JAKARTA, Persindonesia.co.id — Di tengah sorotan isu “Perang Bintang” antara Polri dan Kejaksaan Agung, publik kembali mengingat rekam jejak Jampidsus Febrie Adriansyah. Nama Febrie sendiri bukanlah sosok baru di ranah pemberantasan korupsi. Sebelum menjabat Jampidsus, Febrie menangani sejumlah perkara korupsi besar yang nilainya mencapai ratusan triliun rupiah.

Beberapa kasus besar yang pernah ditanganinya adalah skandal Jiwasraya dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp16,8 triliun dan kasus Asabri dengan nilai kerugian ditaksir sebesar Rp22,8 triliun . Besarnya nilai kerugian dari kedua perkara ini menjadikannya sorotan utama dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
Kasus PT Timah
Sementara kasus ketiga adalah dugaan korupsi di PT Timah yang diperkirakan merugikan negara hingga Rp300 triliun. Kasus ini menjadi salah satu perkara korupsi terbesar dalam sejarah Indonesia dan menempatkan Febrie sebagai jaksa yang menangani kasus-kasus strategis.
Karier di Kejaksaan
Febrie Adriansyah pertama kali bertugas di Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, Kerinci, Jambi, pada tahun 1996. Sebelum menjabat Jampidsus, ia berada di jajaran penyidikan pidana khusus Kejaksaan Agung dan menangani sejumlah perkara korupsi besar lainnya. Pada Januari 2022, ia dilantik sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus .

Spekulasi dan Harapan Publik
Munculnya isu “Perang Bintang” ini mengingatkan publik pada insiden penguntitan terhadap Febrie oleh anggota Densus 88 Polri pada Mei 2024 lalu. Saat itu, Febrie membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menyebut persoalan itu telah menjadi urusan kelembagaan antara Kejagung dan Polri .
Kini, publik kembali dihadapkan pada dinamika antarlembaga yang sama. Harapan publik adalah agar proses hukum berjalan berdasarkan alat bukti, transparan, dan bebas dari pengaruh rivalitas maupun kepentingan politik. Masyarakat menunggu kejelasan kasus ini, termasuk isi brankas yang disita dari kafe Cipete dan hubungannya dengan dugaan korupsi batu bara.
( Red )
Dugaan berawal dari ;
▶️PERANG BINTANG?
➡️Berawal dari mati lampu yg terjadi di banyak wilayah Indonesia beberapa waktu terakhir. Kortastipidkor Polri mengusut dugaan korupsi dan TPPU dalam pengadaan serta pemenuhan pasokan batu bara untuk sejumlah PLTU periode 2018-2026.
➡️Penyidik menduga terdapat penyimpangan dalam kontrak, kualitas, kuantitas, hingga aliran dana yang diperkirakan menimbulkan kerugian negara dalam jumlah besar.
➡️Dalam pengembangan perkara itu, pada 8 Juli 2026 penyidik menggeledah sebuah kafe di Cipete yang disebut berkaitan dengan Febrie Adriansyah.
➡️Dari lokasi tersebut ditemukan sebuah brankas besar yang kini disita untuk kepentingan penyidikan. Hingga saat ini, penyidik belum mengumumkan isi brankas maupun menjelaskan hubungan barang bukti itu dengan konstruksi perkara.
➡️Peristiwa ini langsung menyita perhatian karena Febrie bukan sosok biasa.
➡️Sebagai Jampidsus di Kejaksaan Agung, ia memimpin pengusutan sejumlah perkara korupsi besar seperti Korupsi BTS 4G Kominfo, Korupsi tata niaga timah, Korupsi tata kelola minyak mentah Pertamina, Korupsi fasilitas ekspor CPO, hingga terakhir kasus pengadaan Chromebook Nadiem Makarim.
➡️Karena itu, perhatian publik kini tidak hanya tertuju pada perkara batu bara, tetapi juga pada relasi antarlembaga penegak hukum.
Di satu sisi, Polri melalui Kortastipidkor menangani penyidikan ini.
➡️Di sisi lain, Kejaksaan Agung di bawah kepemimpinan Jampidsus selama ini justru menjadi ujung tombak pengungkapan korupsi besar.
➡️Publik tentu berharap proses hukum berjalan berdasarkan alat bukti, transparan, dan bebas dari pengaruh rivalitas maupun kepentingan politik.
➡️Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang menetapkan Febrie Adriansyah sebagai tersangka dalam perkara tersebut.
Kita tunggu info selanjut, lagi panas ini…
Baca juga;
Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Channel Persindonesia.co.id Melalui Channel Yuotube, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita update yang menarik. Mulai Saluran Tiktok, IG, Snackvideo, LinkedIn, Facebook, Tumblr, Pinterest, Twiter hingga Youtube dan sebagainya terupdate dari Persindonesia.co.id.Untuk dapat menontonnya silakan klik dibawah ini :









