BANDUNG, Persindonesia.co.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai solusi peningkatan gizi anak bangsa ternyata menjadi ladang empuk bagi oknum tidak bertanggung jawab. Sebuah jaringan penipuan skala besar berhasil dibongkar Polda Jawa Barat, dengan korban mencapai 13 orang dan kerugian menembus Rp1,9 miliar.
Kasus ini bermula dari janji manis pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai “dapur MBG”. Para tersangka menjanjikan kepada calon mitra bahwa mereka bisa “membukakan” akses menjadi penyedia layanan MBG—tentu saja dengan sejumlah uang pelancar.
Empat orang kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Mereka adalah YRN, OSP, AN, AY, dan OY dengan peran yang berbeda-beda dalam jaringan ini.
Kronologi: Dari Laporan Korban hingga Pengungkapan
Kasus ini terungkap setelah dua laporan polisi masuk ke Polda Jabar pada awal Januari 2026. Laporan pertama datang dari wilayah Kota Bandung, laporan kedua dari Banjar. Keduanya memiliki pola yang nyaris sama: korban dijanjikan bisa membuka dapur MBG setelah menyetor sejumlah uang.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jabar, Kombes Pol Ade Sapari, menjelaskan bahwa tersangka utama yang menghubungi korban adalah seseorang berinisial YRN.
“Modus operandi tersangka YRN menawarkan dan menjanjikan kepada para korban di Banjar dapat membuka SPPG dengan syarat memberikan uang Rp75 juta hingga Rp150 juta,” kata Ade dalam ekspos kasus, Rabu (20/5/2026).
Besaran setoran bervariasi tergantung pada “paket” yang ditawarkan oleh YRN. Semakin besar uang yang disetor, semakin besar pula “skala dapur” yang dijanjikan.
ID Palsu dan Titik Koordinat Fiktif: Senjata Andalan Tersangka
Apa yang membuat para korban percaya? Jawabannya terletak pada dokumen palsu yang disebarkan oleh jaringan ini.
Menurut Ade Sapari, YRN dan kawan-kawan menyediakan ID (kartu identitas) palsu yang mengatasnamakan Badan Gizi Nasional (BGN). Kartu ini diklaim sebagai tanda pengesahan bahwa calon mitra telah disetujui untuk membuka SPPG.
Tidak hanya itu, mereka juga memberikan titik koordinat lokasi yang diklaim sebagai lokasi dapur MBG yang telah “disetujui BGN”. Padahal, setelah dilakukan penelusuran oleh penyidik, BGN tidak pernah menerbitkan dokumen semacam itu.
“BGN sendiri tidak pernah menerima apapun. ID dan koordinat itu murni palsu,” tegas Ade.
Aliran Dana: Rp1 Miliar untuk Otak Utama
Dari hasil penyidikan, polisi berhasil melacak aliran dana korban yang seluruhnya berjumlah Rp1,963 miliar. Uang tersebut dikirim oleh para korban ke rekening milik AN.
Selanjutnya, AN bertugas mendistribusikan uang tersebut ke para tersangka lainnya dengan rincian:
· AN: Rp400 juta
· YRN: Rp334 juta
· OY: Rp329 juta
· OSP: Rp1 miliar
Dari rincian tersebut, OSP menempati posisi sebagai penerima dana terbesar, sehingga diduga kuat sebagai otak utama atau pengendali jaringan penipuan ini.
Pencatutan Nama Pejabat BGN: Klaim Keponakan Sony Sonjaya
Salah satu faktor yang membuat korban semakin yakin adalah pengakuan OSP yang mengaku sebagai keponakan langsung dari Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya.
Klaim ini menjadi “kartu truf” yang mematikan. Dengan membawa-bawa nama pejabat tinggi BGN, para korban mengira bahwa proyek dapur MBG yang ditawarkan adalah proyek resmi dengan koneksi kuat di pusat.
Sony Sonjaya, ketika dikonfirmasi, mengaku sangat dirugikan dengan pencatutan namanya. Namun, ia memilih untuk belum mengambil langkah hukum.
“Sebetulnya saya dari awal bisa saja melaporkan perbuatan tidak menyenangkan karena nama saya dicatut. Cuma, kalau setiap ada kasus saya harus melapor, kapan saya kerjanya?” ujar Sony dalam keterangan tertulis, Rabu (20/5/2026).
Sebaliknya, Sony memilih untuk fokus pada tugas pokoknya di BGN. Ia menegaskan bahwa kasus ini adalah ranah pidana yang sepenuhnya menjadi domain aparat penegak hukum.
“Saya fokus melaksanakan tugas pokok karena saya paham betul ini adalah ranah pidana dan merupakan domain para aparat penegak hukum,” imbuhnya.
Modus yang Terencana Rapi
Kasus ini menunjukkan betapa terencananya jaringan penipuan ini. Mereka tidak hanya mengandalkan janji lisan, tetapi juga menyiapkan dokumen pendukung palsu yang meyakinkan. ID palsu, titik koordinat, hingga klaim hubungan keluarga dengan pejabat BGN adalah bagian dari skenario yang dirancang rapi.
Para tersangka tampaknya memahami bahwa antusiasme masyarakat terhadap program MBG sangat tinggi. Banyak pengusaha kecil, koperasi, dan individu yang ingin berpartisipasi dalam program bergengsi ini. Sayangnya, semangat itu dimanfaatkan oleh oknum.
Imbauan BGN: Pendaftaran Hanya Via Daring
Menyikapi kasus ini, Sony Sonjaya mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan oknum yang menjanjikan dapat membukakan dapur SPPG. Ia memastikan bahwa satu-satunya jalur pendaftaran SPPG adalah secara daring melalui kanal resmi BGN.
“Masih banyak oknum-oknum yang bergentayangan. Oleh karena itu, jangan mau menjadi korban penipuan,” tandas Sony.
Ia juga mengingatkan bahwa BGN tidak pernah memungut biaya sepeser pun dalam proses pendaftaran atau verifikasi mitra SPPG. Setiap tawaran yang mensyaratkan setoran uang harus dicurigai sebagai penipuan.
Pengejaran Tersangka dan Langkah Selanjutnya
Polda Jabar saat ini terus melakukan pengejaran terhadap keempat tersangka yang masuk DPO. Ade Sapari mengajak masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan para tersangka untuk segera melapor.
“Kami akan kejar mereka sampai ke ujung mana pun. Ini bukan sekadar kerugian materi, tapi juga mencoreng nama baik program pemerintah yang sedang berjalan,” tegas Ade.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak. Di tengah euforia program nasional, kewaspadaan publik tidak boleh kendor. Setiap tawaran kerja sama yang mengatasnamakan program pemerintah harus selalu dikroscek ke kanal-kanal resmi.
BGN sendiri berencana untuk meningkatkan sosialisasi tentang prosedur pendaftaran SPPG yang benar, agar masyarakat tidak mudah terjebak oleh modus penipuan serupa di masa mendatang.
( Red )
Baca juga:
Sekretariat PPA BIRR di Jalan Diran Jadi Pusat Berkah Ramadhan 1447 H









