Beranda » Di Balik Kunjungan Wamenkes di Bumiaji: Ketika Desa Diajak Memeriksa Kesehatan Lebih Awal

Di Balik Kunjungan Wamenkes di Bumiaji: Ketika Desa Diajak Memeriksa Kesehatan Lebih Awal

Wamenkes melihat langsung pelayanan kesehatan di UPKDK Gunungsari. TP2TB, tim pelaksana program penanggulangan TBC, hadir di setiap desa untuk memperkuat pencegahan.

Kota Batu, Persindonesia.co.id — Ada yang berbeda di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, pada Jumat, 23 Oktober 2026. Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P., FISR., datang ke kota itu. Namun yang menarik bukan hanya kehadirannya, melainkan apa yang ingin dilihatnya: bagaimana layanan kesehatan bekerja di tingkat paling dekat dengan warga, yaitu desa.

Kunjungan itu membawa tiga agenda yang saling terkait. Pertama, meninjau Upaya Pelayanan Kesehatan Desa (UPKDK) Gunungsari. Kedua, memperkuat komitmen Desa Siaga TBC. Ketiga, menghadiri peluncuran program Satu Desa/Kelurahan Satu Dokter yang diintegrasikan dengan Deklarasi Siaga TBC dan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus meninjau UPKDK Gunungsari, Kota Batu.
Wamenkes RI dr. Benjamin Paulus Octavianus meninjau UPKDK Gunungsari, Kota Batu, Jumat (23/10/2026).

Kepala Puskesmas Bumiaji, dr. Kartini Kristalina, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat langsung layanan yang sudah berjalan.

“Saya dokter Kartini Kristalina sebagai Kepala Puskesmas Bumiaji. Jadi kegiatan hari ini adalah kunjungan dari Bapak Wamenkes, untuk meninjau kegiatan yang ada di UPKDK. UPKDK itu adalah upaya-upaya pelayanan kesehatan desa, tujuannya adalah layanan kepada masyarakat,” ujar dr. Kartini.

Kalimat itu sederhana, tetapi menyimpan arah perubahan. Puskesmas tidak lagi hanya menunggu warga datang ketika sakit. Ia bergerak ke desa, membawa pemeriksaan, skrining, dan pengetahuan tentang kesehatan.

Ketika Warga Diajak Memeriksa Diri

Dalam kunjungan itu, warga mendapatkan pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis. Tensi diukur. Gula darah, kolesterol, dan asam urat diperiksa.

Kepala Puskesmas Bumiaji dr. Kartini Kristalina memberikan keterangan kepada media.
Kunjungan pada Jumat, 23 Oktober 2026, juga memperkuat komitmen Desa Siaga TBC dan menggelar CKG.

“Jadi kalau yang ini adalah pemeriksaan cek kesehatan gratis, jadi ini untuk masyarakat. Jadi dicek tensi, gula darah, kolesterol, asam urat,” kata dr. Kartini.

Bagi sebagian warga, pemeriksaan seperti ini mungkin terasa rutin. Namun, bagi banyak orang, tekanan darah tinggi dan gula darah yang naik sering tidak terasa. Gejalanya baru muncul ketika komplikasi sudah terjadi. Karena itu, pemeriksaan awal bukan sekadar formalitas. Ia adalah kesempatan mengetahui risiko sebelum terlambat.

Di sisi lain, digelar skrining TBC melalui foto torak. Pemeriksaan ini bertujuan melihat kondisi paru dan jantung untuk mendeteksi kemungkinan TBC.

“Kalau yang di bawah di situ adalah skrining TBC, dilakukan foto torak untuk meng-screening, untuk melihat kondisi paru, jantungnya. Seperti itu untuk screen TBC,” jelasnya.

dr. Kartini menyebut seluruh rangkaian kegiatan telah dilaksanakan. Skrining TBC yang digelar merupakan kegiatan dari Kementerian Kesehatan.

“Semuanya sudah dilaksanakan. Jadi ini memang kegiatannya pemeriksaan screening TB ini adalah kegiatan dari pusat, dari Kementerian,” ujarnya.

Desa Siaga TBC: Kerja Bersama, Bukan Kerja Sendiri

Yang menarik, kunjungan ini juga memperkuat komitmen Desa Siaga TBC. Hadir tim TP2TB, Tim Pelaksana Program Penanggulangan TBC di setiap desa. dr. Kartini menjelaskan bahwa Desa Siaga TBC dibentuk untuk bersinergi dengan puskesmas.

“TP2TB itu tim pelaksana program penanggulangan TBC. Dan saat ini dibentuk Desa Siaga TBC untuk bersinergi dari desa bersama puskesmas dalam penanggulangan TBC,” jelasnya.

Kepala Puskesmas Bumiaji dr. Kartini Kristalina memberikan keterangan kepada media.
Kepala Puskesmas Bumiaji dr. Kartini Kristalina menyebut UPKDK sebagai upaya pelayanan kesehatan desa.

Pembentukan Desa Siaga TBC menunjukkan bahwa pencegahan TBC tidak hanya menjadi tugas puskesmas. Ia melibatkan desa sebagai garda terdepan. Warga dilatih mengenali gejala, mendampingi pengobatan, dan mengurangi stigma terhadap penderita TBC. Sinergi semacam ini penting karena TBC masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat di Indonesia.

Satu Desa Satu Dokter: Visi Walikota, Dukungan Kemenkes

Dalam kegiatan tersebut, dilaunching program Satu Desa Satu Dokter. dr. Kartini menegaskan bahwa program itu merupakan visi Walikota Kota Batu, bukan inisiatif Kementerian Kesehatan. Kemenkes hadir mendukung visi tersebut.

“Hari ini juga di-launching Satu Desa Satu Dokter yang mendukung dari visi misi Walikota,” kata dr. Kartini.

Pernyataan itu penting untuk diluruskan. Satu Desa Satu Dokter di Kota Batu lahir dari visi kepala daerah, lalu mendapat dukungan Kementerian Kesehatan. Program itu menempatkan dokter di setiap desa dan kelurahan, agar layanan kesehatan primer lebih dekat dan mudah diakses masyarakat. Warga tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk konsultasi atau pemeriksaan awal.

Dengan kata lain, ada dua lapis yang bertemu: visi daerah dan dukungan pusat. Jika keduanya berjalan seiring, program tidak berhenti pada seremoni peluncuran. Ia bisa menjadi bagian dari layanan yang dirasakan warga setiap hari.

Petugas kesehatan mengukur tekanan darah warga dalam kegiatan CKG.
Wamenkes melihat langsung pelayanan kesehatan di UPKDK Gunungsari.

Sumber Brantas dan Pekerjaan yang Belum Selesai

Di Kecamatan Bumiaji, dr. Kartini menyebut tinggal satu wilayah yang belum terjangkau kegiatan skrining, yaitu Sumber Brantas. Kegiatan serupa direncanakan digelar di balai desa setempat.

“Kalau di Bumiaji tinggal satu yang belum, di Sumber Brantas. Di balai desa,” katanya.

Kalimat itu jujur. Ia menunjukkan bahwa pekerjaan belum selesai. Skrining belum menjangkau semua wilayah. Program baru berjalan, dan tantangan berikutnya adalah memastikan tidak ada warga yang tertinggal.

Harapan yang Tumbuh dari Desa

dr. Kartini menyoroti pergeseran pendekatan yang dibawa kegiatan ini. Jika biasanya masyarakat datang ke fasilitas kesehatan untuk berobat, melalui skrining, pencegahan bisa dilakukan sejak awal.

“Harapan kita, yang pasti kita bisa. Kalau biasanya masyarakat itu datang untuk berobat, ya. Tapi dengan kegiatan seperti ini, ada skrining dari awal, kita bisa mencegah. Jadi kita bisa mengetahui lebih awal, supaya tidak sampai terjadi hal yang tidak diinginkan. Dari awal kita sudah bisa mencegahnya,” ujarnya.

Pernyataan itu menyentuh inti layanan kesehatan primer. Puskesmas bukan hanya tempat berobat ketika sakit, tetapi juga pintu masuk untuk deteksi dini dan pencegahan. Ketika warga memeriksakan diri secara rutin, risiko penyakit serius bisa ditekan.

Yang Perlu Ditunggu Publik

Publik perlu menunggu beberapa hal. Pertama, jadwal dan pelaksanaan skrining di Sumber Brantas. Kedua, rincian penempatan dokter dalam program Satu Desa Satu Dokter. Ketiga, capaian CKG dan skrining TBC di wilayah Bumiaji. Keempat, tindak lanjut bagi warga yang hasil pemeriksaannya memerlukan penanganan lanjutan. Kelima, keberlanjutan Desa Siaga TBC dan program Satu Desa Satu Dokter agar tidak berhenti pada kunjungan seremonial.

Kunjungan Wamenkes di Kota Batu adalah potret kecil dari upaya besar. Ia berbicara tentang layanan yang turun ke desa, tentang warga yang diajak memeriksa kesehatan lebih awal, dan tentang desa yang dilibatkan dalam perang melawan TBC. Yang menentukan bukan kemeriahan hari itu, tetapi apakah layanan yang sama terus berjalan setelah kunjungan selesai. Sebab, kesehatan warga tidak berhenti pada satu agenda. Ia berlangsung setiap hari, di desa-desa, di balai-balai desa, dan di ruang-ruang tempat warga memeriksakan dirinya.

Baca juga ;

Setiap Jumat Awal Bulan, Pekerja Muslim Menara BRI Malang Berkumpul Mengaji dan Berefleksi

Tonton juga ;

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Channel  Persindonesia.co.id Melalui Channel Yuotube, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita update yang menarik. Mulai Saluran Tiktok, IG, Snackvideo, LinkedIn, Facebook, Tumblr, Pinterest, Twiter hingga Youtube dan sebagainya terupdate dari Persindonesia.co.id.Untuk dapat menontonnya silakan klik dibawah ini :

https://whatsapp.com/channel/0029Vave4nw6GcGLiRrnuB3H

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!