Pemuda 182 Negara Rilis Rekomendasi Nyata di PBB, Indonesia Kunci Dalam Penyusunan Dokumen Aksi Iklim dan Pendidikan

NEW YORK, Persindonesia.co.id – Pemuda 182 Negara Rilis Rekomendasi Nyata di PBB, sebanyak ribuan pemimpin muda dari 182 negara, termasuk delegasi Indonesia yang diwakili oleh KNPI, telah berhasil merumuskan sejumlah rekomendasi kebijakan konkret dalam forum United Nations Youth Envoy Dialogue di Markas PBB, New York. Dokumen hasil #YouthLead Dialogues ini akan menjadi peta jalan (roadmap) bagi para pemimpin dunia dan organisasi internasional.

Forum yang berlangsung pada 25-27 September 2025 ini, di bawah kepemimpinan Dr. Felipe Paullier (Asisten Sekjen PBB), berhasil mentransformasi aspirasi pemuda menjadi agenda aksi yang terukur. Delegasi Indonesia turut berperan aktif dalam menyusun rekomendasi pada isu-isu kritis, terutama perubahan iklim, kesenjangan digital, dan akses pendidikan.

“Kami tidak hanya berdebat tentang ide, tetapi merancang solusi. Dokumen ini adalah bukti bahwa pemuda sambil duduk bersama merancang langkah-langkah strategis untuk masa depan planet ini,” ujar Bangkit Ausamapta Harvin, mahasiswa S2 Universitas Columbia yang merupakan bagian dari delegasi Indonesia.

Beberapa poin kunci rekomendasi yang dihasilkan mencakup:

1. Perubahan Iklim: Mendesak percepatan transisi energi berkeadilan dan pendanaan inovatif untuk proyek-proyek iklim yang dipimpin pemuda.
2. Kesenjangan Sosial & Ekonomi: Mereformasi sistem ekonomi global untuk memastikan kesempatan kerja yang layak dan inklusif bagi generasi muda, termasuk dukungan bagi wirausaha sosial.
3. Akses Pendidikan: Mendorong digitalisasi pendidikan dan peningkatan kualitas guru di daerah tertinggal, serta kurikulum yang selaras dengan kebutuhan di era Revolusi Industri 4.0.
4. Partisipasi Politik: Menyerukan kuota dan peningkatan kapasitas pemuda di lembaga legislatif dan eksekutif, serta transparansi dalam pengambilan kebijakan publik.

Tantan Taufiq Lubis, Ketua Umum DPP KNPI, dalam pidatonya menegaskan komitmen untuk melanjutkan momentum ini. “Benih perubahan telah ditanam di ruang ini. Rekomendasi ini adalah peta jalan kita. Tugas kita selanjutnya adalah memastikan ia tidak berakhir di rak dokumen, tetapi diimplementasikan dalam aksi nyata di setiap negara,” tegas Tantan.

Dokumen #YouthLead Dialogues diharapkan menjadi referensi wajib bagi para kepala negara yang akan menghadiri Pertemuan Tingkat Tinggi PBB berikutnya. Keaktifan delegasi Indonesia, yang terdiri dari Tantan Taufiq Lubis, Raditya Rachim, dan Bangkit Ausamapta Harvin, memastikan bahwa suara dan kepentingan strategis Indonesia turut membentuk agenda pembangunan berkelanjutan dunia. Forum ini menegaskan bahwa pemuda bukan hanya pemimpin masa depan, melainkan mitra kunci untuk solusi hari ini.

Red/ Bryn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!