Penutupan Sementara Pendakian Gunung Panderman: Langkah Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Pemulihan Ekosistem

Gunung Panderman ditutup sementara. Alasan: CUACA EKSTREM & POTENSI BAHAYA. Tujuan: KESELAMATAN PENDAKI & PEMULIHAN EKOSISTEM. Mohon pengertian dan kerja samanya. 🙏 LMDH Wana Tani Pesanggrahan resmi menutup sementara seluruh aktivitas pendakian di Gunung Panderman. Penutupan dilakukan menyusul cuaca ekstrem (badai & hujan deras) yang berpotensi menyebabkan longsor dan pohon tumbang. Keselamatan pengunjung adalah prioritas utama.

KOTA BATU, PersIndonesia.co.id – Pengelola wisata alam Gunung Panderman, di bawah Kelompok Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Tani Pesanggrahan, secara resmi memberlakukan penutupan sementara untuk semua aktivitas pendakian. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif menyusul cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut dalam beberapa pekan terakhir (19/01/2026 ).

Ahmad Saifudin (Udin), Ketua LMDH Wana Tani Pesanggrahan, dalam keterangan eksklusif kepada Siaptv.com dan Persindonesia.co.id di kediamannya, menegaskan bahwa keputusan ini didasari pertimbangan keselamatan pengunjung dan keberlanjutan ekosistem hutan.

“Cuaca minggu-minggu terakhir ini sangat ekstrem, didominasi badai yang intens. Sejak Jumat malam hingga Sabtu, dan kembali terjadi dengan skala besar pada Minggu kemarin. Kondisi ini menciptakan potensi bahaya yang tinggi, seperti longsor dan pohon tumbang,” jelas Udin dengan suara tegas.

Ia mengakui, keputusan ini bukan hal mudah mengingat Gunung Panderman merupakan destinasi favorit pendaki lokal. Namun, pengalaman dan kejadian-kejadian sebelumnya menjadi pelajaran berharga.

“Pertimbangan utama kami adalah keselamatan. Kami tidak ingin ada insiden atau kejadian – kejadian yang mungkin nanti dapat merugikan pengunjung. Hutan dalam kondisi basah dan labil sangat berbeda dengan lingkungan kota,” tambahnya.

Penutupan Fleksibel, Mengikuti Kondisi Alam

Udin menyebutkan bahwa masa penutupan bersifat sementara dan fleksibel, sangat bergantung pada perbaikan kondisi cuaca dan lapangan.

“Saat ini belum bisa dipastikan kapan dibuka kembali. Meski terlihat cerah, angin di area puncak masih sangat kencang. Kami masih khawatir. Kemungkinan penutupan akan berlanjut hingga setelah hari raya mendatang,” paparnya.

Selain faktor keamanan, masa penutupan ini juga dimanfaatkan untuk melakukan pemulihan ekosistem kawasan. “Ini juga sekalian momentum bagi kita untuk memberi ‘kesempatan istirahat’ pada alam. Ekosistem hutan perlu diperbaiki dan dijaga keseimbangannya,” ujar Udin.

Pesan Penting untuk Para Pendaki

Di akhir wawancara, Udin menyampaikan pesan penting kepada seluruh calon pendaki dan pencinta alam. “Pesan saya, hati-hati dan jangan memaksakan diri. Ketika cuaca kurang bersahabat, saya sarankan untuk ditunda dulu. Jangan dipaksakan. Kenali perbedaan risiko antara mendaki di alam dan beraktivitas di kota. Keselamatan adalah yang utama.”

Ahmad Saifudin (Udin), Ketua LMDH Wana Tani Pesanggrahan, menjelaskan alasan penutupan pendakian Gunung Panderman di rumahnya.
Ketua LMDH Wana Tani, Ahmad Saifudin (Udin), menjelaskan secara detail alasan di balik keputusan penutupan sementara kawasan pendakian Gunung Panderman. Dalam video ini, Udin memaparkan kondisi cuaca ekstrem, potensi bahaya longsor dan pohon tumbang, serta pentingnya memberikan waktu bagi ekosistem untuk pulih. Simak juga pesan keselamatan penting bagi para pendaki.

Pengelola berharap kebijakan ini dapat dipahami oleh masyarakat. Mereka akan memberikan pengumuman resmi melalui media sosial dan pihak terkait begitu kawasan dinyatakan aman dan siap kembali dikunjungi.

Baca juga;

Imbauan Keselamatan Pendakian di Tengah Anomali Cuaca: Prioritaskan ‘Packing Basah’ Ketika Naik Gunung Panderman dan Sekitarnya

Bryn

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Channel  Persindonesia.co.id Melalui Channel Yuotube, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita update yang menarik. Mulai Saluran Tiktok, IG, Snackvideo, LinkedIn, Facebook, Tumblr, Pinterest, Twiter hingga Youtube dan sebagainya terupdate dari Persindonesia.co.id.Untuk dapat menontonnya silakan klik dibawah ini :

https://whatsapp.com/channel/0029Vb6UipFA89McagAUto1F

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version