Malam Pengantin yang Terang, Esok Hari yang Masih Gelap: Kisah Pernikahan dan Tantangan Hidup di Ujung Negeri

Pulau Sepanjang, Sapeken, upacara pernikahan adat Di Pulau Sepanjang, Sapeken, upacara pernikahan adat "Manganro" masih mewah di atas laut. Tapi, di daratan, harapan akan dermaga yang layak dan layanan kesehatan yang aman masih mengambang.

Pulau Sepanjang, SUMENTEP, MADURA, Persindonesia.co.id – Dalam sebuah rumah sederhana di Pulau Sepanjang, Kecamatan Sapeken, tawa dan sholawat menggema. Malam ini adalah malam “Midodareni” untuk pasangan calon pengantin.(17/12/2025)

Sebuah sampan tradisional dihiasi janur kuning dan daun kelapa bersandar di pantai pasir putih Pulau Sepanjang, dengan laut biru sebagai latar.
Sebuah sampan tradisional dihiasi janur kuning dan daun kelapa bersandar di pantai pasir putih Pulau Sepanjang, dengan laut biru sebagai latar.

Cahaya dari listrik yang baru menyala setahun lalu menerangi wajah-wajah penuh harapan. Namun, di balik sukacita adat yang terjaga, para tetua dan orang tua menyimpan kegelisahan yang sama: masa depan anak-cucu mereka di pulau terluar ini masih diselimuti ketidakpastian.

Panorama sunset di Pulau Sepanjang
Panorama sunset di Pulau Sepanjang, menampilkan siluet perahu dan pemukiman, menggambarkan ketenangan sekaligus keterpencilan.

Investasi Made, seorang jurnalis yang pulang kampung ke keluarganya di pulau ini, mengungkap sebuah paradoks. Di satu sisi, tradisi dan kohesi sosial masyarakat Pulau Sepanjang, terutama Suku Bajo yang dominan, sangat kuat dan terjaga. Ritual pernikahan adat yang disebut “Manganro” atau “Akad Nikah di Laut” bagi sebagian nelayan masih dilakukan, simbol penyatuan dengan alam yang menghidupi.

Jurnalis Made
Jurnalis Made sedang memegang ikan hasil pelaut, dirumah seorang ibu muda di beranda rumah sederhana, dengan ekspresi.

“Kami ingin warisan ini terus hidup. Tapi kami juga ingin anak-anak kami yang menikah nanti punya masa depan yang lebih terjamin di sini, bukan harus pergi,” ujar Andi Mappa (58), tokoh masyarakat.

Namun, jaminan itu masih jauh dari kenyataan. Made mendapati, meski listrik telah hadir, akses transportasi laut yang tidak menentu tetap menjadi “penjara alami”.

Akses jalan lingkungan yang masih sederhana di permukiman warga Pulau Sepanjang, Sapeken
Foto jalan dimana Anak-anak sekolah berjalan menyusuri jalan becek, di antara pemukiman warga

Ia sendiri harus menunggu tiga hari di pelabuhan Sapeken untuk bisa menyeberang. “Jika ada keadaan darurat medis saat cuaca buruk, atau persalinan bermasalah, itu adalah mimpi buruk kolektif warga sini,” tutur Made.

Harapan warga yang dihimpun Made tidak muluk-muluk. Mereka mendambakan “Paket Pernikahan” dari negara: kehadiran infrastruktur yang memadai sebagai fondasi membangun rumah tangga.

Moh Rolly (32), tokoh pemuda, menyampaikan: “Kami butuh dermaga yang layak agar kapal penumpang dan pengantin barang bisa sandar dengan aman kapan pun. Kami butuh puskesmas dengan tenaga bidan dan perawat tetap, agar ibu hamil tidak resah. Kami butuh sinyal internet yang stabil, agar anak-anak kami yang sudah nikah dan kerja di luar bisa tetap terhubung.”

Investasi Made, seorang jurnalis
Investasi Made, seorang jurnalis yang pulang kampung ke keluarganya di pulau ini, mengungkap sebuah paradoks. Di satu sisi, tradisi dan kohesi sosial masyarakat Pulau Sepanjang, terutama Suku Bajo yang dominan, sangat kuat dan terjaga.

Pulau Sepanjang, dengan gelaran adat yang megah di laut, justru mempertanyakan kehadiran negara di darat. Upacara pernikahan adat adalah janji suci dua insan; harapan warga adalah janji keadilan yang masih ditunggu dari pemerintah.

Made/Bryn

Baca juga;

Tinjau Posko Pengungsian di Takengon, Prabowo Pastikan Warga Tidak Sendiri

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Channel  Persindonesia.co.id Melalui Channel Yuotube, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita update yang menarik. Mulai Saluran Tiktok, IG, Snackvideo, LinkedIn, Facebook, Tumblr, Pinterest, Twiter hingga Youtube dan sebagainya terupdate dari Persindonesia.co.id.Untuk dapat menontonnya silakan klik dibawah ini :

https://whatsapp.com/channel/0029Vb6UipFA89McagAUto1F

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version