60 Bukan 522! Dinkes Sidoarjo Luruskan Data Kasus HIV pada Pelajar

Kepala Dinkes Sidoarjo dr Lakshmie Herawati Yuwantina memberikan klarifikasi hoaks HIV dr Lakshmie Herawati Yuwantina, Kepala Dinkes Sidoarjo, saat mengklarifikasi isu hoaks 522 pelajar HIV

SIDOARJO, Persindonesia.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo terus berupaya menekan tingkat penularan HIV dan juga mengikis stigma negatif di tengah masyarakat. Salah satunya dengan memberikan pendampingan terhadap Orang Dengan HIV (ODHIV), khususnya kelompok anak-anak, pelajar dan remaja.

Kepala Dinkes Sidoarjo, dr Lakshmie Herawati Yuwantina, menyampaikan bahwa pendampingan bertujuan untuk memastikan ODHIV tetap disiplin menjalani terapi Antiretroviral (ARV). Pihaknya juga menyampaikan, terkait adanya informasi sebanyak 522 pelajar di Sidoarjo terjangkit HIV, informasi tersebut tidak sepenuhnya benar.

“Berdasarkan data resmi Dinkes Sidoarjo periode 2001 hingga Juni 2026, tercatat akumulasi 60 kasus HIV pada kelompok remaja usia sekolah yakni berusia 11 sampai 17 tahun,” ujar dr Lakshmie, Rabu (22/7/2026).

Rincian Data Kasus HIV pada Pelajar

dr Lakshmie Herawati Yuwantina mengungkapkan, dari data resmi Dinkes Sidoarjo tercatat 7 orang meninggal dunia dan sebanyak 53 remaja lainnya masih hidup. Untuk seluruh ODHIV yang masih hidup, mendapatkan pengobatan serta pendampingan secara intensif dari tim Dinkes Pemkab Sidoarjo.

“Untuk kategori pelajar usia 11 sampai 17 tahun, data kami mencatat ada 60 kasus sejak tahun 2001 hingga 2026. Tujuh orang sudah meninggal dunia. Untuk sisanya 53 remaja sekarang ini terus mendapatkan pendampingan,” ungkapnya.

Pada kelompok anak usia dini (0–10 tahun), tercatat ada 117 kasus kumulatif, dengan catatan 35 anak meninggal dunia, 50 anak berstatus lost to follow-up (LFU) atau lepas dari pengawasan medis dan 32 anak rutin menjalani terapi ARV. Pasien ODHIV muda tidak dibiarkan berjuang sendiri, selain layanan medis, pendampingan juga akan dilakukan oleh pihak terkait.

“Kami menggandeng rekan sejawat dan komunitas pendamping untuk memberikan support. Tujuannya, agar stigma di masyarakat berkurang dan para pasien tetap semangat serta rajin mengonsumsi ARV,” jelas dr Lakshmie.

Kunci Pengendalian HIV: ARV Rutin

Salah satu kunci utama dalam pengendalian HIV adalah dengan cara mengonsumsi obat ARV secara rutin dan disiplin. Dengan disiplinnya ODHIV mengkonsumsi obat, akan menekan jumlah virus (viral load) di dalam tubuh hingga tingkat yang tak terdeteksi, sehingga akan meminimalisir risiko penularan HIV kepada orang lain.

“Targetnya saat dilakukan pemeriksaan, jumlah virus sudah tidak terdeteksi sehingga tidak berisiko menularkan. Karena itu, meski kondisi tubuh pasien sudah membaik, pengobatan tetap wajib dilanjutkan sesuai dosis dan jadwal,” tegas dr Lakshmie.

Total Kasus HIV di Sidoarjo

Kabupaten Sidoarjo dari tahun 2001 hingga Juni 2026 akumulasi kasus HIV mencapai 7.230 kasus, dengan catatan sebanyak 1.708 pasien meninggal dunia dan 810 pasien berstatus LFU. Dari total 810 pasien LFU tercatat sebanyak 565 berdomisili di luar Sidoarjo, 52 menolak melanjutkan pengobatan dan 193 penderita tidak berhasil ditemukan setelah dilakukan pelacakan ulang oleh petugas.

Dinkes Sidoarjo berkomitmen untuk terus melakukan edukasi, pencegahan, dan pendampingan bagi ODHIV, khususnya di kalangan pelajar dan remaja, demi menekan angka penularan dan menghilangkan stigma di masyarakat.

BACA JUGA 

Bupati Sidoarjo Subandi kunjungi rumah korban kebakaran di Tulangan.

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Channel  Persindonesia.co.id Melalui Channel Yuotube, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita update yang menarik. Mulai Saluran Tiktok, IG, Snackvideo, LinkedIn, Facebook, Tumblr, Pinterest, Twiter hingga Youtube dan sebagainya terupdate dari Persindonesia.co.id.Untuk dapat menontonnya silakan klik dibawah ini :

https://whatsapp.com/channel/0029Vave4nw6GcGLiRrnuB3H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!