SURABAYA, Persindonesia.co.id,-
Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo menggelar pelatihan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan Puskesmas dengan menggandeng pakar sanitasi nasional, Dr. Koen Irianto Uripan, S.H., M.M.
Kegiatan ini berlangsung di Workshop WC-KOEn, Surabaya, pada Senin (8/9/2025), dengan menghadirkan 35 peserta dari berbagai Puskesmas se-Sidoarjo.
Pelatihan berfokus pada pemahaman Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar berbasis teknologi tepat guna (TTG).
Para peserta tidak hanya dibekali teori, tetapi juga praktik pembuatan sarana sanitasi sederhana dan murah.
Workshop WC-KOEn dijadikan sebagai laboratorium hidup untuk mencontoh penerapan TTG di bidang sanitasi.
Dr. Koen menegaskan pentingnya aksi nyata dalam mengubah perilaku masyarakat menuju sanitasi sehat.
Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak kader sanitarian lokal yang siap menjadi motor perubahan di desa.
Laboratorium Hidup untuk Edukasi Sanitasi
Workshop WC-KOEn yang dirintis Dr. Koen menjadi pusat praktik langsung penerapan teknologi sanitasi sederhana.
Tempat ini difungsikan sebagai media belajar yang interaktif, tidak hanya menekankan teori semata.
Para peserta diajak memahami persoalan sanitasi mulai dari perencanaan, pembangunan, hingga pemeliharaan.
Menurut Dr. Koen, solusi sanitasi harus mudah ditiru, murah, serta bisa diaplikasikan langsung di masyarakat.
Melalui praktik lapangan, tenaga kesehatan dibekali keterampilan teknis sekaligus pemahaman sosial.

“Sanitasi itu bukan wacana, tapi aksi yang nyata di lapangan,” tegasnya.
Mencetak Kader Lokal Puskesmas
Dr. Koen menekankan pentingnya lahir kader sanitarian lokal di tiap desa.
Dengan pelatihan ini, ia berharap peserta bisa menggerakkan masyarakat secara mandiri. Upaya peningkatan sanitasi, menurutnya, harus berbasis pada kemandirian desa.
“Kita butuh pionir yang bisa menjadi teladan dalam menggerakkan masyarakat,” ujarnya.
Dinkes Sidoarjo pun menargetkan peserta menjadi penggerak utama perubahan perilaku hidup bersih dan sehat.
Adi









