Kota Batu, Persindonesia.co.id – Manajemen Wisata Mikutopia Kota Batu menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya seorang pengunjung wanita usai pingsan di area loket tiket pada Senin (23/3/2026) lalu. Pihak manajemen memastikan seluruh prosedur penanganan medis telah dijalankan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Kronologi kejadian bermula ketika korban tiba-tiba pingsan saat berada di antrean loket tiket. Tim lapangan Mikutopia Batu yang bertugas segera merespon kejadian tersebut dengan melakukan tindakan darurat. Korban langsung dievakuasi ke klinik internal Mikutopia untuk mendapatkan pertolongan pertama dari tim medis yang siaga.
“Kami mengerahkan tim medis internal segera setelah menerima laporan. Seluruh tindakan awal dilakukan sesuai protap kedaruratan yang sudah kami tetapkan,” ujar Manajer Operasional Mikutopia, Panji Akbar Ramdhani, dalam keterangan resminya kepada pers, Kamis (2/4/2026).
Melihat kondisi korban yang terus memburuk dan tergolong kritis, manajemen mengambil keputusan cepat untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat. Armada ambulans Mikutopia yang selalu standby selama jam operasional langsung dikerahkan. Manajemen juga telah menjalin kerja sama resmi dengan rumah sakit mitra untuk penanganan kegawatdaruratan medis.
Berdasarkan koordinasi yang dilakukan manajemen dengan pihak keluarga, diperoleh informasi bahwa almarhumah memiliki riwayat penyakit jantung koroner. Pihak keluarga telah memberikan pernyataan resmi bahwa mereka menerima peristiwa ini sebagai musibah dan tidak akan melakukan tuntutan hukum kepada pihak mana pun.
“Kami telah berkomunikasi secara kekeluargaan dengan pihak korban. Pihak keluarga menyampaikan bahwa almarhumah memang memiliki riwayat sakit jantung. Sebagai bentuk empati dan tanggung jawab moral, manajemen Mikutopia telah memberikan bantuan penuh untuk proses pemakaman,” tambah Panji.
Menanggapi berbagai spekulasi dan anggapan yang beredar di masyarakat, manajemen menepis keras adanya unsur kelalaian atau ketidaksiapan fasilitas. Panji menegaskan bahwa seluruh wahana dan fasilitas pendukung operasional Mikutopia telah melalui tahap verifikasi keamanan secara berkala.
Pengadaan fasilitas medis dan sistem pengendalian kerumunan (crowd control) menjadi prioritas utama manajemen dalam mengelola destinasi wisata ini. Mikutopia secara rutin melakukan simulasi tanggap darurat untuk memastikan kesiapan seluruh personel.
“Keselamatan pengunjung adalah prioritas tertinggi kami. Insiden ini menjadi catatan berharga bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Namun kami pastikan bahwa seluruh prosedur kedaruratan telah dijalankan secara maksimal pada saat kejadian,” tutup Panji.
Melalui rilis resmi ini, Manajemen Mikutopia Kota Batu berharap masyarakat memperoleh informasi yang berimbang dan akurat. Pihak manajemen mengajak semua pihak untuk sama-sama mendoakan almarhumah yang sedang berduka. (Byn)
