KABUPATEN TANGERANG, Persindonesia.co.id — Sebanyak 150 murid SMP Negeri 1 Rajeg resmi menjadi nasabah Program Simpanan Pelajar (SimPel) dari Bank Central Asia (BCA) pada Senin (29/6/2026). Penyerahan buku tabungan dan kartu ATM berlangsung di mushala sekolah, didampingi oleh orang tua atau wali masing-masing siswa.
Program SimPel yang digagas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini merupakan bentuk edukasi keuangan yang bertujuan menanamkan budaya menabung sejak usia dini sekaligus meningkatkan literasi keuangan di kalangan pelajar. Kehadiran BCA di sekolah ini menjadi angin segar di tengah maraknya gaya hidup konsumtif yang mengintai generasi muda.
Pendampingan dan Kemudahan Akses
Kepala SMPN 1 Rajeg, Drs. Agus Sasono Edi, M.M., menyampaikan apresiasi mendalam kepada BCA atas kerja sama yang telah terjalin dalam mendukung pendidikan karakter melalui pembiasaan menabung.
“Kami mengajarkan kepada murid-murid agar sejak dini memiliki kebiasaan menabung. Alhamdulillah, melalui program dari BCA ini, siswa tidak hanya belajar menabung secara konvensional, tetapi juga mulai mengenal layanan perbankan yang modern. Proses pembukaannya pun mudah, cukup mengisi formulir dengan persetujuan orang tua atau wali. Bahkan setiap siswa memperoleh saldo awal sebesar Rp5.000 sebagai bentuk dukungan dari pihak bank,” ujar Agus dengan penuh semangat .
Menurutnya, kebiasaan mengelola keuangan sejak usia sekolah merupakan bekal penting dalam membentuk karakter disiplin, mandiri, serta bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan di masa depan. Ia berharap program ini dapat menjadi fondasi bagi siswa untuk memahami nilai uang dan pentingnya perencanaan keuangan.
Antusiasme Siswa dan Orang Tua
Salah satu siswa, Rafi (13), mengaku senang dan bersemangat setelah mendapatkan buku tabungan pertamanya. “Senang banget, ini pertama kalinya saya punya tabungan sendiri. Nanti uang jajan yang sisa mau saya tabung,” ungkapnya dengan polos.
Orang tua siswa pun menyambut positif inisiatif ini. Ibu Rina (40), wali dari salah satu siswa, mengungkapkan bahwa program ini membantu mengajarkan anaknya tentang tanggung jawab keuangan. “Selama ini anak saya suka boros jajan, sekarang saya harap dia lebih sadar menabung. Prosesnya juga mudah, kami tinggal tanda tangan persetujuan,” ujarnya.
Keterangan Warga Sekitar:
· Pak Rahmat (52), tokoh masyarakat Rajeg: “Program seperti ini sangat baik untuk generasi muda. Semoga tidak berhenti di sini, tapi terus berlanjut setiap tahun.”
· Bu Rina (40), orang tua siswa: “Anak saya jadi lebih semangat ke sekolah karena punya tabungan sendiri.”









