Kolaborasi TNI-Pemda Batu Gelar Kejuaraan Pencak Silat Nasional, Diikuti 1.200 Pesilat

KOTA BATU,persindonesia.co.id – Sebuah teladan sinergi antara institusi TNI dan Pemerintah Daerah ditunjukkan dalam gelaran Kejuaraan Pencak Silat Nasional di GOR Gajah Mada, Kota Batu, 25-26 Oktober 2025. Acara yang merangkum tiga perayaan penting, yaitu HUT TNI ke-80, Dies Natalis Poltekad ke-37, dan Hari Jadi Kota Batu ke-244, ini sukses menghimpun tidak kurang dari 1.200 atlet dari berbagai penjuru.

Kolonel Inf Hendi Yustian, Direktur Pembinaan Umum Poltekad, menegaskan bahwa event ini memiliki nilai strategis ganda. Pertama, sebagai bentuk bakti TNI kepada masyarakat, dan kedua, sebagai ajang pencarian bibit atlet berprestasi.

Kolaborasi TNI-Pemda Batu Gelar Kejuaraan Pencak Silat Nasional, Diikuti 1.200 Pesilat
Kolaborasi TNI-Pemda Batu Gelar Kejuaraan Pencak Silat Nasional, Diikuti 1.200 Pesilat

“Kami melihat banyak potensi atlet pencak silat, dari kelas junior sampai senior, yang sangat menjanjikan. Dalam konteks yang lebih luas, pencak silat adalah warisan budaya bangsa yang agendanya di tingkat internasional sangat padat. Oleh karena itu, kejuaraan seperti ini adalah wadah yang tepat untuk menyiapkan atlet-atlet tangguh,” tegas Hendi Yustian.

Dari sisi pengelolaan olahraga, Drs. Suyono, pengurus IPSI Kota Batu, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap dukungan penuh dari KONI dan Pemkot Batu. Dukungan tersebut berupa fasilitas akomodasi, transportasi, dan konsumsi, yang membuat atlet merasa nyaman dan termotivasi.

Kolaborasi TNI-Pemda Batu Gelar Kejuaraan Pencak Silat Nasional, Diikuti 1.200 Pesilat
Kolaborasi TNI-Pemda Batu Gelar Kejuaraan Pencak Silat Nasional, Diikuti 1.200 Pesilat

“Kami tidak bekerja sendiri. Dukungan ini sangat berarti untuk membangun ekosistem olahraga yang sehat di Kota Batu. Ke depan, program kami akan lebih terarah, termasuk mengundang pelatih nasional untuk meningkatkan kualitas latihan. Prestasi terbaru kami, meraih medali perak dan perunggu, menjadi bukti bahwa Batu siap bersaing di kancah yang lebih tinggi,” jelas Suyono.

Gelaran kejuaraan ini juga menonjolkan aspek inklusivitas, dengan peserta dari berbagai usia dan perguruan, menandakan bahwa pencak silat sebagai olahraga tradisional tetap relevan dan diminati oleh generasi muda. Acara puncak penyerahan penghargaan akan menutup rangkaian event ini pada Minggu (26/10/2025).

(Byn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!