Kisah Mistis Jaran Sembrani di Balik Puncak Srege, Mbah Rumaji Ceritakan Sejarah Wisata Ngantang dari Era 1960-an

Persindonesia.com, Ngantang, Malang – Di balik pesona Wisata Puncak Srege yang menawarkan pemandangan alam yang memukau, terdapat cerita sejarah dan mitos yang diwariskan oleh para leluhur Mbah Rumaji, seorang sesepuh Dusun Bandarejo, Desa Sumberagung, Kecamatan Ngantang, mengisahkan kisah yang menarik tentang asal-usul Puncak Srege.

Kisah-kisah ini menjadi bagian dari kekayaan budaya yang melatarbelakangi lahirnya wisata alam yang saat ini mulai dikenal oleh masyarakat luas.

Suasana kerja bakti masyarakat membangun wisata Puncak Srege
Mbah Rumaji: kedisiplinan, kejujuran, transparan kunci sukses Wisata Puncak Srege

Legenda Jaran Sembrani Era 1960-an

Mbah Rumaji menceritakan bahwa pada tahun 1960-an hingga 1970-an, masyarakat Dusun Bandarejo sering mendengar suara kuda yang datang pada malam-malam tertentu, terutama malam Kamis Kliwon dan malam Jumat Legi.

“Waktu tahun sekitar 1960-an, ada yang namanya Jaran Sembrani. Tiap malam Kamis Kliwon, malam Jumat Legi, itu turun ke kampung. Ada suaranya, tapi tidak dapat dilihat dari mata. Orang-orang takut, suara itu keliling kampung,” ungkap Mbah Rumaji.

Masyarakat setempat menamai fenomena ini Jaran Sembrani karena suara yang terdengar persis seperti suara kuda. Anak-anak muda pada masa itu sering mendengar suara tersebut namun tidak pernah melihat wujudnya. Fenomena ini berlangsung berulang kali dan menjadi cerita yang diwariskan turun-temurun.

Asal-usul Nama Puncak Srege dan Ajaran Ngirit-ngirit

Mbah Rumaji menjelaskan bahwa nama “Srege” berasal dari ajaran ngirit-ngirit (hemat) yang diajarkan oleh para leluhur. Istilah ini kemudian menjadi nama puncak yang dikenal hingga saat ini.

“Kalau sekarang mirip-mirip nyirik, istilah zaman sekarang joget menari. Tapi kata itu ada ajaran ngirit-ngirit terus puncak itu dinamakan puncak. Itu katanya mbah-mbah saya zaman dahulu,” jelasnya.

Mbah Rumaji juga menambahkan bahwa di puncak bukit tersebut dahulu terdapat bulu-bulu yang diduga bekas kuda. “Saya pada waktu sekitar tahun 1969 sampai 1973 mencari rumput di puncak, memang ada bulu, bekas-bekasnya memang ada zaman dulu,” tambahnya.

Pemandangan Puncak Srege dengan latar Waduk Selorejo
Dari ajaran ngirit-ngirit hingga Jaran Sembrani, ini sejarah Puncak Srege yang jarang diketahui

Kisah Makam Anjun dan Gunung Srigin

Selain Jaran Sembrani, Mbah Rumaji juga menceritakan legenda Makam Anjun yang menjadi asal-usul penamaan Gunung Srigin. Menurutnya, dahulu ada seseorang bernama Anjun yang naik kuda dan jatuh di lokasi tersebut.

“Kenapa dinamakan Anjun? Ada yang naik kuda jatuh ke situ, maka dinamakan Anjun. Kalau sekarang namanya mantri pasar, tapi kalau zaman kuno dinamakan Anjun. Yang meninggal di situ orangnya naik kuda terus,” ceritanya.

Lokasi tersebut sekarang dikenal dengan nama Gunung Srigin, namun puncak tempat wisata ini tetap disebut Puncak Srege sebagai warisan budaya.

Perjuangan dan Dukungan Masyarakat

Perjalanan wisata Puncak Srege tidak terlepas dari perjuangan masyarakat setempat. Mbah Rumaji menceritakan bahwa pembangunan awal dimulai sejak tahun 2017 dengan urunan dana Rp20.000 per orang untuk pembangunan jalan.

“Masyarakat waktu itu diajak urunan Rp20.000 bangun jalan awal. Sudah bekerja bakti semua. Saya orang 10 nonstop sejak tahun 2017 belum pernah berhenti,” ungkapnya.

Pada tahun 2018, sempat dilakukan uji coba paralayang yang berhasil menarik perhatian banyak orang. Penerbangan pertama berlangsung selama 28 menit.

Harapan untuk Wisata Puncak Srege

Mbah Rumaji menyampaikan bahwa seluruh elemen masyarakat mendukung pengembangan wisata Puncak Srege. Ia berpesan agar pengelolaan wisata ke depan dijaga dengan prinsip kedisiplinan, kejujuran, dan transparansi.

“Mudah-mudahan apa yang telah dicita-citakan masyarakat Mulyorejo utamanya dan tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, semua mendukung. Mudah-mudahan cepat. Sekarang hanya satu: kedisiplinan, kejujuran, transparan,” pesannya.

Persindonesia.com turut mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Dusun Bandarejo dan berharap Wisata Puncak Srege dapat segera di-launching dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Baca juga;

Tim Basarnas Malang Raya Evakuasi Pencari Ikan Hanyut di Sungai Brantas Blitar, Ditemukan 16 Km dari Titik Awal

Tonton juga:

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Channel  Persindonesia.co.id Melalui Channel Yuotube, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita update yang menarik. Mulai Saluran Tiktok, IG, Snackvideo, LinkedIn, Facebook, Tumblr, Pinterest, Twiter hingga Youtube dan sebagainya terupdate dari Persindonesia.co.id.Untuk dapat menontonnya silakan klik dibawah ini :

https://whatsapp.com/channel/0029Vave4nw6GcGLiRrnuB3H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!