Beranda » Sosiologi Interplan PPA_BIRR: Ketika Kepedulian Sosial Bertemu Aksi Nyata Menghijaukan Hutan

Sosiologi Interplan PPA_BIRR: Ketika Kepedulian Sosial Bertemu Aksi Nyata Menghijaukan Hutan

Hari Wicaksono sebut menanam pohon adalah surat cinta untuk masa depan. Hari Wicaksono: Menanam pohon adalah surat cinta untuk masa depan.

KOTA BATU, Persindonesia.co.id — Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang sering membuat manusia lupa pada akarnya, ada sekelompok anak muda di Kota Batu yang memilih jalan sunyi namun penuh makna. Mereka adalah Perkumpulan Pecinta Alam Batu Ijo Royo-Royo (PPA_BIRR), dan sejak tahun 2009, mereka tak pernah lelah menabung kebaikan dalam bentuk yang paling abadi: pohon .

Menyambut musim penghujan yang segera tiba, PPA_BIRR kembali menggelorakan semangat menghijaukan hutan. Bagi komunitas ini, musim hujan bukan sekadar pergantian cuaca, melainkan momentum sakral untuk menanam harapan. Sebagaimana disampaikan Heru Iswanto, Sekretaris PPA_BIRR, “Saat hujan adalah saat yang tepat untuk menanam pohon. Sebab dengan jumlah yang banyak kita terbantu oleh hujan untuk menyirami pohon yang baru ditanam” .

Namun, ada dimensi yang lebih dalam dari sekadar aksi tanam pohon. Ada sosiologi interplan—sebuah kesadaran bahwa manusia bukanlah entitas terpisah dari alam, melainkan bagian tak terpisahkan dari jaringan kehidupan yang saling terhubung. Inilah yang menjadi fondasi gerakan PPA_BIRR selama lebih dari satu dekade.

Anggota PPA_BIRR menanam pohon di lereng Gunung Panderman.
PPA_BIRR sambut musim penghujan dengan aksi tanam pohon.

Jiwa Sosial: Akar dari Segala Gerakan

Hari Wicaksono, Wakil Ketua Umum PPA_BIRR, dalam berbagai kesempatan selalu menekankan bahwa gerakan lingkungan sejatinya adalah gerakan sosial. Ada jiwa sosial yang menggerakkan, ada kepedulian yang menyalakan.

“Ingat, setiap kali kita menanam sebatang pohon, kita sebenarnya sedang menulis surat cinta untuk masa depan,” ujar Hari dengan mata berbinar .

Filosofi ini bukan sekadar retorika. Hari menjelaskan bahwa menanam pohon adalah bentuk tanggung jawab kolektif yang paling nyata. “Kita tidak bisa hanya terus-menerus memproduksi emisi dari kendaraan, pabrik, dan aktivitas kita tanpa memberi ‘kompensasi’ kepada bumi. Menanam pohon adalah sumber paling mulia. Ini mengajarkan kita tentang keseimbangan. Kita mengambil, maka kita harus memberi kembali. Kita mengotori, maka kita harus membersihkan” .

Jiwa sosial inilah yang membuat PPA_BIRR tidak pernah bergerak sendirian. Mereka selalu menggandeng berbagai elemen: pemerintah desa, TNI, Polri, pondok pesantren, kampus, media, dan masyarakat luas. Sebuah kolaborasi yang oleh Hari disebut sebagai “bukti sinergi nyata untuk kelestarian Kota Batu” .

Sosiologi Interplan: Ketika Manusia dan Alam Menyatu

Dalam perspektif sosiologi interplan, hubungan antara manusia dengan lingkungan bukanlah hubungan subjek-objek, melainkan hubungan timbal balik yang setara. Alam berbicara melalui siklusnya, dan manusia bertugas mendengarkan.

“Alam berbicara melalui siklusnya. Saat kita merusak daerah hulu, banjir dan kekeringan adalah bahasanya di hilir. Aksi hari ini adalah upaya kami mendengarkan dan menjawabnya,” ungkap Hari Wicaksono dengan penuh refleksi .

Setiap pohon yang ditanam, lanjut Hari, adalah “pahlawan tanpa tanda jasa” dalam pertarungan global menekan emisi karbon. “Dalam satu tahun, satu pohon dewasa dapat menyerap hingga 22 kg karbon dioksida dari atmosfer. Bayangkan, ratusan pohon yang kita tanam hari ini, dalam sepuluh tahun ke depan, akan menjadi tentara-tentara hijau yang aktif membersihkan udara kotor yang kita hasilkan” .

Hari Wicaksono sebut menanam pohon adalah surat cinta untuk masa depan.
Hari Wicaksono: Menanam pohon adalah surat cinta untuk masa depan.

Data FAO yang disampaikan Hari juga menjadi alarm bagi semua pihak: penyusutan hutan dari 118,5 juta hektar (1990) menjadi 92,1 juta hektar (2020). Bencana ekologis seperti banjir dan longsor di Sumatra yang menewaskan ratusan jiwa hingga awal 2026 disebutnya sebagai “buah dari eksploitasi alam tak bertanggung jawab dan penegakan hukum yang lemah” .

Menghijaukan Hutan: Aksi Nyata di Berbagai Lereng

Sepanjang tahun 2026, PPA_BIRR telah melaksanakan berbagai aksi penghijauan di berbagai titik strategis. Di lereng Gunung Panderman, ratusan pohon mahoni ditanam bersama 250 santri Pondok Pesantren Al Mukhlisin . Di Jalibar Desa Oro-Oro Ombo, cemara pecut—flora endemik khas Batu—ditanam sebagai simbol identitas desa .

“Hari ini kota cantik Palangka Raya vibesnya kayak nonton film tahun 70an.” Begitulah kiranya semangat yang ingin dicegah oleh PPA_BIRR: kota yang kehilangan hijau, kota yang kehilangan jiwanya.

Di Sumber Darmi, PPA_BIRR menggelar selamatan sumber—sebuah tradisi Jawa yang sudah turun-temurun. Doa dipanjatkan, sesajen diletakkan di dekat mata air, sebagai ungkapan syukur karena air masih mengalir dan memberi kehidupan .

“Kami memulai dari sumber air karena ini adalah hulu dari segala kehidupan. Menjaga daerah resapan di sekitar sumber mata air dengan vegetasi yang rapat adalah langkah pertama dan terpenting untuk memastikan keberlanjutan debit air dan kualitasnya,” jelas Heru Iswanto .

Menanam Bukan Sekadar Aksi, Tapi Merawat Harapan

Ketua PPA_BIRR, Erfan Hadi Putra (Erfan HP), menekankan pentingnya pendekatan partisipatif dan edukatif dalam setiap aksi yang mereka lakukan. “Kami tidak hanya menanam, tetapi juga mengedukasi masyarakat sekitar. Dengan menanam pohon buah, kami menunjukkan bahwa melestarikan alam itu tidak bertentangan dengan ekonomi. Justru sebaliknya, alam yang lestari akan memberikan…” ungkapnya .

Pemilihan pohon buah tropis seperti durian, alpukat, dan mangga bukan tanpa alasan. “Selain fungsi ekologisnya sebagai penghasil oksigen dan penyerap udara, pohon-pohon ini memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat. Buahnya dapat dikonsumsi dan dijual, sehingga menciptakan nilai dan mendorong partisipasi warga dalam merawat pohon tersebut” .

Inilah wujud jiwa sosial yang sesungguhnya: ketika kepedulian terhadap alam berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat. Ketika menanam pohon bukan hanya soal menghijaukan hutan, tetapi juga menghijaukan harapan.

Pesan untuk Generasi Mendatang

Hari Wicaksono menyimpan pesan yang paling menggugah ketika berbicara tentang generasi mendatang.

“Ya nanti juga anak-anak kita kelak yang akan merasakan dampak terburuk dari emisi karbon yang tak terkendali. Dengan menanam pohon hari ini, kita sedang mengajarkan pada mereka bahwa kita peduli pada pernapasan mereka di masa depan. Kita sedang berkata: ‘Kami mendengarkan ilmuwan, kami memahami krisisnya, dan kami bertindak untuk mahluk hidup’. Inilah warisan sejati yang tidak ternilai harganya: sebuah planet yang masih layak huni dan pelajaran bahwa manusia harus hidup selaras dengan alam, bukan menaklukkannya” .

Pohon buah untuk manfaat ekologis dan ekonomi warga.
Heru Iswanto Sekretaris PPA_BIRR saat memimpin aksi tanam.

Kota Batu Harus Lestari

Dalam peringatan Hari Air Sedunia 2026, Hari Wicaksono menyampaikan harapan yang menyentuh: “Kota Batu harus lestari. Jangan sampai anak cucu kita hanya tahu sumber mata air dari cerita. Mari kita jaga bersama, tidak hanya hari ini, tetapi setiap hari” .

“Kami berharap dengan adanya kegiatan seperti ini, kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan semakin meningkat. Karena pada akhirnya, alam yang lestari akan memberi kehidupan yang lebih baik bagi kita semua” .

Menyambut musim penghujan, PPA_BIRR mengajak semua elemen bangsa untuk bergandengan tangan. Karena menghijaukan hutan bukan tugas satu komunitas, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh anak bangsa. Dan dari Kota Batu, dari lereng-lereng Gunung Panderman, dari sumber-sumber mata air yang mengalir, sebuah gerakan sunyi namun penuh makna terus bergema: untuk bumi, untuk anak cucu, untuk masa depan.

Baca juga ;

HPN 2026 di BRI Malang Sutoyo: Sapaan Hangat, Gift, dan Komitmen Layanan dengan Hati

Tonton Cuplikannya:

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Channel  Persindonesia.co.id Melalui Channel Yuotube, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita update yang menarik. Mulai Saluran Tiktok, IG, Snackvideo, LinkedIn, Facebook, Tumblr, Pinterest, Twiter hingga Youtube dan sebagainya terupdate dari Persindonesia.co.id.Untuk dapat menontonnya silakan klik dibawah ini :

https://whatsapp.com/channel/0029Vave4nw6GcGLiRrnuB3H

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!