Malang, persindonesia.co.id – Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah se-Malang Raya menunjukkan komitmen kuat dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui rangkaian kegiatan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digelar pada Minggu (29/3). Kegiatan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Apel Siaga Gerakan Indonesia ASRI di Jalan Semeru, Kota Malang. Apel dipimpin langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dengan Komandan Apel Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang selaku Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang.
Turut hadir dalam apel tersebut Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Bupati Malang H. Sanusi, Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup, Deputi PSLB3, unsur Forkopimda Kota Malang, kepala OPD, serta pasukan gabungan dari DLH, Satpol PP, Dishub, BPBD, DPUPRPKP, kader lingkungan, komunitas mahasiswa, dan masyarakat pengunjung Car Free Day.
Dalam sambutannya, Menteri Hanif menekankan bahwa apel ini menjadi momentum penguatan sinergi lintas sektor. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Pengelolaan lingkungan hidup harus dilakukan bersama-sama, dari pemerintah pusat hingga masyarakat,” ujarnya.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan aksi kerja bakti (korve) di kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor, tepatnya di Jalan Semeru dan Jalan Besar Ijen. Aksi ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ruang publik.

Komandan Apel, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menjelaskan bahwa pada kesempatan yang sama juga dilakukan sosialisasi efisiensi penggunaan bahan bakar melalui kegiatan bersepeda di Kota Malang.
“Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ruang publik. Kami juga mendorong transportasi ramah lingkungan. Bersepeda diharapkan menjadi alternatif mobilitas yang tidak hanya mengurangi emisi, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Malang Raya,” ujar Raymond kepada awak media.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan agenda strategis berupa penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Malang Raya terkait Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Penandatanganan ini dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Wali Kota Malang, Bupati Malang, Wali Kota Batu, serta didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Deputi PSLB3.

Raymond menambahkan, kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi antar daerah di wilayah Malang Raya dalam mengatasi permasalahan persampahan secara terpadu dan berkelanjutan.
“Pengembangan PSEL diharapkan mampu mendukung pengurangan timbulan sampah sekaligus menjadi solusi inovatif dalam penyediaan energi alternatif,” terangnya.
Lebih lanjut, Raymond menegaskan bahwa melalui kegiatan ini, pemerintah ingin menekankan pentingnya kolaborasi, konsistensi, dan aksi nyata dalam pengelolaan lingkungan hidup.
“Di dalam kegiatan ini, pemerintah menegaskan pentingnya kolaborasi, konsistensi, dan aksi nyata dalam pengelolaan lingkungan hidup. Gerakan Indonesia ASRI diharapkan menjadi penggerak perubahan perilaku masyarakat menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan lestari,” tutup Raymond.
Gerakan Indonesia ASRI diproyeksikan terus berlanjut di berbagai daerah sebagai implementasi nyata kebijakan lingkungan nasional yang berkelanjutan.
(Byn)
