Gedung Kesenian Mbatuaji Kota Batu Mangkrak: Mau Dibawa ke Mana? Perspektif Penghuni dan Pemerintah

Kota Batu, Persindonesia.co.id  – Gedung Kesenian Mbatuaji, yang seharusnya menjadi pusat kreativitas dan kebudayaan, justru terbengkalai dalam kondisi mangkrak. Padahal, plakat di depan gedung jelas mencantumkan Pemkot Batu sebagai pemilik aset. Namun, hingga kini, nasib gedung ini masih belum jelas, meski telah melalui empat periode kepemimpinan berbeda.

Nasib Gedung Kesenian Mbatuaji dari Masa ke Masa
Gedung ini telah menjadi bahan perbincangan sejak lama, dengan berbagai upaya diskusi yang dilakukan oleh pihak yang menempati gedung. Berikut rekam jejak perjalanan nasib Gedung Kesenian Mbatuaji:

1. Era Walikota Almh. Embuk Rumpoko (2016) – Upaya pertama dilakukan untuk memetakan masa depan gedung, namun belum ada solusi konkret.
2. Era Walikota Dewanti Rumpoko (2018) – Diskusi kembali digulirkan, tetapi belum ada keputusan yang mengikat.
3. Era PJ Walikota Batu (2022)– Pembahasan sempat mengemuka, tetapi lagi-lagi tak membuahkan hasil.
4. Pemerintah Sekarang (2024-2025) – Harapan baru muncul, namun masih menunggu realisasi.

“Kami sudah berusaha melalui berbagai ruang diskusi di tiga periode, bahkan hampir empat periode. Semua ada rekam jejak digitalnya. Kami hanya menunggu pemerintah yang baru ini bisa memberikan solusi terbaik,” ujar bebetapa pihak yang dahulu pernah menempati gedung.

Perspektif Penghuni Gedung: “Kami Ingin Kepastian
Bagi para seniman dan pengelola yang menggunakan Gedung Mbatuaji, gedung ini bukan sekadar bangunan, melainkan ruang hidup bagi kreativitas. Mereka mengaku telah berulang kali mengajukan aspirasi, tetapi respons pemerintah dinilai lamban.

“Katanya gedung ini milik Pemkot, tapi kenapa nasibnya dibiarkan tak jelas? Kami sudah lelah menunggu. Mugo-mugo (semoga) kali ini ada hasilnya,”keluh beberapa seniman di group WA.

Pandangan Pemerintah Kota Batu: Aset atau Beban?
Sementara itu, dari sisi Pemkot Batu, gedung ini disebut sebagai aset daerah. Namun, belum ada langkah tegas untuk merevitalisasi atau menetapkan kebijakan yang jelas.

Harapan ke Depan
Masyarakat seni Kota Batu berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata—entah dengan merenovasi, menyerahkan pengelolaan secara resmi, atau memfungsikannya sesuai peruntukan semula.

“Kami tidak mau lagi hanya jadi penonton. Gedung ini harus hidup kembali, demi seni dan budaya Kota Batu,” tegas mereka.

Artikel ini dikembangkan berdasarkan fakta dan aspirasi yang berkembang di lapangan. Pemkot Batu diharapkan dapat memberikan kejelasan agar Gedung Kesenian Mbatuaji tidak terus menjadi simbol keterlantaran.

Sumber: Adaptasi dari laporan persindonesia.co.id dengan pengembangan narsum lebih mendalam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!