Bencana Beruntun Landa Pemalang: Usai Banjir Bandang, Longsor Timpa Watukumpul, Dua Petani Tertimbun

Proses evakuasi manual korban longsor di area persawahan Dusun Siranti, Desa Bongas, Pemalang, dengan latar belakang perbukitan yang labil Bencana beruntun melanda Pemalang. Setelah banjir bandang pada Sabtu (24/1), tanah longsor menerjang Desa Bongas, Watukumpul, pada Minggu pagi (25/1). Dua warga tertimbun material saat beraktivitas di sawah. Simak kronologi, kendala evakuasi, dan penjelasan otoritas setempat dalam laporan lengkap ini.

PEMALANG, PERSINDONESIA.CO.ID – Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, belum usai bergulat dengan dampak banjir bandang, kini kembali ditimpa musibah. Tanah longsor menerjang Dusun Siranti, Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, pada Minggu pagi (25/1/2026). Bencana ini mengakibatkan dua warga dilaporkan tertimbun material longsoran, memperpanjang duka daerah yang baru saja merayakan hari jadinya yang ke-451.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 06.30 WIB. Material tanah dan batuan dari perbukitan di atas area persawahan tiba-tiba ambles, menimpa lahan tempat dua petani sedang beraktivitas. Longsor diduga dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Watukumpul secara terus-menerus selama sepekan terakhir, membuat kondisi tanah menjadi labil.

Kronologi dan Korban: Dua Petani Tertimbun Saat Beraktivitas

Kedua korban yang tertimbun diidentifikasi sebagai Hamim (50) dan Aksinudin (40), keduanya merupakan warga Dusun Siranti RT 07 RW 03. Menurut keterangan saksi mata, Mutmainah (50), korban telah berangkat ke ladang di area perhutanan sejak pukul 06.00 WIB.

“Korban sejak pukul 06.00 WIB sudah berangkat ke lahan garapan di area perhutani. Tidak lama kemudian, bukit di atas ladang tiba-tiba longsor,” ungkap Mutmainah di lokasi kejadian.

Evakuasi Terkendala, Ancaman Longsor Susulan Diwaspadai

Proses pencarian dan evakuasi korban menghadapi kendala besar akibat kondisi medan yang berat. Akses jalan menuju lokasi kejadian hanya berupa jalan setapak, menyulitkan bahkan meniadakan kemungkinan penggunaan alat berat. Tim gabungan dari warga, pemerintah desa, dan BPBD terpaksa melakukan upaya evakuasi secara manual.

Kepala Desa Bongas, Arum Subiyakta, mengonfirmasi bahwa lokasi kejadian masih berpotensi tinggi terjadi longsor susulan. Ia pun mengimbau warga untuk menjauhi area tersebut guna menghindari risiko tambahan.

“Masih berpotensi longsor susulan, jadi kami imbau agar warga tidak berada di sekitar lokasi,” tegas Kades Arum.

Otoritas Konfirmasi Penyebab dan Lanjutkan Pencarian

Camat Watukumpul, Arief Rachman Hakim, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa penyebab utama bencana adalah faktor alam. “Faktor cuaca ya, karena intensitas hujan cukup tinggi. Kemudian kondisi tanah juga labil,” jelas Arief.

Ia juga membenarkan bahwa dua warga dilaporkan hilang dan proses pencarian masih terus dilakukan dengan segala keterbatasan yang ada.

Dampak Ganda: Korban Jiwa dan Kerusakan Ekologis-Ekonomi

Selain menimbulkan korban jiwa, bencana tanah longsor ini juga mengakibatkan kerusakan pada lahan perhutanan dan lahan pertanian milik warga. Hal ini menambah beban masyarakat setempat yang masih berusaha pulih dari dampak banjir bandang sehari sebelumnya, tidak hanya secara psikologis tetapi juga secara ekonomi.

Tim gabungan relawan dan warga berusaha mengevakuasi material longsoran di lahan pertanian Desa Bongas
Longsor susul banjir bandang di Pemalang! Dua warga tertimbun di Desa Bongas, Watukumpul. Proses evakuasi manual dilakukan karena akses jalan sulit. Pihak desa imbau waspadai longsor susulan.

Peristiwa beruntun ini menyoroti kerentanan wilayah perbukitan Pemalang terhadap cuaca ekstrem dan pentingnya sistem peringatan dini serta mitigasi bencana yang lebih kuat. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi dari pihak berwenang dan meningkatkan kewaspadaan.

Red/Bryn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!