MALANG, PERSINDONESIA.CO.ID – Dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia 2026, Perumda Tirta Kanjuruhan menggelar aksi Jelajah Sumber Air di kawasan wisata Sumber Pitu, Desa Duwet Krajan, Kecamatan Tumpang. Mengusung tema global “Water and Gender: Where Water Flows, Equality Grows”, kegiatan ini tidak hanya menyoroti isu konservasi air, tetapi juga menekankan pentingnya kesetaraan gender dalam pengelolaan sumber daya air.
Aksi jelajah ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam melibatkan perempuan secara aktif di sektor ketahanan air, khususnya di wilayah Kabupaten Malang.
Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan, H. Syamsul Hadi, menegaskan bahwa keterlibatan perempuan bukan sekadar simbolis. Dalam kegiatan ini, para perempuan dilibatkan mulai dari identifikasi kondisi fisik sumber air hingga evaluasi dampak lingkungan di area tangkapan air.
“Perempuan adalah manajer air yang paling ulung di tingkat rumah tangga. Dengan melibatkan mereka secara aktif dalam aksi jelajah sumber ini, kami ingin memastikan bahwa kebijakan pengelolaan air kami lebih inklusif, empatik, dan berkelanjutan,” ujar H. Syamsul Hadi di sela-sela kegiatan, Senin (13/4/2026).
Turut hadir dalam rombongan tersebut jajaran direksi, Kepala Satuan Pengawasan Intern (SPI), Kepala Puslitbang, para kepala bagian, serta Kepala Unit Layanan dari wilayah Tumpang, Pakis, Jabung, Sawojajar, dan Poncokusumo. Staf teknis lapangan pun turut serta untuk memastikan sinergitas antara kebijakan dan kondisi riil di lapangan.
Selama jelajah, tim melakukan sejumlah aksi nyata, antara lain observasi debit air untuk memastikan stabilitas layanan pelanggan, penanaman pohon di sekitar sumber mata air, serta dialog dengan masyarakat setempat mengenai pentingnya menjaga area mata air dari sampah dan limbah.
Kegiatan ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap beberapa titik sumber air yang menjadi tulang punggung pelayanan di wilayah timur Malang.
Di sela-sela kegiatan teknis, Perumda Tirta Kanjuruhan juga menyalurkan bantuan sosial berupa sembako dan subsidi kepada warga yang bermukim di sekitar sumber air. Langkah ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk menyentuh langsung kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat yang menjaga sumber air juga merasakan manfaat keberadaan air itu sendiri,” tambah salah satu perwakilan manajemen.
Melalui aksi Jelajah Sumber Air ini, Perumda Tirta Kanjuruhan berharap dapat menciptakan standar baru dalam pengelolaan air tidak hanya mengandalkan pendekatan teknis-maskulin, tetapi juga perspektif sosial-humanis yang dibawa oleh perempuan. Koordinasi antar unit layanan di lima wilayah juga diharapkan semakin erat demi menjaga aliran air yang lancar secara kuantitas, terjaga kualitasnya, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
(Byn)









