JAKARTA, Persindonesia.co.id — Setelah sukses diselenggarakan pada tahun 2019, 2022, dan 2023, Konser Akbar Monas kembali hadir pada Sabtu, 18 Juli 2026 pukul 18.30 WIB di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Gratis, tanpa registrasi, dan terbuka bagi seluruh masyarakat, konser ini menjadi konser musik klasik ruang terbuka terbesar di Indonesia .
Diselenggarakan oleh Aula Simfonia Jakarta (ASJ), konser ini menghadirkan lebih dari 200 musisi dan penyanyi dari Jakarta Simfonia Orchestra (JSO) dan Jakarta Oratorio Society (JOS). Repertoar tahun ini memadukan karya-karya agung musik klasik dunia dengan lagu-lagu kebangsaan Indonesia dalam sebuah pertunjukan berskala internasional.
Pengalaman Musik Kelas Dunia, Terbuka untuk Semua
Di bawah langit Jakarta dan berlatar Monumen Nasional, masyarakat akan menikmati penampilan JSO dan JOS, yang akan menghadirkan pengalaman musik klasik bertaraf internasional. Sesuai dengan semangat inklusivitas yang telah menjadi ciri khas Konser Akbar Monas sejak awal, konser ini gratis, tidak dipungut biaya, dan tanpa registrasi. Masyarakat cukup datang dan menikmati pengalaman musik klasik kelas dunia di ruang publik milik bersama.
Target penonton tahun ini mencapai 30 ribu orang, meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Sejak pertama digelar pada 2019, konser ini telah menarik lebih dari 80.000 pengunjung . Akses menuju lokasi juga dipastikan mudah dijangkau melalui pintu timur, utara, maupun sisi barat kawasan Monas. Penyelenggara menggandeng berbagai pihak, termasuk BUMN, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pengelola Monas, dan aparat kepolisian untuk mendukung aspek pengamanan dan rekayasa lalu lintas .
Kualitas Pertunjukan Tetap Utama
Untuk menjaga kualitas pertunjukan di ruang terbuka, panitia menyiapkan panggung dengan desain khusus yang memungkinkan seluruh musisi dapat saling mendengar secara optimal saat tampil. Sistem tata suara juga dirancang secara khusus dengan penambahan perangkat audio di berbagai titik kawasan konser agar kualitas suara tetap merata dan nyaman dinikmati oleh seluruh penonton .

Ketua panitia penyelenggara, Timothius, menyatakan bahwa konser ini bukan sekadar pertunjukan musik, tetapi bagian dari perjalanan membangun budaya menikmati musik klasik di Indonesia. “Kami melihat apresiasinya terus tumbuh dari tahun ke tahun,” ujarnya dalam konferensi pers di Aula Simfonia Jakarta .
( Ims/Hr )
Baca juga ;









