PJT I buka pintu air 18-23 Mei 2026; Arus Sungai Brantas naik drastis; Warga tetap nekat cari ikan meski dilarang

air deras keluar dari pintu air Bendungan Wlingi Raya saat kegiatan pladu atau flushing 18 Mei 2026 Air berwarna coklat keruh keluar deras dari celah pintu air bendungan. Percikan air membasahi area sekitar. Latar belakang menunjukkan struktur beton bendungan yang kokoh dengan langit biru cerah.

BLITAR, Persindonesia.co.id – Debit air Sungai Brantas meningkat drastis sejak Senin (18/5/2026) pagi. Perum Jasa Tirta I (PJT I) resmi memulai kegiatan pladu atau flushing Waduk Wlingi dan Lodoyo di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Kegiatan yang berlangsung selama enam hari, hingga Sabtu (23/5/2026), bertujuan membersihkan endapan lumpur dan sedimen di dasar waduk agar daya tampung air tetap optimal.

Namun, di balik upaya teknis menjaga fungsi waduk, pladu juga memiliki sisi lain yang tak kalah menarik: tradisi turun-temurun yang dikenal warga sekitar sebagai “pesta rakyat” untuk menangkap ikan yang terbawa arus deras.

Pladu untuk Jaga Fungsi Waduk

Flushing atau pladu dilakukan rutin oleh PJT I untuk menggelontor endapan lumpur dan sedimen di dasar waduk. Tujuannya agar daya tampung air tetap optimal, terutama menjelang musim kemarau yang diprediksi akan tiba dalam beberapa pekan ke depan.

“Kegiatan ini krusial untuk menjaga ketersediaan air irigasi bagi lahan pertanian, kebutuhan domestik masyarakat, serta pengendalian banjir. Lumpur yang mengendap terus-menerus akan mengurangi kapasitas waduk. Jika tidak dikeluarkan secara berkala, fungsi waduk akan terganggu,” jelas Kepala Bagian Operasional PJT I dalam keterangan resminya.

Selama proses pladu berlangsung, pintu air di Bendung Lodoyo dibuka lebih dulu, kemudian dilanjutkan dengan Bendungan Wlingi Raya. Pelepasan air ini dipastikan akan membuat debit dan arus Sungai Brantas meningkat drastis di wilayah hilir, meliputi Kabupaten Tulungagung, Kediri, Blitar, hingga Surabaya.

Waspada Banjir dan Arus Deras

PJT I bersama Polres Blitar mengimbau warga di sepanjang aliran Sungai Brantas untuk tidak mendekati sungai selama pladu berlangsung. Arus yang deras dan tidak menentu sangat berbahaya bagi siapa pun yang nekat turun ke sungai.

Debit air Sungai Brantas meningkat drastis selama enam hari ke depan.
Air berwarna coklat keruh keluar deras dari celah pintu air bendungan. Percikan air membasahi area sekitar. Latar belakang menunjukkan struktur beton bendungan yang kokoh dengan langit biru cerah.

Polres Blitar bahkan meningkatkan patroli di titik-titik rawan di sekitar Bendungan Wlingi Raya dan Bendung Lodoyo. Empat kecamatan yang menjadi prioritas pengawasan adalah Talun, Sutojayan, Kanigoro, dan Kademangan.

“Arus saat pintu air dibuka sangat deras dan berbahaya. Kami minta masyarakat tidak nekat turun ke sungai. Ini bukan sekadar imbauan biasa, tapi peringatan keras demi keselamatan jiwa,” tegas Kasi Humas Polres Blitar, Aipda Muheni.

Imbauan ini muncul setelah insiden tragis tahun lalu. Seorang warga bernama KSN (67) asal Dusun Serut, Kanigoro, ditemukan meninggal dunia saat mencari ikan saat pladu. Ia terjebak lumpur dan tubuhnya terseret arus. Tim gabungan sempat melakukan pencarian, namun nyawanya tidak tertolong.

Tradisi “Pesta Rakyat” Tangkap Ikan

Meskipun berbahaya, pladu sudah lama menjadi tradisi tidak resmi yang dinanti-nantikan warga sekitar. Saat air waduk digelontor, banyak ikan yang mabuk atau terbawa arus deras ke hilir. Ikan-ikan berukuran besar seperti nila, mujair, gabus, hingga patin sering kali terdampar di pinggir sungai atau area persawahan.

Momen ini dimanfaatkan warga untuk berburu ikan. Dalam hitungan menit setelah pintu air dibuka, puluhan bahkan ratusan warga sudah berdatangan ke bantaran sungai. Ada yang membawa jala, seser, tangguk, hingga hanya bermodalkan tangan kosong dan ember plastik.

“Ya namanya juga rezeki, Mas. Setiap tahun kami nunggu momen ini. Ikan-ikannya banyak, bisa buat lauk sekeluarga atau dijual. Tahun lalu saya dapat hampir 10 kilo dalam sehari,” ujar Slamet (50), seorang warga Kecamatan Kanigoro, sambil bersiap dengan jala di tangannya.

Aktivitas ini sering disebut “pesta rakyat” karena melibatkan banyak orang dari berbagai desa. Suasana di bantaran sungai hampir mirip dengan hajatan: ramai, penuh canda tawa, dan sesekali teriakan bahagia ketika ada yang berhasil menangkap ikan besar.

Fenomena Ikan Mabuk Air

Secara ilmiah, fenomena ikan yang mudah ditangkap saat pladu terjadi karena ikan-ikan yang terbawa arus deras mengalami stres oksigenasi atau yang biasa disebut “mabuk air” . Perubahan tekanan air dan kadar oksigen secara tiba-tiba membuat ikan kehilangan keseimbangan. Mereka berenang ke pinggir sungai dengan gerakan yang lambat dan tidak terarah.

Inilah yang membuat warga dengan mudah menangkap ikan hanya dengan seser atau bahkan tangan kosong. Namun, di balik kemudahan itu, risiko tetap mengintai.

Petugas Kewalahan Halau Warga

Petugas keamanan bendungan mengaku rutin menghalau warga yang nekat mendekati area berbahaya. Namun, kata mereka, warga seringkali kembali lagi setelah petugas pergi.

“Kami sudah bilang lewat pengeras suara, sudah kami usir, tapi mereka datang lagi dari arah lain. Ada yang bahkan sengaja datang dari desa seberang hanya untuk mencari ikan. Padahal, mereka tidak paham medan sungai di sini,” keluh seorang petugas keamanan bendungan yang enggan disebut namanya.

Ia menambahkan bahwa beberapa warga bahkan berani masuk hingga ke tengah sungai hanya demi mengejar ikan besar. Padahal, di saat yang sama, pintu air di hulu bisa saja dibuka lebih lebar tanpa pemberitahuan sebelumnya.

“Yang paling berbahaya adalah ketika mereka sudah fokus mengejar ikan, mereka lupa dengan kondisi sekitar. Tiba-tiba air naik atau arus menguat, mereka bisa terseret. Tahun lalu korban meninggal karena terjebak lumpur dan tidak bisa keluar,” imbuhnya.

Jadwal Lengkap Pladu Waduk Wlingi-Lodoyo

PJT I merilis jadwal lengkap kegiatan pladu yang berlangsung selama enam hari:

Tanggal Hari Kegiatan
18 Mei 2026 Senin Pembukaan pintu air Bendung Lodoyo
19 Mei 2026 Selasa Pembukaan pintu air Bendungan Wlingi Raya
20 Mei 2026 Rabu Flushing lanjutan
21 Mei 2026 Kamis Flushing lanjutan
22 Mei 2026 Jumat Flushing lanjutan
23 Mei 2026 Sabtu Penutupan pintu air secara bertahap

Selama periode tersebut, arus Sungai Brantas di wilayah hilir akan mengalami fluktuasi. Warga di sepanjang aliran sungai diminta untuk waspada, terutama para petani yang memiliki lahan di dekat sungai dan nelayan yang biasa mencari ikan.

Imbauan untuk Warga yang Ingin Mencari Ikan

Meskipun sangat tidak dianjurkan, PJT I dan Polres Blitar memahami bahwa tradisi mencari ikan saat pladu sudah mengakar di masyarakat. Oleh karena itu, bagi warga yang tetap ingin mencari ikan, diminta untuk:

puluhan warga berbondong-bondong mencari ikan di pinggir Sungai Brantas saat pladu
Puluhan warga turun ke bantaran Sungai Brantas untuk mencari ikan yang terbawa arus saat pladu. Momen ini dikenal sebagai “pesta rakyat” yang dinanti setahun sekali.

1. Tidak masuk ke area sungai, hanya berada di pinggiran yang aman dan tidak licin
2. Tidak membawa anak-anak ke lokasi pencarian ikan
3. Menggunakan alat pelindung seperti pelampung jika terpaksa harus turun
4. Memperhatikan kondisi sekitar, jika air mulai naik segera naik ke darat
5. Tidak berenang atau masuk ke tengah sungai untuk mengejar ikan
6. Saling mengingatkan antar sesama pencari ikan jika ada tanda-tanda bahaya

“Yang terbaik adalah tidak turun ke sungai sama sekali. Keselamatan jiwa jauh lebih berharga daripada sekarung ikan. Kami tidak ingin ada korban jiwa lagi tahun ini,” pungkas Aipda Muheni.

air deras keluar dari pintu air Bendungan Wlingi Raya saat kegiatan pladu atau flushing 18 Mei 2026
Suasana pintu air Bendungan Wlingi Raya saat dibuka untuk kegiatan pladu, Senin (18/5/2026). Air mengalir deras dengan suara gemuruh yang terdengar hingga ratusan meter.

Informasi Lebih Lanjut

Masyarakat dapat mengikuti informasi resmi terkait perkembangan aktivitas waduk melalui:

· Website resmi Perum Jasa Tirta I
· Media sosial PJT I
· Pengumuman dari Polres Blitar dan kantor kecamatan setempat
· Pengeras suara di masjid dan balai desa

PJT I mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya. Selalu cek kebenaran informasi sebelum membagikannya ke orang lain agar tidak menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.

( Hari ,,,)

Baca juga:

Rayakan Hari Keris Nasional dan Sambut Hari Bumi, Dirut Perumda Tugu Tirta dan Kepala Bakorwil III Malang Kompak Kolaborasi untuk Inovasi Air Minum Halal

Tonton juga ;

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Channel  Persindonesia.co.id Melalui Channel Yuotube, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita update yang menarik. Mulai Saluran Tiktok, IG, Snackvideo, LinkedIn, Facebook, Tumblr, Pinterest, Twiter hingga Youtube dan sebagainya terupdate dari Persindonesia.co.id.Untuk dapat menontonnya silakan klik dibawah ini :

https://whatsapp.com/channel/0029Vave4nw6GcGLiRrnuB3H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!