Jakarta, 17 Maret 2026, Persindonesia.co.id – Kurang dari dua pekan menuju Hari Raya Idul Fitri 1447 H, geliat mudik mulai terasa di seluruh penjuru negeri. Di tengah prediksi pergerakan masyarakat yang mencapai lebih dari 200 juta jiwa, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago memastikan kesiapan infrastruktur dan pelayanan di dua titik vital keberangkatan mudik: Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang.
Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan pada Selasa (17/3/2026), Menko Polkam tidak hanya sekadar melihat dari kejauhan. Didampingi jajaran pejabat tinggi Kemenko Polkam, ia menyusuri setiap sudut fasilitas publik untuk memastikan bahwa “mesin” logistik mudik tahun ini bekerja dengan sempurna.
“Perencanaan ini sudah dilakukan sejak lama, kami harus memberikan kenyamanan dan keamanan buat masyarakat Indonesia,” ujar Djamari Chaniago dengan tegas di sela-sela kunjungannya di Kolinlamil Tanjung Priok.
Menyapa Pemudik di Atas KRI
Titik pertama yang menjadi perhatian Menko Polkam adalah Dermaga Kolinlamil Tanjung Priok. Di sana, pemerintah kembali mengoperasikan Kapal Republik Indonesia (KRI) BAC-593 sebagai moda transportasi alternatif yang gratis dan membanggakan. Kapal perang yang dialihfungsikan untuk angkutan laut ini akan memberangkatkan ratusan warga Jakarta menuju kampung halaman di Semarang dan Surabaya.
Djamari tak ragu untuk naik ke atas kapal dan berinteraksi langsung dengan para penumpang yang sudah duduk rapi di geladak. Wajah-wajah sumringah terpancar dari para pemudik yang merasa terbantu dengan adanya program mudik kapal perang ini.
“Pada saat kami menanyakan kepada masyarakat kita yang sudah ada di dalam KRI, mereka sangat bahagia mendapatkan kesempatan untuk pulang kampung melalui KRI ini. Kebahagiaan mereka adalah prioritas kami,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan pihak kepolisian dan pengelola jalan tol juga telah dimatangkan untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di jalur darat, baik saat keberangkatan menuju Semarang dan Surabaya, maupun nanti saat arus balik menuju Jakarta.
Menyisir Bandara Soetta: Jangan Sampai Petugas “Salah Bicara”
Setelah memastikan kesiapan di pelabuhan, rombongan Menko Polkam bergerak cepat menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Tiba di Terminal 1B, Djamari langsung menuju Posko Terpadu. Di ruang kendali itu, ia memantau secara digital pergerakan penumpang di Terminal 1, 2, dan 3.
Namun, sorot matanya berubah tajam saat memberikan pengarahan kepada para petugas layanan (frontliner). Djamari menekankan bahwa keamanan fisik tidak berarti apa-apa jika pelayanan publiknya buruk. Ia menyoroti pentingnya komunikasi yang akurat kepada penumpang, terutama jika terjadi keterlambatan penerbangan (delay).
“Jangan sampai frontliner kita yang ada di sana tidak bisa menjawab apa-apa, kemudian menjawabnya salah. ‘Pesawat ini akan delay satu jam’, nanti satu jam lagi tidak ada lagi. Ini akan mengganggu kepercayaan mereka kepada kita. Ini adalah tanggung jawab kita,” tegasnya di hadapan para petugas.
Menurutnya, informasi yang simpang siur dapat memicu kepanikan dan ketidaknyamanan yang berujung pada turunnya kepercayaan publik terhadap pemerintah.
“Negara Hadir” dalam Setiap Perjalanan Pulang
Di sela-sela peninjauan di Terminal 3 yang megah, Djamari kembali menekankan filosofi pelayanan publik. Ia berpesan agar para petugas bandara tidak memandang pekerjaan ini sebagai beban, melainkan sebagai bentuk pengabdian.
“Itu semua kewajiban kita, sekali lagi ini bukan satu pekerjaan yang lebih dari kebiasaan, ini justru pengabdian kita kepada bangsa ini, kita tunjukkan kepada rakyat kita bahwa pemerintah negara hadir bersama mereka,” pesannya.
Dengan nada komando khas militer, ia mengingatkan para petugas untuk tidak lengah.
“Oleh karena itu saya katakan jangan lengah, jangan bosan, jangan lelah. Sekali kita mengatakan lelah akan lengah, begitu lengah kita sudah lalai, kecelakaan akan terjadi. Percuma yang telah kita lakukan ini,” tegasnya.
Peninjauan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius dalam menyambut mudik Lebaran 2026. Dengan prediksi jumlah pemudik yang tinggi, kesiapan teknis dan kualitas sumber daya manusia (SDM) petugas menjadi kunci utama agar momen silaturahmi tahun ini berjalan lancar, aman, dan penuh makna.
Turut mendampingi Menko Polkam dalam kegiatan ini, jajaran pejabat tinggi Kemenko Polkam, antara lain Sesmenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan, Deputi I/Poldagri Mayjen TNI (Purn.) Heri Wiranto, Deputi III/Hanneg Kesbang Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono, Deputi IV/Kamtibmas Irjen Pol Desman S. Tarigan, Deputi V/Kominfo Marsda TNI Eko Dono Indarto, dan Staf Khusus Menko Polkam Jan Sembiring.
Wic//Bryn
Baca juga ;
Berdiri di Atas Kaki Sendiri, Prabowo Dedikasikan Swasembada Pangan 2025 untuk Para Petani









