LAMPUNG SELATAN, PERSINDONESIA.CO.ID — Sebuah rekaman video yang memperlihatkan mobil dinas mewah Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, terjebak di jalan rusak di Desa Helau, Kecamatan Merbau Mataram, menjadi sorotan tajam publik. Bukan hanya karena kondisi jalan yang memprihatinkan, tetapi juga karena sindiran pedas warga yang terekam dalam video tersebut.
Dalam rekaman yang dibagikan ulang akun Instagram @undercover.id pada Senin (10/8/2026), tampak mobil berpelat merah itu melintasi jalan berbatu dan dipenuhi lubang dengan dikawal sejumlah petugas【10†L14-L16】. Seorang perempuan warga dengan lantang menyampaikan keluhan yang sudah bertahun-tahun tak kunjung terselesaikan.
“Pak, mohon perhatiannya. Tolong jalan diperbaiki, Pak. Sudah lama. Katanya terakhir sentuhan renovasi itu 2007, Pak,” ujar perempuan tersebut【10†L20-L22】.
Tak berhenti di situ, warga itu bahkan meminta bupati merasakan langsung kondisi yang selama ini harus dilalui dengan rasa cemas. “Bapak saja ngeri, kan? Hati-hati mobil bagus, Pak,” lanjutnya diselingi gelak tawa warga sekitar【10†L24-L26】.
Bupati: “Saya Enggak Tahu Separah Itu”
Menanggapi insiden yang viral tersebut, Radityo mengaku terkejut dengan kondisi nyata di lapangan. Ia mengklaim selama ini tidak pernah menerima laporan yang menggambarkan tingkat kerusakan secara akurat dari bawahannya.
“Kalau memang belum ada sentuhan di sini, pikiran saya enggak separah ini. Saya enggak tahu, betul,” kata Radityo dalam keterangannya, Senin (10/8/2026)【10†L32-L33】.
“Karena saya enggak pernah dapat laporan dari lapangan, makanya saya tegur camat, saya marah betul, karena saya enggak tahu separah itu jalanannya,” imbuhnya【10†L35-L36】.
Bupati Lamsel itu pun meminta bawahannya untuk memberikan laporan yang lebih komprehensif, tidak sekadar tertulis, tetapi juga dilengkapi dokumentasi visual.
“Kalau perlu, kalau pas ada masyarakatnya jatuh, kirim foto, gitu loh. Jadi saya ngerti kalau situasinya jalanannya benar-benar parah,” ungkapnya【10†L39-L41】.
Anggaran Terbatas dan Analogi Dapur
Radityo juga mengungkapkan bahwa luasnya wilayah Lampung Selatan menjadi kendala dalam pemerataan pembangunan infrastruktur. “Karena gini, mungkin kalau belum kebagian, karena Lampung Selatan kan luas, cuma duitnya terbatas,” terang Bupati Lamsel【10†L44-L45】.
Ia menganalogikan kondisi tersebut seperti mengatur kebutuhan rumah tangga. “Kayak di dapur rumah Bapak-Ibu. Kebutuhannya banyak, uang dapurnya terbatas. Kan harus pintar-pintar membagi,” kata Radityo【10†L47-L48】.
Meski demikian, Radityo memastikan ruas jalan yang dilintasi saat kunjungan tersebut telah masuk dalam perencanaan perbaikan. Pemerintah daerah juga akan memetakan titik-titik jalan yang dinilai paling mendesak untuk ditangani.
Sorotan Publik: Antara Sindiran dan Harapan
Video ini menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak warganet yang menyoroti ironi antara mobil dinas mewah bupati dengan kondisi jalan yang rusak parah. Ada pula yang mempertanyakan efektivitas sistem pelaporan di lingkungan pemerintahan setempat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar soal anggaran, tetapi juga soal komunikasi, koordinasi, dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat. Sindiran warga “Bapak saja ngeri, kan?” menjadi pertanyaan retoris yang menggugat: sudah sejauh mana pemerintah daerah benar-benar memahami penderitaan warganya?
BACA JUGA :
Kayutangan Heritage Semakin Asri! Dishub dan Satpol PP Malang Rutin Tertibkan Akhir Pekan
TONTON JUGA;
Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Channel Persindonesia.co.id Melalui Channel Yuotube, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita update yang menarik. Mulai Saluran Tiktok, IG, Snackvideo, LinkedIn, Facebook, Tumblr, Pinterest, Twiter hingga Youtube dan sebagainya terupdate dari Persindonesia.co.id.Untuk dapat menontonnya silakan klik dibawah ini :










