KOTA BATU, PersIndonesia.co.id – Pengelola wisata alam Gunung Panderman, di bawah Kelompok Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Tani Pesanggrahan, secara resmi memberlakukan penutupan sementara untuk semua aktivitas pendakian. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif menyusul cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut dalam beberapa pekan terakhir (19/01/2026 ).
Ahmad Saifudin (Udin), Ketua LMDH Wana Tani Pesanggrahan, dalam keterangan eksklusif kepada Siaptv.com dan Persindonesia.co.id di kediamannya, menegaskan bahwa keputusan ini didasari pertimbangan keselamatan pengunjung dan keberlanjutan ekosistem hutan.
“Cuaca minggu-minggu terakhir ini sangat ekstrem, didominasi badai yang intens. Sejak Jumat malam hingga Sabtu, dan kembali terjadi dengan skala besar pada Minggu kemarin. Kondisi ini menciptakan potensi bahaya yang tinggi, seperti longsor dan pohon tumbang,” jelas Udin dengan suara tegas.
Ia mengakui, keputusan ini bukan hal mudah mengingat Gunung Panderman merupakan destinasi favorit pendaki lokal. Namun, pengalaman dan kejadian-kejadian sebelumnya menjadi pelajaran berharga.
“Pertimbangan utama kami adalah keselamatan. Kami tidak ingin ada insiden atau kejadian – kejadian yang mungkin nanti dapat merugikan pengunjung. Hutan dalam kondisi basah dan labil sangat berbeda dengan lingkungan kota,” tambahnya.
Penutupan Fleksibel, Mengikuti Kondisi Alam
Udin menyebutkan bahwa masa penutupan bersifat sementara dan fleksibel, sangat bergantung pada perbaikan kondisi cuaca dan lapangan.
“Saat ini belum bisa dipastikan kapan dibuka kembali. Meski terlihat cerah, angin di area puncak masih sangat kencang. Kami masih khawatir. Kemungkinan penutupan akan berlanjut hingga setelah hari raya mendatang,” paparnya.
Selain faktor keamanan, masa penutupan ini juga dimanfaatkan untuk melakukan pemulihan ekosistem kawasan. “Ini juga sekalian momentum bagi kita untuk memberi ‘kesempatan istirahat’ pada alam. Ekosistem hutan perlu diperbaiki dan dijaga keseimbangannya,” ujar Udin.
Pesan Penting untuk Para Pendaki
Di akhir wawancara, Udin menyampaikan pesan penting kepada seluruh calon pendaki dan pencinta alam. “Pesan saya, hati-hati dan jangan memaksakan diri. Ketika cuaca kurang bersahabat, saya sarankan untuk ditunda dulu. Jangan dipaksakan. Kenali perbedaan risiko antara mendaki di alam dan beraktivitas di kota. Keselamatan adalah yang utama.”

Pengelola berharap kebijakan ini dapat dipahami oleh masyarakat. Mereka akan memberikan pengumuman resmi melalui media sosial dan pihak terkait begitu kawasan dinyatakan aman dan siap kembali dikunjungi.
Baca juga;
Bryn
Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Channel Persindonesia.co.id Melalui Channel Yuotube, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita update yang menarik. Mulai Saluran Tiktok, IG, Snackvideo, LinkedIn, Facebook, Tumblr, Pinterest, Twiter hingga Youtube dan sebagainya terupdate dari Persindonesia.co.id.Untuk dapat menontonnya silakan klik dibawah ini :









