Kota Batu, Persindonesia.co.id – Kurang lebih 40 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) mengikuti sosialisasi keselamatan berkendara yang digelar di sekolah mereka. Acara yang menghadirkan narasumber dari Dinas Perhubungan dan Kepolisian Resor (Polres) setempat ini bertujuan menanamkan budaya tertib lalu lintas sejak dini di kalangan pelajar.
Wakil Kepala Sekolah MA Ma’arif Kota Batu, Dwi Siswowati, S.E.,menyambut baik inisiatif ini. Dalam sambutannya, ia menyatakan bahwa sosialisasi semacam ini memberikan manfaat yang besar bagi anak-anak remaja.
“Terima kasih atas sosialisasi ini, Harapannya, anak-anak sekolah dapat mengambil manfaat dari materi yang disampaikan narasumber dan bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya saat berkendara ke sekolah atau ke tempat lain,” ujarnya, Senin (29 September 2025)

Ia juga berharap agar kegiatan edukatif semacam ini bisa berlangsung secara berkesinambungan, tidak hanya sekali atau dua kali.
“Perlu ada kesinambungan karena siswa berubah dari tahun ke tahun. Siswa yang lulus akan digantikan oleh adik kelas yang baru, sehingga mereka juga harus mendapatkan informasi dan pemahaman yang sama tentang keselamatan berlalu lintas,” tambahnya.
Dalam pemaparannya Kanit Kamsel Lantas dari Polres Kota Batu, Nurhadi, menekankan bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Ia mengajak seluruh siswa untuk menanamkan disiplin dalam berlalu lintas.
“Kita semua harus tertib berlalu lintas. Rambu-rambu di jalan bukan hanya hiasan, itu harus dipatuhi oleh semua pengguna jalan,” tegas Nurhadi di hadapan para siswa.

Nurhadi juga memberikan penekanan khusus pada syarat usia dalam berkendara. Ia mengingatkan bahwa batas minimal untuk membuat Surat Izin Mengemudi (SIM) adalah 17 tahun dan harus disertai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
“Saya menekankan, bagi yang sudah cukup umur, sudah mengurus SIM, dan mentaati peraturan lalu lintas, teruslah berhati-hati. Mari kita tanamkan disiplin sejak dini,” ungkapnya.

Pernyataan senada disampaikan oleh perwakilan dari Dinas Perhubungan, Hari Jusanto. Ia menjelaskan bahwa pemberian wawasan dasar tentang lalu lintas penting diberikan, baik bagi pelajar yang sudah mendekati usia berkendara maupun yang belum.
“Bagi yang sudah waktunya untuk memiliki SIM, kita berikan wawasan. Untuk yang belum waktunya, kita sampaikan juga agar mereka memahami. Tujuannya, untuk mengurangi potensi kecelakaan yang melibatkan pelajar,” pungkas Hari Jusanto.
Kegiatan yang diikuti oleh puluhan siswa dari kelas 10, 11, dan 12 ini diharapkan dapat membekali generasi muda dengan pengetahuan dan kesadaran untuk menjadi pengguna jalan yang bertanggung jawab, menciptakan keamanan dan ketertiban berlalu lintas untuk semua.
(Byn)









