KOTA BATU, Persindonesia.co.id – Suasana sore yang biasanya tenang di kawasan Temas, Kota Batu, berubah menjadi mencekam pada Rabu (18/02/2026) sekitar pukul 16.45 WIB. Sebuah kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan lima kendaraan terjadi tepat di depan Masjid Puti Glonggong, Jalan Raya Pattimura, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu. Diduga kuat, sebuah truk box Isuzu bernomor polisi P 8640 UG mengalami rem blong sehingga meluncur tak terkendali dan menghantam empat kendaraan lain yang sedang melaju atau berhenti di jalurnya.
Insiden nahas ini mengakibatkan satu orang pengendara sepeda motor meninggal dunia di tempat kejadian, empat orang lainnya luka-luka, termasuk seorang anak perempuan berusia 6 tahun yang harus dilarikan ke rumah sakit. Kerugian materi ditaksir mencapai Rp30 juta.

Berdasarkan laporan resmi dari Satuan Lalu Lintas Polres Batu yang diterima Postindonesia.com, berikut kronologi lengkap dan data korban kecelakaan tersebut.
DETIK-DETIK MENEGANG VERSI CCTV DAN SAKSI MATA
Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang beredar luas di media sosial dan grup WhatsApp warga Batu memperlihatkan detik-detik mengerikan sebelum kecelakaan. Dalam video berdurasi 50 detik, tampak sebuah truk box berwarna putih melaju dengan kecepatan tinggi dari arah utara (Bumiaji) menuju selatan (Kota Batu). Truk tersebut tampak oleng dan menabrak sisi kiri jalan sebelum akhirnya menghantam kendaraan-kendaraan di depannya.
“Truk itu meluncur kencang banget, Pak. Saya kira mau ngebut, tapi ternyata remnya blong. Saya lihat sopirnya panik, klakson terus tapi nggak bisa berhenti,” ujar Joko Supriyanto (42), seorang pedagang asongan yang biasa berjualan di sekitar masjid, kepada Postindonesia.com di lokasi kejadian.

Atas nama IWAN KURNIAWAN (38), warga Tlekung, Junrejo. Korban tewas di tempat dengan luka kepala.
Siti Aisyah (50), warga sekitar yang sedang berada di halaman masjid, mengaku mendengar suara benturan keras beberapa kali. “Saya kira ada tabrakan biasa, tapi pas keluar, sudah banyak orang teriak. Motor-motor penyok, mobil ringsek. Saya langsung telepon polisi,” katanya dengan wajah masih pucat.
KRONOLOGI TABRAKAN BERUNTUN VERSI POLISI
Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Batu, IPDA Agus Atang Wibowo, S.H., saat dikonfirmasi di lokasi kejadian, menjelaskan kronologi lengkap kecelakaan berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi.
“Kami menerima laporan sekitar pukul 16.50 WIB. Setelah tiba di lokasi, kami langsung melakukan evakuasi dan olah TKP. Dari hasil sementara, diduga truk mengalami rem blong sehingga tidak bisa dikendalikan,” ujar IPDA Agus Atang.
Berikut kronologi lengkap yang dirilis oleh Satlantas Polres Batu:
Tahap 1: Truk Kehilangan Kendali
Kendaraan R6 Truck Isuzu No.Pol P 8640 UG yang dikemudikan EKO WAHYUDI (33), warga Jember, melaju dari arah utara (Bumiaji) menuju selatan (Kota Batu). Saat melintas di jalur menurun di kawasan Temas, sistem pengereman truk diduga gagal berfungsi (rem blong). Sopir panik dan kehilangan kendali atas kemudi.
Tahap 2: Hantaman Pertama ke Mobil Daihatsu
Truk tersebut kemudian membentur bagian belakang Kendaraan R4 Daihatsu No. Pol N 1822 JJ yang dikemudikan oleh GATOT SUSILO (41), warga Kecamatan Bumiaji. Di dalam mobil tersebut, selain Gatot, terdapat penumpang LILIK YULIANI (42) dan anak mereka yang masih berusia 6 tahun, SYAFA ADINDA YUGATAN ANGGUNIA SUSILO.
Tahap 3: Hantuman Beruntun ke Grand Max dan Dua Motor
Karena laju truk belum terhenti, kendaraan berat itu terus melaju dan kembali membentur bagian belakang Kendaraan R4 Grand Max B 1613 HZM yang dikemudikan oleh FRANS RICARDO PAKPAHAN (24), seorang mahasiswa asal Semarang yang sedang berlibur ke Batu.
Tak berhenti di situ, truk kemudian menghantam dua unit sepeda motor Honda Beat yang sedang berada di lajur kiri:
· Sepeda motor Honda Beat N 5977 TBI yang dikendarai oleh ZEZEN ARDIANTO (42), seorang anggota Polri yang bertugas di wilayah Batu.
· Sepeda motor Honda Beat N 2996 LR yang dikendarai oleh IWAN KURNIAWAN (38), seorang karyawan swasta warga Kelurahan Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.
Tahap 4: Sopir Banting Setir, Tabrak Tiang Listrik
Setelah serangkaian benturan dahsyat, pengemudi truk, EKO WAHYUDI, dalam upaya putus asa menghentikan laju kendaraannya, membanting setir ke kiri dan menabrak tiang listrik beton di pinggir jalan. Benturan keras itu akhirnya berhasil menghentikan laju truk, namun tiang listrik tersebut rubuh dan kabel listrik menjuntai ke jalan, menambah kepanikan warga.

KORBAN JIWA: Satu Meninggal, Bocah 6 Tahun Alami Luka di Kaki
Akibat kerasnya benturan beruntun tersebut, satu orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara empat orang lainnya mengalami luka-luka.
Korban Meninggal Dunia:
· IWAN KURNIAWAN (38), Laki-laki, karyawan swasta asal Kelurahan Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Korban yang mengendarai sepeda motor Honda Beat N 2996 LR ini mengalami luka berat pada bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia di TKP. Jenazah korban langsung dievakuasi ke kamar jenazah RS Hasta Brata Kota Batu untuk dilakukan visum et repertum (VER).
Korban Luka-luka:
Empat korban lainnya saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS Hasta Brata Kota Batu:
1. FRANS RICARDO PAKPAHAN (24), Laki-laki, pelajar asal Semarang. Mengalami luka memar pada paha kanan dan lengan kanan.
2. ZEZEN ARDIANTO (42), Laki-laki, anggota Polri asal Perum De Daun Residence, Junrejo. Mengalami luka cidera pada kepala.
3. LILIK YULIANI (42), Perempuan, ibu rumah tangga asal Kecamatan Bumiaji. Mengalami luka trauma pada leher dan mata sebelah kanan.
4. SYAFA ADINDA YUGATAN ANGGUNIA SUSILO (6), Perempuan, pelajar TK asal Bumiaji. Bocah malang ini mengalami luka pada kaki kanan dan kiri akibat terjepit di dalam mobil Daihatsu.
“Syafa masih sangat kecil. Dia terus menangis kesakitan. Kami berharap tidak ada luka permanen pada kakinya,” ungkap GATOT SUSILO, ayah korban, dengan suara bergetar saat ditemui di rumah sakit.

PENYEBAB KECELAKAAN: Faktor Human Error
Dari hasil pemeriksaan sementara, pihak kepolisian menduga faktor manusia menjadi penyebab utama kecelakaan ini. Dalam laporan resmi yang diterbitkan, disebutkan bahwa pengemudi truk, EKO WAHYUDI, diduga ceroboh dalam tata cara berkendara, terutama dalam mengantisipasi kondisi rem di jalan menurun.
“Berdasarkan keterangan saksi dan olah TKP, untuk faktor kendaraan, alam, dan jalan tidak ditemukan pengaruh signifikan. Namun, faktor manusia, dalam hal ini pengemudi truk, diduga ceroboh dalam tata cara berkendara,” jelas IPDA Agus Atang mewakili Kasat Lantas Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim, S.Tr.K., S.I.K.
Meski demikian, polisi tetap akan melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap kondisi fisik kendaraan truk di Unit Gakkum untuk memastikan apakah ada faktor teknis lain yang memperparah kecelakaan, seperti sistem rem yang memang sudah tidak laik jalan sebelum keberangkatan
DATA LENGKAP KECELAKAAN (Sumber: Sat Lantas Polres Batu)
Berikut data resmi yang dikeluarkan oleh Satuan Lalu Lintas Polres Batu terkait insiden ini:
· Nomor Laporan: LP/A/—-/II/2026/SPKT.SATLANTAS/POLRES BATU/POLDA JAWA TIMUR.
· TKP: Jl. Raya Pattimura Kel. Temas Kec. Batu Kota Batu (Depan Masjid Puti Glonggong).
· Waktu: Rabu, 18 Februari 2026, Pukul 16.45 WIB.
· Jenis Laka: Tabrak Beruntun.
· Kendaraan Terlibat:
1. Truk Isuzu P 8640 UG (Eko Wahyudi)
2. Daihatsu N 1822 JJ (Gatot Susilo)
3. Grand Max B 1613 HZM (Frans Ricardo Pakpahan)
4. Honda Beat N 5977 TBI (Zezen Ardianto)
5. Honda Beat N 2996 LR (Iwan Kurniawan)
· Korban: 1 MD (Iwan Kurniawan), 4 Luka Ringan (Frans, Zezen, Lilik, Syafa).
· Kerugian Materi: Rp 30.000.000 (tiga puluh juta rupiah).
LANGKAH POLISI DAN EVAKUASI
Personel yang datang ke TKP langsung melakukan serangkaian tindakan:
1. Mengamankan lokasi kejadian dan mengatur arus lalu lintas yang sempat macet total hingga 2 jam.
2. Melakukan olah TKP dan identifikasi.
3. Mengamankan seluruh kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti.
4. Memintakan Visum Et Repertum (VER) korban MD dan korban luka di RS Hasta Brata.
5. Memeriksa saksi-saksi di TKP, termasuk Gatot Susilo (pengemudi Daihatsu) dan Frans Ricardo Pakpahan (pengemudi Grand Max).
Tim gabungan dari PLN juga diterjunkan untuk menangani tiang listrik yang rubuh agar tidak membahayakan warga. Arus lalu lintas baru bisa kembali normal sekitar pukul 19.00 WIB setelah semua kendaraan dievakuasi menggunakan mobil derek.
IMBAUAN KASAT LANTAS: JANGAN ABAIKAN REM BLONG!
Merespons kejadian tragis ini, AKP Kevin Ibrahim, S.Tr.K., S.I.K., mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya pengemudi kendaraan berat, untuk selalu waspada dan memeriksa kondisi kendaraan sebelum bepergian.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Kepada keluarga korban, semoga diberikan ketabahan. Kami imbau kepada para pengemudi truk dan bus, jangan pernah mengabaikan kondisi rem, terutama jika melewati jalur pegunungan seperti di Kota Batu ini. Lakukan pengecekan rutin, pastikan rem dalam kondisi prima, dan jangan memaksakan diri jika kendaraan tidak laik jalan,” tegas AKP Kevin.
Beliau juga mengingatkan agar pengemudi kendaraan pribadi selalu waspada dan menjaga jarak aman dengan kendaraan besar di depan atau belakangnya.
Baca juga:
Hr/Bryn
Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Channel Persindonesia.co.id Melalui Channel Yuotube, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita update yang menarik. Mulai Saluran Tiktok, IG, Snackvideo, LinkedIn, Facebook, Tumblr, Pinterest, Twiter hingga Youtube dan sebagainya terupdate dari Persindonesia.co.id.Untuk dapat menontonnya silakan klik dibawah ini :









