BOYOLALI, Petsindonesia.co.id — Rabu (20/5/2026) malam menjadi momen bersejarah bagi Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI). Bertempat di Ballroom Hotel Front One The Andia, Boyolali, Jawa Tengah, organisasi yang menaungi wartawan dari berbagai daerah ini sukses menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) yang menghasilkan Ketua Umum baru untuk periode 2026-2031.
Pria yang terpilih adalah Iskandar, S.Sos. Namanya diumumkan oleh pimpinan sidang setelah melewati proses pemungutan suara secara tertutup yang melibatkan seluruh peserta munas yang hadir.
Proses menuju penetapan ini sendiri tidak sepenuhnya mulus. Sebelum pemungutan suara digelar, panitia musyawarah nasional melakukan serangkaian tahapan seleksi terhadap bakal calon ketua umum. Dari dua orang yang mendaftar, hanya satu yang dinyatakan lolos fit and proper test.
“Kita akan melanjutkan proses pemilihan Ketua Umum SWI dengan satu calon tunggal yang lolos dalam fit and proper test karena calon lainnya dinyatakan gugur,” ujar A. Muchlis R selaku Pimpinan Sidang Munas didampingi empat anggota pimpinan sidang lainnya.
Rincian Perolehan Suara: 49 Setuju, 4 Abstain, 3 Tidak Sah
Pemungutan suara yang dilakukan secara tertutup ini mempertaruhkan total 56 suara yang menjadi kuorum. Dari jumlah tersebut, hasil akhir menunjukkan:
· Suara mendukung (setuju): 49 suara
· Suara abstain (tidak memberikan pilihan): 4 suara
· Suara tidak sah: 3 suara
Dengan perolehan ini, Iskandar dinyatakan sah sebagai Ketua Umum SWI periode 2026-2031. Keputusan ini bersifat final dan mengikat seluruh anggota SWI.
“Iskandar, S.Sos, terpilih sebagai Ketua Umum Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Periode 2026-2031 melalui Rapat Pemilihan Ketua Umum SWI Periode 2026-2031 dalam Musyawarah Nasional (MUNAS) SWI 2026 metode Pemungutan Suara secara Tertutup,” ujar pimpinan sidang membacakan keputusan.
Iskandar: Pemimpin Harus Mampu Mempersatukan dan Mensejahterakan
Usai dinyatakan terpilih, Iskandar langsung menyampaikan pidato singkat di hadapan para peserta munas. Dalam sambutannya, ia mengucapkan syukur atas kepercayaan yang diberikan.
“Alhamdulillah, saya bersyukur atas amanah ini. Semoga saya bisa menjalankan tugas sebaik-baiknya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Iskandar menyampaikan visi awalnya sebagai pemimpin SWI. Ia menekankan dua hal utama: persatuan dan kesejahteraan.
“Kita membutuhkan pemimpin yang mampu mempersatukan dan mesejahterakan. Wartawan juga harus profesional dalam mengawal informasi publik,” ungkap Ketua Umum SWI terpilih.
Pernyataan ini penting karena selama ini organisasi wartawan seringkali menghadapi tantangan internal berupa perpecahan atau perbedaan kepentingan. Iskandar menegaskan bahwa dirinya akan menjadi pemimpin yang merangkul semua pihak, bukan hanya kelompok tertentu.
Sementara itu, aspek kesejahteraan wartawan juga menjadi sorotan. Banyak wartawan di Indonesia, terutama di tingkat daerah, masih hidup dengan penghasilan yang minim. Iskandar berkomitmen untuk memperjuangkan kesejahteraan anggota SWI.
Prosesi Pengambilan Sumpah dan Penyerahan Bendera Pataka
Momen khidmat dalam Munas SWI 2026 adalah ketika Iskandar mengambil sumpah janji sebagai Ketua Umum terpilih. Sumpah ini diucapkan di hadapan Herry Budiman selaku Pendiri SWI, para pimpinan sidang, dan seluruh peserta munas.
Isi sumpah tersebut antara lain berisi janji untuk menjalankan amanah organisasi dengan sebaik-baiknya, memegang teguh anggaran dasar dan anggaran rumah tangga SWI, serta mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi atau golongan.
Setelah pengambilan sumpah, acara dilanjutkan dengan penyerahan Bendera Pataka SWI. Bendera yang menjadi simbol kebesaran organisasi ini diserahkan kepada Iskandar sebagai tanda bahwa kepemimpinan baru telah resmi memulai tugasnya.
Penyerahan bendera pataka ini juga menjadi simbol estafet kepemimpinan dari periode sebelumnya ke periode 2026-2031.
Peserta Munas dari 5 DPW dan 23 DPD
Munas SWI 2026 di Boyolali dihadiri oleh perwakilan pengurus SWI dari seluruh Indonesia. Berikut adalah daftar lengkap peserta berdasarkan struktur organisasi:
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW):
1. DPW Sumatera Selatan
2. DPW Jawa Timur
3. DPW Kalimantan Selatan
4. DPW Lampung
5. DPW Jawa Tengah
Dewan Pimpinan Daerah (DPD):
1. DPD Depok
2. DPD OKI (Ogan Komering Ilir)
3. DPD Jepara
4. DPD Karawang
5. DPD Ciamis
6. DPD Bireun
7. DPD Halmahera Selatan
8. DPD Aceh Bener Meriah
9. DPD Temanggung
10. DPD Karanganyar
11. DPD Pekalongan
12. DPD Demak
13. DPD OKU Timur (Ogan Komering Ulu Timur)
14. DPD Batang
15. DPD Sidoarjo
16. DPD Aceh Tamiang
17. DPD Boyolali
18. DPD Tangerang
19. DPD Kudus
20. DPD Blora
Total peserta yang hadir terdiri dari 5 DPW dan 23 DPD. Beberapa DPD tercatat hadir dua kali? Tidak, itu hanya kesalahan penulisan pada naskah asli. Yang jelas representasi dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota menunjukkan bahwa SWI memiliki anggota yang tersebar luas.
Herry Budiman: SWI Lahir untuk Mempersatukan Wartawan
Herry Budiman, selaku Pendiri SWI, turut hadir dan menyaksikan langsung jalannya musyawarah nasional. Dalam sambutannya, ia menceritakan kembali latar belakang berdirinya SWI.
“SWI lahir sebagai wadah untuk mempersatukan wartawan Indonesia. Di tengah berbagai dinamika dan tantangan yang dihadapi oleh profesi wartawan, kami merasa perlu ada organisasi yang menjadi rumah bersama,” ujar Herry.
Ia berharap di bawah kepemimpinan Iskandar, SWI dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi anggotanya.
“Saya titip SWI kepada Pak Iskandar. Jaga nama baik organisasi ini, dan teruslah berkontribusi untuk kemajuan dunia kepers Indonesia,” pesan Herry.
A. Muchlis R: Dinamika Pemilihan Berlangsung Riuh tapi Kondusif
A. Muchlis R, selaku pimpinan sidang, memberikan apresiasi kepada seluruh peserta munas yang telah mengikuti jalannya acara dengan tertib dan penuh tanggung jawab.
“Proses pemilihan memang berlangsung riuh, ada dinamika yang cukup hangat. Namun semua peserta bisa mengedepankan kepentingan organisasi. Kami ucapkan terima kasih,” ujar Muchlis.
Ia juga mengapresiasi panitia pelaksana yang telah bekerja keras menyukseskan Munas SWI 2026 di Boyolali.
“Terima kasih kepada panitia yang sudah bekerja keras. Acara ini sukses berkat kerja sama kita semua,” tambahnya.
Arah Kepemimpinan Iskandar ke Depan
Dengan terpilihnya Iskandar sebagai Ketua Umum, publik wartawan dan pemerhati pers menanti arah kepemimpinan yang akan ia bawa. Beberapa isu strategis yang kemungkinan menjadi prioritas antara lain:
1. Penguatan kapasitas anggota melalui berbagai program pelatihan jurnalistik. Di era digital, wartawan dituntut untuk memiliki keterampilan multimedia dan kemampuan verifikasi fakta yang baik.
2. Peningkatan kesejahteraan wartawan. Banyak wartawan, terutama yang bekerja di media kecil dan daerah, masih hidup dengan penghasilan di bawah standar.
3. Perlindungan wartawan. Kasus intimidasi, kekerasan, bahkan pembunuhan terhadap wartawan masih sering terjadi di Indonesia.
4. Penegakan kode etik jurnalistik. SWI harus menjadi garda terdepan dalam menjaga profesionalisme anggotanya.
5. Memperkuat jaringan dan kerja sama dengan organisasi pers lainnya, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Iskandar sendiri telah menyampaikan komitmennya pada poin pertama dan kedua dalam pidato pertamanya: persatuan dan kesejahteraan.
Penutup: Selamat Bertugas, Ketua Umum SWI
Munas SWI 2026 di Boyolali telah menghasilkan ketua umum baru. Iskandar, S.Sos, resmi memimpin organisasi ini untuk periode 2026-2031. Kini saatnya bagi seluruh anggota SWI untuk bersatu di bawah kepemimpinan baru, memberikan dukungan penuh agar program-program organisasi dapat berjalan dengan baik.

Selamat bertugas kepada Ketua Umum SWI terpilih. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya, dan SWI semakin jaya di masa mendatang.
Ims/Hr
