Jakarta, Persindonesia.co.id – Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) menjalin komunikasi strategis dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI dalam rangka memperkuat sinergi antara pendidikan tinggi dan dunia kerja. Kunjungan Rektor UICI,
Prof. Asep Saefuddin, ke Kantor Kemenaker pada Rabu (14/1/2026), menjadi momentum awal penjajakan kerja sama yang berpotensi besar untuk menjadi model pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) nasional.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, secara resmi menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran pimpinan UICI. Dalam sambutannya, Yassierli menilai UICI memiliki potensi signifikan untuk menjadi mitra pemerintah dalam menjawab tantangan peningkatan kualitas SDM.
Hal ini sejalan dengan visi UICI sebagai perguruan tinggi yang mengedepankan kompetensi digital dan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang fleksibel.
“Alhamdulillah sore ini kami kedatangan tamu dari pimpinan UICI… yang fokus pada kompetensi terkait dengan digital. UICI memiliki misi untuk meningkatkan dan mencerdaskan anak bangsa, dan tentu kami di Kementerian Ketenagakerjaan melihat UICI bisa menjadi salah satu mitra untuk bersama-sama meningkatkan kualitas SDM bangsa ke depan,” ujar Yassierli. Ia menegaskan pertemuan ini sebagai langkah awal yang krusial untuk membangun kolaborasi berkelanjutan.
Di sisi lain, Prof. Asep Saefuddin menyampaikan komitmen UICI untuk berkontribusi nyata terhadap agenda prioritas Kemenaker. Beberapa proposal konkret yang ditawarkan mencakup: (1) Program Pendidikan S1 yang Terjangkau dan Fleksibel bagi aparatur Kemenaker, terutama pegawai di daerah dan staf administrasi, untuk meningkatkan kualifikasi akademik tanpa meninggalkan tugas. (2) Program Pelatihan dan Pendampingan Digital untuk UMKM binaan Kemenaker, yang akan melibatkan dosen dan mahasiswa UICI sebagai fasilitator. Skema ini bertujuan meningkatkan literasi digital pelaku UMKM sekaligus memberi pengalaman belajar berbasis proyek nyata (project-based learning) bagi mahasiswa.
“Kami ingin memastikan lulusan UICI tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi yang selaras dengan kebutuhan pasar kerja nasional dan terhubung langsung dengan ekosistem ketenagakerjaan,” tegas Prof. Asep. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat terciptanya link and match antara dunia pendidikan dengan industri, sekaligus mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Pertemuan ini ditutup dengan komitmen kedua belah pihak untuk segera menindaklanjuti komunikasi menjadi bentuk kerja sama yang resmi dan implementatif.
Baca juga;
Berdiri di Atas Kaki Sendiri, Prabowo Dedikasikan Swasembada Pangan 2025 untuk Para Petani
Sinergi antara Kemenaker dan UICI ini dipandang sebagai respons cerdas terhadap transformasi dunia kerja yang kian dinamis, dengan memanfaatkan teknologi digital untuk perluasan akses pendidikan dan pelatihan berkualitas.
Red









