Beranda Âť Side Scan Sonar Diturunkan, Satkoppeba Koarmada II Sisir Dasar Laut Labuan Bajo Cari Korban KM Feronia

Side Scan Sonar Diturunkan, Satkoppeba Koarmada II Sisir Dasar Laut Labuan Bajo Cari Korban KM Feronia

Pangkoarmada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya memerintahkan operasi SAR gabungan. KRI Pulau Fani-731, Satkoppeba, dan Pesawat CN-235-220 dikerahkan. Satu korban masih dinyatakan hilang. 🚢 "TNI AL selalu hadir untuk rakyat!" KRI Pulau Fani-731 bersama Satkoppeba Koarmada II dan Pesawat CN-235-220 dikerahkan mencari korban KM Feronia di perairan Labuan Bajo. Satu korban masih hilang. Simak liputan lengkapnya!

Labuan Bajo, Persindonesia.co.id – Perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, masih menyimpan duka. Kecelakaan laut yang menimpa KM Feronia pada Selasa (13/10) meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban. Hingga kini, satu korban masih dinyatakan hilang. Pencarian pun terus dilakukan.

Di tengah ketidakpastian itu, TNI Angkatan Laut melalui Komando Armada II bergerak cepat. Pangkoarmada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., memerintahkan pengerahan kekuatan untuk membantu proses pencarian. KRI Pulau Fani-731 bersama prajurit Satuan Komando Penyelam dan Penyelamatan Bawah Air (Satkoppeba) Koarmada II diterjunkan ke lokasi. Tidak hanya itu, Pesawat Udara (Pesud) CN-235-220 juga dikerahkan untuk memperkuat operasi dari udara.

“Kami mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk mendukung proses pencarian secara maksimal. Saya berharap upaya ini segera membuahkan hasil sehingga dapat memberikan kepastian bagi keluarga korban,” tegas Pangkoarmada II dalam keterangan resminya, Jumat (16/10).

Tim penyelam Satkoppeba Koarmada II turun ke laut dari atas KRI Pulau Fani-731. Mereka melakukan pencarian bawah air untuk menemukan korban KM Feronia.
🔍 Side Scan Sonar diturunkan! Teknologi canggih ini digunakan Satkoppeba Koarmada II untuk mendeteksi bangkai KM Feronia di dasar laut Labuan Bajo. Area pencarian semakin sempit. Semoga korban segera ditemukan!

Tiga Elemen Kekuatan untuk Kemanusiaan

Operasi SAR kali ini bukan sekadar rutinitas. Ini adalah wujud nyata kesiapsiagaan dan profesionalisme TNI AL dalam merespons kecelakaan laut. KRI Pulau Fani-731 dikerahkan untuk mendukung operasi pencarian di laut. Kapal perang ini menjadi markas terapung bagi tim SAR gabungan, sekaligus pusat koordinasi di tengah perairan.

Sementara itu, prajurit Satkoppeba Koarmada II mengoptimalkan kemampuan dan keahlian khusus di bidang penyelaman serta pencarian bawah air. Mereka adalah pasukan elite yang terlatih untuk menghadapi situasi tersulit sekalipun. Dengan peralatan selam lengkap dan pengalaman bertahun-tahun, mereka menyisir dasar laut Labuan Bajo yang dikenal memiliki arus cukup kuat.

Dari udara, Pesawat Udara CN-235-220 terbang rendah memantau permukaan laut. Mata awak pesawat menyapu setiap jengkal perairan, berharap menemukan tanda-tanda keberadaan korban atau bangkai kapal. Sinergi tiga elemen—laut, bawah air, dan udara—ini menjadi bukti bahwa TNI AL tidak main-main dalam operasi kemanusiaan.

Side Scan Sonar: Teknologi Canggih di Dasar Laut

Di balik kerja keras para prajurit, ada teknologi canggih yang menjadi andalan: Side Scan Sonar. Alat ini mampu memetakan dasar laut secara detail, mendeteksi objek asing, dan mengidentifikasi keberadaan bangkai kapal. Dengan teknologi ini, area pencarian dapat dipersempit secara signifikan.

“Upaya pencarian dilakukan dengan memanfaatkan teknologi Side Scan Sonar untuk mendeteksi keberadaan bangkai kapal di dasar laut, sehingga diharapkan dapat mempersempit area pencarian dan membantu proses penemuan korban,” jelas Pangkoarmada II.

Side Scan Sonar bekerja dengan mengirimkan gelombang suara ke dasar laut. Pantulan gelombang tersebut kemudian diolah menjadi citra yang menunjukkan bentuk dan kontur dasar laut. Jika ada objek mencurigakan—seperti bangkai kapal atau benda besar lainnya—alat ini akan menampilkannya di layar monitor. Tim penyelam kemudian dikerahkan untuk memverifikasi temuan tersebut.

“TNI AL Selalu Hadir untuk Rakyat”

Di balik semua peralatan canggih dan personel terlatih, ada satu pesan yang selalu ditekankan Pangkoarmada II: TNI AL ada untuk rakyat. Dalam situasi darurat dan musibah di laut, TNI AL tidak akan tinggal diam.

“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, tetap utamakan keselamatan, dan tunjukkan bahwa TNI Angkatan Laut selalu hadir untuk rakyat,” tegasnya.

Pesan itu bukan sekadar retorika. Kecelakaan laut KM Feronia menjadi bukti bahwa TNI AL bergerak cepat, tanpa menunggu instruksi berlarut-larut. Begitu perintah dikeluarkan, KRI Pulau Fani-731 langsung bergerak. Satkoppeba menyiapkan peralatan selam. Pesawat CN-235-220 bersiap lepas landas.

Bagi keluarga korban yang masih menunggu, kehadiran TNI AL setidaknya memberikan secercah harapan. Meskipun alam tidak selalu bersahabat, setidaknya ada pihak yang tidak pernah lelah mencari.

Kronologi Kecelakaan KM Feronia

KM Feronia dilaporkan mengalami kecelakaan di perairan Labuan Bajo pada Selasa (13/10). Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti kecelakaan tersebut. Namun, insiden ini menambah daftar panjang musibah laut di wilayah Nusa Tenggara Timur—provinsi kepulauan yang memiliki medan laut cukup menantang.

Hingga berita ini diturunkan, satu korban masih dinyatakan hilang. Tim SAR gabungan, yang terdiri dari TNI AL, Basarnas, Polairud, dan masyarakat setempat, terus melakukan pencarian. Cuaca di lokasi dilaporkan cukup bersahabat, meskipun arus bawah laut tetap menjadi tantangan tersendiri bagi para penyelam.

Potret Profesionalisme TNI AL

Operasi SAR KM Feronia bukan yang pertama bagi Koarmada II. Sepanjang tahun 2026, TNI AL telah berkali-kali diterjunkan dalam misi kemanusiaan di berbagai perairan Indonesia. Mulai dari pencarian korban tenggelam, evakuasi bencana alam, hingga bantuan kemanusiaan di daerah terpencil.

Kesiapsiagaan ini tidak datang tiba-tiba. TNI AL secara rutin menggelar latihan penyelaman, simulasi SAR, dan operasi gabungan dengan instansi lain. KRI Pulau Fani-731 sendiri merupakan kapal yang dirancang untuk mendukung operasi laut dangkal, termasuk pencarian dan penyelamatan.

“Pengerahan unsur KRI dan prajurit Satkoppeba tersebut merupakan wujud kesiapsiagaan dan profesionalisme TNI Angkatan Laut dalam merespons kecelakaan laut, khususnya dalam pelaksanaan operasi kemanusiaan,” tegas Pangkoarmada II.

Harapan di Tengah Ketidakpastian

Di Labuan Bajo, matahari mulai tenggelam di ufuk barat. KRI Pulau Fani-731 masih berlayar, menyisir perairan yang sama sejak pagi. Di atas kapal, para prajurit bergantian beristirahat, mengisi tenaga untuk pencarian esok hari. Sementara di darat, keluarga korban terus berdoa, berharap keajaiban datang.

TNI AL tidak menjanjikan keajaiban. Namun, mereka menjanjikan satu hal: kehadiran. Dalam situasi paling gelap sekalipun, ada cahaya yang tidak pernah padam—cahaya harapan dari mereka yang terus mencari.

“Kami mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk mendukung proses pencarian secara maksimal. Saya berharap upaya ini segera membuahkan hasil sehingga dapat memberikan kepastian bagi keluarga korban.”
— Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., Pangkoarmada II

Suasana di atas KRI Pulau Fani-731 saat operasi SAR berlangsung. Beberapa prajurit mengamati permukaan laut dengan binokular, sementara yang lain bersiap dengan peralatan penyelamatan.
✈️ KRI Pulau Fani-731 di laut. Satkoppeba di bawah air. Pesawat CN-235-220 di udara. Sinergi tiga elemen TNI AL untuk mencari korban KM Feronia. “Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab,” tegas Pangkoarmada II.

Penutup

Operasi SAR KM Feronia di perairan Labuan Bajo adalah potret kecil dari tugas besar TNI AL: menjaga laut Indonesia, menjaga rakyat Indonesia. Dari KRI Pulau Fani-731 yang membelah ombak, Satkoppeba yang menyelam ke dasar laut, hingga Pesawat CN-235-220 yang terbang di angkasa—semuanya bergerak dengan satu tujuan: menemukan korban, memberikan kepastian, dan menunjukkan bahwa negara hadir.

“Tunjukkan bahwa TNI Angkatan Laut selalu hadir untuk rakyat.” Kalimat itu bukan sekadar perintah. Ia adalah janji. Dan TNI AL, seperti biasa, akan menepatinya.

Nrhd/Endry/Hr

Baca juga ;

Kesaksian Pasien RSUD Manggarai: “Anak-Anak Trauma Berat, Kami Butuh Bantuan”

Tonton juga;

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Channel  Persindonesia.co.id Melalui Channel Yuotube, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita update yang menarik. Mulai Saluran Tiktok, IG, Snackvideo, LinkedIn, Facebook, Tumblr, Pinterest, Twiter hingga Youtube dan sebagainya terupdate dari Persindonesia.co.id.Untuk dapat menontonnya silakan klik dibawah ini :

https://whatsapp.com/channel/0029Vave4nw6GcGLiRrnuB3H

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!