Sidoarjo, Persindonesia.co.id . Sebuah semangat baru bergema di ruang pertemuan Kantor Kecamatan Sedati, Senin pagi (15/6/2026). Puluhan pemangku kepentingan dari berbagai lini duduk bersama dalam Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Kecamatan Sehat (FKKS) Kecamatan Sedati Tahun 2026. Bukan sekadar agenda seremonial, pertemuan yang berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga selesai ini menjadi momen penting untuk menyatukan langkah mewujudkan lingkungan yang bersih, aman, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga Sedati.
Di tengah gempuran urbanisasi dan tantangan kesehatan lingkungan di kawasan pesisir timur Surabaya ini, FKKS Sedati mengusung satu kesadaran bersama: Kecamatan Sehat tidak bisa dijalankan sendiri-sendiri. Butuh kolaborasi sejati antara pemerintah kecamatan, desa, puskesmas, TNI, Polri, kader kesehatan, hingga ibu-ibu PKK.
Pj Camat Dedy Kurniawan Wibowo: Bukan Sekadar Program, Tapi Gerakan Budaya
Penjabat (Pj) Camat Sedati, Dedy Kurniawan Wibowo, SSTP, yang memimpin langsung rapat koordinasi tersebut, menegaskan bahwa program Kecamatan Sehat harus bertransformasi menjadi gerakan bersama yang membudaya di masyarakat.
“Keberhasilan program Kecamatan Sehat membutuhkan dukungan semua pihak. Sinergi antarinstansi dan partisipasi masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman,” ujar Dedy dalam sambutannya.
Menurutnya, selama ini banyak program kesehatan lingkungan yang berjalan sendiri-sendiri, tanpa koordinasi yang matang. Akibatnya, dampaknya tidak maksimal. Dengan adanya FKKS, seluruh pemangku kepentingan duduk dalam satu meja untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan secara bersama.
“Kami tidak ingin kecamatan sehat hanya menjadi slogan. Kami ingin setiap RT, setiap RW, setiap desa di Sedati merasakan manfaatnya: udara lebih bersih, selokan tidak mampet, tidak ada genangan, dan warga lebih sadar pola hidup bersih dan sehat,” tegasnya.
Hadirkan Istri Bupati dan Bappeda, Bukti Komitmen Serius
Salah satu yang menarik perhatian dalam rakor FKKS Sedati kali ini adalah kehadiran Ibunda Dr. Sriyatun, istri Bupati Sidoarjo, yang hadir mewakili Bupati. Turut pula hadir unsur dari Bappeda Kabupaten Sidoarjo sebagai narasumber. Kehadiran dua unsur penting ini menunjukkan bahwa program Kecamatan Sehat tidak hanya menjadi urusan kecamatan, tetapi sudah menjadi prioritas pembangunan daerah.
“Rangkaian giat yang terkait dengan Forum Komunikasi Kecamatan Sehat 2026, dengan menghadirkan unsur narasumber dari Bupati dan BAPPEDA, dalam rangka melaksanakan kegiatan komunikasi Kecamatan Sehat sebagai wadah yang strategis untuk perencanaan kegiatan terkait budaya sehat, bersih, nyaman di wilayah Sedati,” jelas Pj Camat Dedy.
Bappeda memberikan pemaparan tentang indikator Kecamatan Sehat yang terukur, mulai dari akses air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi dasar, hingga cakupan imunisasi dan penurunan angka stunting. Semua indikator itu harus dicapai melalui kerja sama lintas desa dan lintas sektor.
Peran Desa dan Kader Kesehatan sebagai Ujung Tombak
Rapat koordinasi ini juga dihadiri oleh seluruh kepala desa se-Kecamatan Sedati, perangkat desa, kader kesehatan, Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta pengurus TP PKK. Mereka didorong untuk mengoptimalkan program kesehatan lingkungan di wilayah masing-masing.
Beberapa fokus utama yang disepakati dalam rakor:
· Pengelolaan sampah dari sumbernya hingga pengangkutan.
· Pencegahan penyakit berbasis lingkungan, seperti DBD dan diare.
· Peningkatan kesadaran masyarakat tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
· Penguatan posyandu dan layanan kesehatan primer.
“Kader kesehatan, TPK, dan PKK adalah ujung tombak di tingkat desa. Merekalah yang setiap hari bersentuhan langsung dengan warga. Edukasi yang konsisten dari mereka akan mengubah perilaku masyarakat secara perlahan tapi pasti,” ujar salah satu perwakilan puskesmas yang hadir.
Babinsa dan Unsur Keamanan Ikut Mengawal
Tidak ketinggalan, Babinsa Koramil Sedati juga hadir dalam forum tersebut. Kehadiran aparat TNI ini menjadi simbol bahwa program Kecamatan Sehat juga membutuhkan dukungan dari aspek keamanan dan ketertiban. Babinsa berperan dalam menggerakkan masyarakat melalui pendekatan kewilayahan yang sudah melekat.
“Kami dari Koramil siap mendukung program-program yang sudah dirancang. Apalagi yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan dan gotong royong. Itu sudah menjadi budaya kami juga,” ujar seorang Babinsa usai rapat.
Target ke Depan: Sedati Sehat, Sidoarjo Makin Maju
Melalui rapat koordinasi ini, FKKS Sedati berharap seluruh unsur yang terlibat dapat meningkatkan koordinasi dan memperkuat kerja sama di lapangan. Program-program yang telah direncanakan tidak boleh hanya berhenti di atas kertas, tetapi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami optimis, dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Kecamatan Sedati akan semakin bersih, sehat, aman, dan tertata. Ini fondasi penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sidoarjo,” tutup Pj Camat Dedy.

jatimwarya.com akan terus memantau implementasi program FKKS Sedati. Sinergi yang sudah terbangun ini harus dijaga dan terus diperkuat. Karena kecamatan sehat bukanlah tujuan akhir, melainkan jalan menuju Indonesia yang lebih sehat.
Ad/Endry









