan velbed untuk perawatan intensif.
Kesaksian Keluarga Pasien: “Kami Sempat Panik di Lantai Atas”
Maria (38) , salah satu keluarga pasien di RS Siloam, menceritakan momen mencekam saat gempa terjadi.

“Saat gempa terjadi tadi pagi, kami sempat panik karena berada di lantai atas gedung. Namun, petugas dari kepolisian dan TNI sangat cepat datang membantu membopong pasien turun ke pelataran. Keberadaan tenda darurat ini membuat kami merasa jauh lebih aman,” ungkap Maria.
Kapolres: “Keselamatan Pasien Prioritas Utama”
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, menegaskan evakuasi dilakukan demi keselamatan pasien di tengah ketidakpastian kondisi bangunan pasca guncangan hebat.
“Keselamatan jiwa pasien adalah prioritas paling utama. Meskipun situasi mulai terkendali, kita tidak boleh mengabaikan potensi risiko gempa susulan serta celah keretakan pada struktur gedung. Pemindahan perawatan ke area terbuka merupakan tindakan mitigasi teraman saat ini,” tegas Christian.

Proses pemindahan pasien dari ruang rawat inap gedung bertingkat dilakukan secara ekstra hati-hati agar tidak menimbulkan cedera tambahan maupun trauma psikologis.
BNPB Update: 47 Korban Jiwa, 157 Rumah Rusak Berat
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban hingga Sabtu (15/8/2026) pukul 18.48 WIB. Total korban meninggal mencapai 47 orang: Kabupaten Manggarai (24 orang), Manggarai Timur (17 orang), Sikka (3 orang), Ngada (1 orang), dan Ende (1 orang).
Kerusakan bangunan: 157 rumah rusak berat, 41 rusak sedang, 148 rusak ringan. Fasilitas umum yang rusak mencakup 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, 5 tempat ibadah, dan 6 kantor.
BNPB Kirim 50 Ribu Paket Bantuan
BNPB mengirimkan 50 ribu paket bantuan pangan dan non-pangan dengan berat 275 ton melalui gudang logistik di Flores Timur dan Baseops TNI AU Halim Perdanakusuma. Hingga Sabtu sore, 10.500 paket telah tiba.
Refleksi: RS Siloam dan RSUD Komodo sebagai Garda Terdepan
Evakuasi RS Siloam dan RSUD Komodo menjadi pengingat bahwa rumah sakit di wilayah rawan bencana harus memiliki protokol tanggap darurat yang mumpuni. Keberhasilan evakuasi puluhan pasien tanpa korban jiwa di lingkungan rumah sakit menunjukkan kesiapsiagaan yang patut diapresiasi. Namun, kerusakan 18 fasilitas kesehatan akibat gempa menjadi catatan penting tentang perlunya infrastruktur tahan gempa di NTT.
Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak terpengaruh informasi hoaks, dan memantau informasi resmi dari BMKG maupun pemerintah daerah.
Baca juga :
Terkini Gempa M7,7 Guncang NTT, 986 Wisatawan Terperangkap di Pulau Padar, Korban Tewas 14 Orang
Tonton Cuplikannya:
Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam ChannelĀ Persindonesia.co.id Melalui Channel Yuotube, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita update yang menarik. Mulai Saluran Tiktok, IG, Snackvideo, LinkedIn, Facebook, Tumblr, Pinterest, Twiter hingga Youtube dan sebagainya terupdate dari Persindonesia.co.id.Untuk dapat menontonnya silakan klik dibawah ini :










