Kronologi Gempa Magnitudo 7,7 Landa Sekolah SD Davao Filipina, Terjadi saat Para Siswa Upacara Bendera

Mencekam! Video Viral Perlihatkan Murid dan Guru Berusaha Bertahan di Lapangan, Gempa Terkuat di Filipina Sepanjang 2026 Kronologi gempa M7,7 di Davao Filipina: Terjadi saat upacara bendera, siswa dan guru histeris lalu saling berpeluk. Mencekam sekaligus haru. 🇵🇭😢

Manila, 8 Juni 2026, Persindonesia.co.id – Senin pagi biasanya identik dengan semangat memulai pekan. Bendera merah, putih, dan biru dengan matahari di tengahnya—sang symbol nasional Filipina—sedang dinaikkan perlahan di halaman SD Mahayahay, Davao Occidental. Para siswa menyanyikan lagu kebangsaan dengan penuh penghayatan. Guru-guru berdiri tegap di belakang barisan. Tak ada yang tahu bahwa dalam hitungan detik, semuanya akan berubah.

Pukul 07.32 WITA, bumi berguncang. Awalnya hanya getaran kecil seperti truk besar lewat. Namun dalam sekejap, getaran itu berubah menjadi guncangan dahsyat yang membuat orang sulit berdiri. Tanah bergoyang ke kiri dan ke kanan. Pohon-pohon di sekitar lapangan bergoyang hebat. Bangunan sekolah yang kokoh pun tampak oleng.

“Gempa!” teriak seseorang. Sebuah teriakan yang langsung direspons dengan kepanikan massal.

Di video yang kemudian viral di media sosial, terlihat puluhan siswa SD berlarian mencari perlindungan. Namun guncangan terlalu kuat untuk berlari. Beberapa anak jatuh tersungkur di rumput. Yang lain hanya bisa jongkok sambil menangis, tangan di atas kepala. Seorang guru laki-laki berusaha menenangkan, tetapi suaranya tenggelam oleh jeritan anak-anak dan gemuruh tanah yang bergerak.

Akun Instagram @infogempadunia mengunggah rekaman tersebut pada hari yang sama. “Para siswa dan guru berusaha berpegangan ke tanah akibat guncangan hebat,” tulis keterangan dalam unggahan itu. Hingga berita ini diturunkan, video tersebut telah ditonton lebih dari 15 juta kali.

Apa yang membuat video ini begitu memilukan bukan hanya kepanikannya, tetapi juga momen setelahnya. Saat guncangan mulai mereda, para guru yang semula juga ketakutan segera berhimpun di tengah lapangan. Mereka memanggil murid-muridnya satu per satu. Anak-anak yang terpisah dari kelompoknya berlari kecil ke arah suara guru mereka.

Kemudian, terjadilah momen yang membuat banyak warganet menangis. Para siswa dan guru saling berpeluk. Mereka membentuk lingkaran, berpelukan erat. Tubuh-tubuh kecil itu masih gemetar. Beberapa masih menangis. Namun dalam pelukan itu, ada rasa aman. Ada pesan yang tidak diucapkan: “Kita bersama, kita selamat.”

“Mereka saling berpeluk erat demi melindungi orang-orang di sekitarnya,” tulis akun @infogempadunia melanjutkan.

Salah satu guru yang hadir dalam kejadian itu, Maria Fe Delos Santos (34), menceritakan pengalamannya kepada media lokal Filipina, ABS-CBN. “Saya takut mati. Saya jujur. Tapi ketika saya melihat anak-anak menangis, saya lupa ketakutan saya. Saya harus menguatkan mereka. Saya memeluk mereka satu per satu. Saya bilang, ‘Tuhan beserta kita. Kita akan baik-baik saja.'”

Ia juga mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam karena upacara bendera dilaksanakan di lapangan. “Jika kami berada di dalam kelas, saya tidak bisa membayangkan. Bangunan sekolah kami cukup tua. Mungkin akan runtuh. Ini benar-benar keajaiban,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Kepala Sekolah SD Mahayahay, Ramon C. Fernandez, dalam pernyataan resmi yang dibagikan melalui grup WhatsApp orang tua murid, mengatakan bahwa seluruh siswa dan guru dalam keadaan selamat. “Tidak ada korban jiwa di sekolah kami. Semua sudah kami evakuasi ke tempat yang lebih aman. Kami mohon doa dari semua pihak,” tulisnya.

Namun kabar baik dari SD Mahayahay tidak sepenuhnya mencerminkan situasi di seluruh Davao. Pemerintah setempat melaporkan bahwa beberapa bangunan di pusat kota mengalami kerusakan. Retak-retak besar tampak di dinding gedung-gedung tua. Beberapa jembatan dilaporkan ambruk. Layanan listrik dan komunikasi sempat terputus di beberapa distrik.

Presiden Filipina, dalam pidato darurat yang disiarkan televisi, menyatakan bahwa pemerintah akan mengerahkan seluruh sumber daya untuk penanganan darurat. “Kami sedang mengumpulkan data. Kami akan segera memberikan bantuan kepada yang membutuhkan. Saya meminta semua warga untuk tetap tenang dan mengikuti arahan otoritas setempat,” ujarnya.

Gempa ini mencatatkan diri sebagai guncangan terkuat yang melanda Filipina sepanjang tahun 2026. Namun menariknya, tidak semua lembaga pemantau gempa sepakat mengenai kekuatan gempa ini. Perbedaan data magnitudo mencuat ke publik.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia mencatat gempa ini berkekuatan magnitudo 7,7. Sementara itu, Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (PHIVOLCS) melaporkan magnitudo 7,0. United States Geological Survey (USGS) mencatat angka yang lebih tinggi, yaitu magnitudo 7,8. Sedangkan Badan Meteorologi Malaysia melaporkan magnitudo 7,9.

Perbedaan ini biasa terjadi karena setiap lembaga menggunakan metode perhitungan dan stasiun pemantau yang berbeda. Namun berapa pun angkanya, yang jelas guncangan ini terasa sangat kuat. Ratusan kilometer dari episentrum, orang-orang merasakan getaran yang membuat mereka keluar rumah.

Gempa besar di Mindanao ini juga memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah Indonesia. BMKG melaporkan bahwa gelombang tsunami telah terdeteksi di beberapa lokasi pemantauan, termasuk Kedi di Maluku Utara, Ulu Siau di Sulawesi Utara, dan Melonguane juga di Sulawesi Utara.

“Berdasarkan pemantauan, gelombang tsunami yang terdeteksi masih dalam kategori aman dan tidak membahayakan. Namun kami tetap mengimbau masyarakat pesisir untuk waspada,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG dalam keterangan persnya.

Peringatan dini yang sempat membuat panik warga di pesisir timur Indonesia akhirnya dicabut beberapa jam kemudian setelah BMKG memastikan tidak ada ancaman gelombang besar.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan di Filipina masih terus melakukan pencarian dan evakuasi di lokasi-lokasi yang dilaporkan mengalami kerusakan parah. Jumlah korban jiwa sementara masih dalam pendataan. Namun dari video viral yang menyebar dari SD Mahayahay, setidaknya kita tahu bahwa di tengah bencana yang mencekam, ada secercah harapan. Anak-anak itu selamat. Mereka dipeluk. Mereka dilindungi.

Dan di media sosial, doa terus mengalir. Dari Indonesia, Malaysia, Brunei, hingga negara-negara lain di Asia Tenggara, warganet bahu-membahu mendoakan saudara mereka di Filipina.

“Kami bersaudara. Kami satu rumpun. Semoga Allah melindungi saudara-saudara kita di Filipina,” tulis akun @bang_heru dari Medan.

“Air mata saya tumpah melihat video itu. Anak-anak sekecil itu sudah mengalami ketakutan sebesar itu. Semoga cepat pulih,” tulis akun @lina_wati dari Surabaya.

Gempa magnitudo 7,7 di Filipina akan tercatat dalam sejarah. Namun yang lebih berkesan daripada angka magnitudo adalah gambar para siswa dan guru yang saling berpeluk di lapangan. Itu adalah potret kemanusiaan yang tidak akan lekang oleh waktu.

 

Stef/Bryn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version