Puskesmas Kota Batu dan Kelurahan Ngaglik Gelar Penyuluhan Bahaya Nyamuk DBD Dan Jenis lainnya

0-0x0-0-0#

BATU, PERSINDONESIA.CO.ID – Puskesmas Kota Batu bersama Kelurahan Ngaglik mengadakan penyuluhan kepada warga mengenai bahaya nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD), chikungunya, dan penyakit lainnya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pencegahan serta pengendalian nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang menjadi vektor penyakit tersebut.

Acara yang digelar di Balai Kelurahan Ngaglik tersebut dihadiri puluhan warga, perangkat kelurahan, serta tim kesehatan dari Puskesmas Batu. Petugas Puskesmas Rony menjelaskan ciri-ciri nyamuk pembawa virus DBD dan chikungunya, yakni tubuhnya berwarna hitam dengan belang putih, serta aktif menggigit pada pagi dan sore hari.

Tempat Perkembangbiakan dan Cara Mengatasinya
Penyuluh kesehatan Puskesmas menyampaikan bahwa nyamuk ini berkembang biak di genangan air bersih, seperti bak mandi, kaleng bekas, ban kendaraan, dan tempat penampungan air lainnya.

“Nyamuk Aedes senang bertelur di air yang tergenang. Karena itu, kami imbau warga rutin melakukan 3M Plus: menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk,” ujar Roni salah satu petugas.

Selain itu, warga juga diimbau menggunakan obat nyamuk, kelambu, atau tanaman pengusir nyamuk seperti lavender dan sereh. Jika ditemukan kasus DBD, Puskesmas akan melakukan fogging (pengasapan) untuk memutus rantai penularan. Namun, fogging hanya efektif membunuh nyamuk dewasa, bukan jentiknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!