Sukacita Natal berlanjut di Januari! GPDI Gumuk Dau buktikan kasih Kristus nyata dalam kebersamaan.

KABUPATEN MALANG,Persindonesia.co.id – Sukacita Natal tidak hanya berhenti pada tanggal 25 Desember. Buktinya, Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) Gumuk Dau, Kabupaten Malang, menggelar Ibadah Natal Bersama yang penuh khidmat dan hangat pada Minggu (4 Januari 2026) sore.

Acara yang dihadiri sekitar 200 jemaat dari berbagai latar belakang ini menjadi puncak perayaan sekaligus perwujudan nyata hikmat Natal yang sesungguhnya: menjadi berkat dan perekat kebersamaan.

Moderasi beragama yang hidup dan menghangatkan hati! Apresiasi setinggi-tingginya untuk kehadiran & dukungan Kementerian Agama Kab. Malang.

Perayaan ini diselenggarakan setelah serangkaian kebaktian di bulan Desember 2025. Meski berlokasi di daerah yang terpencil, jauh dari keramaian kota, semangat Natal justru bersinar lebih terang, menyatukan warga Gumuk Dau, jemaat dari gereja sekitar, hingga tamu khusus dari pemerintah.

Pembicara khotbah Natal, menekankan transformasi spiritual yang menjadi inti perayaan. “Kedatangan Kristus ke dunia bukan sekadar kisah lama. Ia adalah pelajaran hidup yang aktif: kita dipanggil untuk menjadi berkat bagi sesama,” tegasnya. “Hikmat Natal mengajak kita keluar dari hidup yang egois dan individualistis. Kita harus inklusif, peduli, dan menjadi terang tepat di lingkungan kita berada. Dengan menjadi saluran berkat, kita sendiri akan diberkati,” lanjutnya, menyentuh hati para hadirin.

Doa, firman, dan makan bersama. Ritual sederhana yang memperkuat ikatan kasih sebagai keluarga Allah Doa, firman, dan makan bersama. Ritual sederhana yg memperkuat ikatan kasih sebagai keluarga Tuhan

Pesan serupa diungkapkan oleh Ketua Panitia, Pendeta Silas, yang mengucapkan terima kasih atas kehadiran semua pihak, termasuk rekan media. “Terima kasih kepada Pendeta Hendro dan seluruh jemaat yang berkenan hadir, merayakan Natal bersama di lokasi yang jauh ini. Ini membuktikan sukacita Natal mengatasi segala batas,” ujarnya.

Panorama Nyala lilin, jemaat GPDI Gumuk Dau sedang melaksanakan ibadah Natal bersama dengan khidmat di dalam gereja yang penuh hiasan perayaan.

Momen yang paling menggembirakan dan menjadi simbol kerukunan nyata adalah kehadiran Bapak Krisna, selaku Penyuluh Agama Hindu dari Kementerian Agama Kabupaten Malang. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan selamat.

Momen kehangatan: Pendeta Silas berfoto bersama, mengobrol dengan Krisna, Penyuluh Agama Kemenag Malang, usai acara bersama media.

“Rasa kekeluargaan dan kehangatan di sini sangat terasa. Tempat ini telah menjadi berkat bagi warga sekitarnya. Inilah yang dinamakan moderasi beragama yang indah,” ujar Krisna dengan penuh haru. “Antara umat Kristen, Muslim, dan semua keluarga sekitar, terasa sekali kehangatan dan kasih.

Kami dari Kementerian Agama mengucapkan Selamat Natal. Kami akan terus mendampingi dan membina, hadir setiap bulan untuk melihat perkembangan dan berdampingan dengan pertumbuhan gereja di sini. Semua terjadi karena kehendak Tuhan,” sambungnya, disambut tepuk tangan meriah.

Sukacita Natal berlanjut di Januari! GPDI Gumuk Dau buktikan kasih Kristus nyata dalam kebersamaan.
Sukacita Natal berlanjut di Januari! GPDI Gumuk Dau buktikan kasih Kristus nyata dalam kebersamaan.

jemaat GPDI Malang, ibadah Natal terpencil, menjadi berkat bagi sesama, kerukunan umat beragama, makan bersama (fellowship), Kabupaten Malang, Dusun Gumuk.

Kehadiran ini menegaskan bahwa toleransi bukan sekadar wacana, melainkan praktik hidup yang dijalankan bersama.

Ibadah yang khidmat ini tidak hanya dihadiri warga Dusun Gumuk dan desa sekitar, tetapi juga menarik jemaat-jemaat senior serta jemaat GPDI dari berbagai daerah seperti Kota Malang, Ngantang, dan Kota Batu. Hal ini menunjukkan besarnya daya tarik persekutuan yang rukun dan hangat di gereja ini.

Ibadah yang khidmat ini tidak hanya dihadiri warga Dusun Gumuk dan desa sekitar, tetapi juga menarik jemaat-jemaat senior serta jemaat GPDI dari berbagai daerah

“Saya berharap, melalui peringatan Natal ini, kita semua dapat hidup lebih baik, lebih perhatian, dan senantiasa berbagi kepada sesama,” tegas Pendeta Silas menutup sambutannya.

Acara pun ditutup dengan doa bersama yang syahdu, dilanjutkan dengan hidangan makan bersama (fellowship meal).

Suasana semakin hangat dengan alunan lagu-lagu rohani yang mengiringi santap malam, mengukuhkan ikatan persaudaraan yang telah terjalin. Perayaan Natal GPDI Gumuk Dau ini menjadi bukti bahwa hakikat Natal—yaitu kasih, pengharapan, dan kedamaian—tetap relevan dan dapat menyatukan semua orang, kapan pun dan di mana pun.

(Byn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!