KABUPATEN TANGERANG, Persindonesia.co.id – Suasana berbeda terasa di Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tangerang pada Jumat pagi (12/6/2026). Rombongan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sekretariat Bersama (Sekber) Wartawan Indonesia (SWI) Kabupaten Tangerang tampak hadir memenuhi undangan resmi dari pemerintah daerah.
Kehadiran mereka bukan tanpa agenda. Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Kantor Kesbangpol yang berlokasi di Komplek Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, Tangerang, Banten tersebut, SWI diminta untuk melakukan paparan informasi organisasi. Agenda ini merupakan bagian dari proses verifikasi faktual kepengurusan organisasi masyarakat (ormas) yang bertujuan untuk memastikan legalitas dan kesesuaian data dengan kondisi riil di lapangan.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Ketua DPD SWI Kabupaten Tangerang, Karjoni, S.E. , didampingi oleh Dewan Pembina SWI Kabupaten Tangerang, Imam Suwandi, S.Sos., M.I.Kom. , serta Kepala Divisi (Kadiv) Ngopi Bareng (Kerjasama), Armi Nofa. Kedatangan mereka disambut hangat oleh jajaran pejabat Kesbangpol.
“Kami hadir memenuhi undangan Kesbangpol dalam rangka verifikasi faktual pengurus organisasi pers SWI. Harapannya agar bisa bersinergi dengan program pemerintah,” ungkap Karjoni selaku Ketua DPD SWI Kabupaten Tangerang.
Sambutan Hangat dari Kesbangpol
Di sisi lain, Kabid Poldagri Ormas Sapta Laelani, S.H., M.M. didampingi Plt Kasubid ormas Hj. Neneng Julaeha, S.E., M.M. , Kasubid Penanganan Konflik Sulasno, S.Sos., M.I.P. beserta staf dan jajaran memberikan sambutan yang sangat positif.
Dalam arahannya, Sapta Laelani menegaskan tentang fungsi dan peranan organisasi masyarakat, termasuk organisasi pers seperti SWI. Menurutnya, ormas memiliki tanggung jawab moral untuk turut berperan serta dalam membantu pemerintah menjalankan program-program yang baik bagi masyarakat.
“Saya berharap agar organisasi masyarakat termasuk organisasi pers seperti SWI ini bisa berperan dan berkontribusi bagi masyarakat. Selain berfungsi sebagai media informasi dan pendidikan bagi masyarakat,” ujar Sapta Laelani dengan tegas.
Ia juga menjelaskan bahwa verifikasi faktual bukanlah bentuk kecurigaan atau upaya pembatasan, melainkan bagian dari prosedur standar untuk memastikan setiap organisasi yang beroperasi di wilayah Kabupaten Tangerang memiliki legalitas yang jelas dan pengurus yang aktif.
“Kami ingin memastikan bahwa organisasi yang terdaftar benar-benar eksis dan menjalankan kegiatan yang sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART). Ini penting untuk menjaga ketertiban dan kepastian hukum,” tambahnya.
Sinergi Bukan Sekadar Kritis
Tanggapan positif datang dari Ketua DPD SWI Kabupaten Tangerang, Karjoni. Menurutnya, kehadiran SWI di wilayah Kabupaten Tangerang bukan hanya untuk melakukan fungsi kontrol sosial, tetapi juga untuk membangun hubungan yang produktif dengan pemerintah.
“Sinergi antara pemerintah dengan ormas, organisasi pers, dan media bisa dikembangkan dengan ranah yang lebih membangun bukan sekadar kritis. Kami ingin menjadi mitra yang konstruktif,” jelas Karjoni.
Ia menambahkan bahwa SWI memiliki visi untuk menjembatani aspirasi masyarakat sekaligus mendukung program-program pemerintah yang pro-rakyat. “Tentu saja, tetap dengan semangat jurnalistik yang independen dan berimbang,” tegasnya.
Sementara itu, Dewan Pembina DPD SWI Kabupaten Tangerang, Imam Suwandi, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas sambutan yang diberikan oleh Kesbangpol.
“Saya menyampaikan salam dari Ketum SWI yang baru yakni H. Iskandar, S.Sos., serta berharap kehadiran SWI di Kabupaten Tangerang bisa bermanfaat dan berkah bagi masyarakat,” pungkas Imam Suwandi.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang intensif antara SWI dan Kesbangpol ke depan. “Kami tidak ingin hubungan ini hanya berhenti di pertemuan seremonial. Kami berharap ada tindak lanjut yang konkret,” ujarnya.
Peran Strategis SWI di Kabupaten Tangerang
SWI (Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia) adalah organisasi profesi kewartawanan yang telah memiliki legalitas resmi. Kehadirannya di Kabupaten Tangerang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas jurnalistik di tingkat lokal.
Beberapa program yang direncanakan SWI ke depan antara lain:
· Pelatihan jurnalistik bagi wartawan pemula di Kabupaten Tangerang
· Sosialisasi Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik
· Kampanye anti-hoaks bekerjasama dengan Diskominfo Kabupaten Tangerang
· Dialog publik antara pemerintah, masyarakat, dan media
“Kami ingin wartawan di Kabupaten Tangerang tidak hanya pintar menulis, tetapi juga memahami etika dan tanggung jawab sosialnya,” ujar Karjoni.
Kesbangpol: Ormas Harus Jadi Mitra Pemerintah
Sapta Laelani kembali menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat terbuka terhadap kehadiran ormas dan organisasi pers. Menurutnya, ormas yang sehat adalah ormas yang mampu menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan.
“Kami tidak ingin ormas hanya menjadi penonton atau bahkan pengganggu. Ormas harus turun tangan membantu masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa Kesbangpol secara rutin melakukan verifikasi terhadap puluhan ormas setiap tahunnya. SWI adalah salah satu yang terbaru dan dianggap memiliki potensi besar.
“Kami lihat SWI memiliki struktur yang rapi dan program yang jelas. Ini yang kami cari dari sebuah organisasi masyarakat,” puji Sapta.
Tindak Lanjut: MoU dan Program Bersama
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk segera menindaklanjuti hasil verifikasi dengan menyusun rencana aksi bersama. Beberapa poin yang disepakati antara lain:
Poin Rencana Aksi Target Waktu
1 Penandatanganan MoU antara SWI dan Kesbangpol Agustus 2026
2 Pelatihan jurnalistik untuk wartawan lokal September 2026
3 Kampanye anti-hoaks di media sosial Oktober 2026
4 Dialog publik tentang transparansi informasi November 2026
“Kami akan segera koordinasikan lebih lanjut dengan jajaran terkait agar program ini bisa berjalan dengan baik,” ujar Karjoni.
Imam Suwadi menambahkan bahwa SWI juga akan membuka diri terhadap masukan dari berbagai pihak. “Kami ingin program yang kami jalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar keinginan kami sendiri,” tutupnya.
Harapan untuk Masa Depan
Pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam ini ditutup dengan doa bersama dan sesi foto. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai pertemuan tersebut.
“Semoga SWI ke depan semakin jaya dan semakin bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Tangerang,” doa Sapta Laelani.
Karjoni pun mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan. “Kami siap bekerja sama dan bersinergi dengan pemerintah. Mari kita bangun Kabupaten Tangerang yang lebih baik,” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses administrasi verifikasi faktual masih berjalan. Namun, dengan sambutan positif dari kedua belah pihak, tidak ada hambatan berarti yang diperkirakan akan muncul.
Nof/Red









