Bupati Sidoarjo Subandi kunjungi rumah korban kebakaran di Tulangan.

Bupati Sidoarjo Subandi berdiri di depan rumah korban kebakaran di Desa Grinting, Tulangan Bupati Sidoarjo Subandi kunjungi rumah korban kebakaran di Tulangan, beri dukungan moril.

SIDOARJO, Persindonesia.com — Musibah kebakaran melanda rumah milik Suliyadi, warga Desa Grinting, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, pada Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Kobaran api yang diduga berasal dari korsleting listrik itu menghanguskan sebagian besar bangunan rumah, menyebabkan kerusakan yang cukup parah.

Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, keluarga Suliyadi kehilangan sebagian besar harta benda mereka, termasuk dokumen-dokumen penting seperti ijazah dan surat-surat berharga lainnya.

Mendengar musibah tersebut, Bupati Sidoarjo, Subandi, bergerak cepat. Dengan didampingi jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pendidikan, Baznas Sidoarjo, serta Forkopimka Tulangan, ia mendatangi langsung lokasi kejadian untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga korban.

Bupati Subandi: Jangan Merasa Sendirian

Dalam kunjungannya, Subandi menyampaikan rasa prihatin dan simpati yang mendalam atas musibah yang menimpa keluarga Suliyadi. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah hadir untuk memastikan warga terdampak tidak merasa sendirian dalam menghadapi cobaan ini.

“Kami hadir bersama seluruh pihak untuk memberikan support kepada keluarga korban. Termasuk nanti dokumen, seperti ijazah yang terbakar, akan dibantu proses penerbitannya kembali melalui koordinasi dengan beberapa pihak terkait,” ujar Subandi.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan bantuan. Menurutnya, solidaritas dan kepedulian dari masyarakat sekitar sangat membantu meringankan beban keluarga korban.

Perbaikan Rumah Segera Dilakukan

Subandi menegaskan bahwa perbaikan rumah terdampak kebakaran akan segera dilakukan. Pemerintah kabupaten tidak hanya akan membantu membangun ulang, tetapi juga memastikan kualitas bangunan yang lebih baik dan lebih aman dari potensi kebakaran di masa depan.

“Nanti rumah ini akan kita bangun kembali dan kita mitigasi agar lebih baik, kalau bisa menggunakan baja ringan dan instalasinya juga dibenahi agar lebih aman lagi,” tegas Subandi.

Ia menjelaskan bahwa perbaikan rumah direncanakan akan mulai dilakukan setelah akhir pekan. Biaya perbaikan akan disesuaikan dengan ketentuan Peraturan Gubernur (Pergub) serta didukung oleh anggaran Pemkab Sidoarjo.

“Mudah-mudahan musibah ini ada hikmahnya dan menjadi berkah ke depannya,” tambahnya.

Bantuan Dokumen Penting

Salah satu bantuan yang sangat berarti bagi keluarga Suliyadi adalah pengurusan dokumen penting yang ikut terbakar. Ijazah, kartu keluarga, dan dokumen lainnya akan diurus ulang secara gratis oleh pemerintah daerah melalui koordinasi dengan dinas terkait.

Dinas Pendidikan Sidoarjo yang turut hadir dalam kunjungan tersebut akan memfasilitasi penerbitan ijazah pengganti. Sementara itu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil akan membantu pengurusan dokumen kependudukan.

“Kami akan koordinasikan dengan pihak sekolah dan dinas pendidikan. Ijazah yang terbakar bisa diterbitkan ulang. Ini penting karena ijazah adalah syarat untuk melamar pekerjaan atau melanjutkan pendidikan,” jelas salah satu perwakilan Dinas Pendidikan yang mendampingi bupati.

Suliyadi: Bersyukur dan Berterima Kasih

Di tengah duka dan kerugian yang dialami, Suliyadi selaku pemilik rumah mengaku bersyukur masih diberi keselamatan. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Pemkab Sidoarjo.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Subandi karena peduli dan membantu renovasi rumah kami pasca kebakaran. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami,” ujar Suliyadi dengan mata berkaca-kaca.

Ia menceritakan bahwa saat kejadian, ia dan keluarganya sedang berada di dalam rumah. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan bagian belakang rumah. Beruntung, mereka bisa menyelamatkan diri sebelum api semakin membesar.

“Saya tidak sempat menyelamatkan banyak barang. Semua habis terbakar. Tapi yang terpenting, kami sekeluarga selamat,” ungkapnya.

Mitigasi Kebakaran: Pelajaran Berharga

Insiden kebakaran ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya mitigasi risiko kebakaran di rumah. Korsleting listrik menjadi salah satu penyebab utama kebakaran rumah tangga di Indonesia.

Beberapa langkah mitigasi yang bisa dilakukan antara lain:

1. Memeriksa instalasi listrik secara berkala oleh teknisi yang kompeten.
2. Tidak menggunakan stop kontak melebihi kapasitas daya.
3. Mencabut perangkat elektronik saat tidak digunakan, terutama saat malam hari.
4. Memasang alat pemadam api ringan (APAR) di rumah.
5. Memastikan kabel-kabel listrik tidak dalam kondisi terkelupas atau rusak.

Bupati Subandi berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi warga lainnya untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Sidoarjo untuk lebih berhati-hati dengan instalasi listrik di rumah masing-masing. Jangan tunggu musibah terjadi baru kita sadar,” pesannya.

Peran BPBD dan Baznas

BPBD Sidoarjo yang turut mendampingi bupati dalam kunjungan ini juga akan melakukan asesmen lebih lanjut terhadap kerusakan rumah. Berdasarkan asesmen tersebut, akan ditentukan besaran bantuan yang diperlukan untuk perbaikan rumah.

Sementara itu, Baznas Sidoarjo memberikan bantuan berupa sembako dan perlengkapan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga korban selama masa pemulihan.

“Baznas hadir untuk membantu meringankan beban keluarga korban. Kami memberikan bantuan sandang, pangan, dan kebutuhan lainnya,” ujar perwakilan Baznas Sidoarjo.

Komitmen Pemkab Sidoarjo

Kunjungan Bupati Subandi ke lokasi kebakaran menunjukkan komitmen Pemkab Sidoarjo dalam memberikan perlindungan dan bantuan sosial bagi warga yang tertimpa musibah. Bantuan yang diberikan bukan sekadar seremonial, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan mendasar korban.

Dengan adanya bantuan perbaikan rumah, pengurusan dokumen, dan bantuan kebutuhan pokok, diharapkan keluarga Suliyadi dapat segera bangkit dan menjalani kehidupan normal kembali.

Proses pemulihan akan terus dipantau oleh pemerintah daerah hingga korban benar-benar bisa mandiri. Jika diperlukan bantuan tambahan, Pemkab Sidoarjo siap memberikan dukungan lebih lanjut.

Penutup: Semangat Kebangkitan

Kebakaran memang merenggut harta benda, tetapi tidak bisa merenggut semangat untuk bangkit. Dengan dukungan dari pemerintah daerah dan kepedulian masyarakat sekitar, keluarga Suliyadi optimistis bisa melewati masa sulit ini.

“Kami mohon doanya semoga kami diberi kekuatan dan ketabahan. Dan semoga rumah kami bisa segera dibangun kembali,” ujar Suliyadi.

Bupati Subandi pun optimistis bahwa setelah musibah ini, kehidupan keluarga Suliyadi akan lebih baik lagi. Rumah yang akan dibangun ulang dengan standar keamanan yang lebih tinggi diharapkan menjadi tempat tinggal yang lebih nyaman dan aman.

“Kita bangun kembali dengan kualitas yang lebih baik. Ini bukan hanya mengganti yang hilang, tetapi meningkatkan standar keamanan agar kejadian serupa tidak terulang,” tutup Subandi.

( Endry / Hr )

Baca juga ;

Tim Basarnas Malang Raya Evakuasi Pencari Ikan Hanyut di Sungai Brantas Blitar, Ditemukan 16 Km dari Titik Awal

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!