KPH Malang ( ADM ) Tinjau Kelestarian Pendakian Gunung Panderman & Bokong

kota Batu, Persindonesia.co.id – Administratur Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan KPH Malang ( ADM), Kelik Jatmiko, melakukan kunjungan kerja ke basecamp pendakian Gunung Panderman dan Gunung Bokong pada akhir pekan lalu. Kunjungan ini bertujuan memantau langsung pelaksanaan operasional pendakian dan upaya pelestarian lingkungan di kawasan hutan tersebut.

Kelik Jatmiko didampingi langsung oleh Akbar, Leader Tim Tiket Pendakian dari aplikasi ADM KPA Perhutani Kota Malang. Menurut Akbar, kunjungan ini fokus pada beberapa aspek krusial:
1. Proses Pendakian:Memahami mekanisme konfirmasi pendakian dan naik ke gunung.
2. Logistik & Barang Bawaan: Meninjau proses Open Carrier (pemeriksaan barang bawaan pendaki) dan pengecekan logistik.
3. Pengelolaan Sampah:Mengevaluasi efektivitas sistem pengecekan dan pengelolaan sampah pendakian.
4. Pelaksanaan SOP: Memantau penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah berjalan di basecamp.

Diskusi Pengembangan dan Pelestarian:
Selama kunjungan, Kelik Jatmiko juga berkeliling ke area basecamp dan jalur pendakian. Tim Tiket Pendakian menjelaskan secara rinci:
* Proses pembuatan jalur pendakian.
* Administrasi perizinan pendakian.
* Aspek-aspek yang perlu dikembangkan dan dijaga, khususnya dari segi kelestarian alam.

KPH Malang Tinjau Kelestarian Pendakian Gunung Panderman & Bokong
KPH Malang Tinjau Kelestarian Pendakian Gunung Panderman & Bokong

Dalam diskusi, Kelik Jatmiko memberikan beberapa masukan penting:
1. Peningkatan SOP: Menekankan agar SOP yang sudah berjalan lebih dijaga dan ditingkatkan lagi. Beliau berharap pelaksanaan SOP yang baik ini bisa menjadi daya tarik tambahan bagi pendaki, menunjukkan komitmen pengelola terhadap kelestarian dan kenyamanan.
2. Klasifikasi Lingkungan Basecamp: Menyarankan agar lingkungan basecamp dikelola dan diklasifikasikan dengan lebih teratur.
3. Reward Bagi Pendaki Peduli Sampah:Mendukung ide memberikan reward berupa merchandise khusus bagi pendaki yang membawa sampah turun melebihi kapasitas yang ditentukan. Ini diharapkan menjadi insentif positif untuk menjaga kebersihan gunung.
4. Keseimbangan Ekosistem & Satwa: Menyampaikan bahwa jika ada kelompok pecinta satwa yang ingin melakukan pelepasliaran satwa untuk menjaga keseimbangan ekosistem, perlu berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak Perhutani (disebut “brutal” dalam konteks ini, kemungkinan istilah lokal untuk pihak berwenang/lembaga terkait di lokasi) untuk menentukan lokasi yang tepat.

Akbar, mewakili Tim Tiket Pendakian, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan dukungan Administratur Perhutani.

“Terima kasih untuk Bapak Adm sudah mensupport kita sesuai perjanjian kerjasama. Kita tetap berkomitmen untuk menjaga lingkungan dan membuat pendakian di Gunung Panderman dan Bokong ini lebih nyaman, ramah, serta memastikan orang-orang bisa menikmati alam tanpa mengotori lingkungan,” ujar Akbar menutup penjelasannya.

Kunjungan Kelik Jatmiko ini menegaskan komitmen Perhutani KPH Malang dalam mengawasi dan meningkatkan tata kelola pendakian di Gunung Panderman dan Bokong.

Fokus utama adalah pada kelestarian lingkungan, penerapan SOP yang ketat, dan inovasi seperti program reward sampah untuk menciptakan pengalaman pendakian yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pecinta satwa untuk pelestarian ekosistem, juga menjadi perhatian.

Bryan/Yn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!