Klinik Utama Mata ISHK Medica Siap Beroperasi di Kota Batu, Fokus pada Pencegahan Gangguan Mata

Fokus Edukasi & Pencegahan Gangguan Mata pada Anak

Kota Batu, Persindonesia.co.id – Klinik utama mata ISHK Medica bersiap membuka layanan kesehatan mata di Kota Batu dengan pendekatan unik: pencegahan gangguan penglihatan sejak dini. Klinik ini diharapkan menjadi solusi atas tingginya kasus kelainan refraksi (seperti miopia dan astigmatisme) di kalangan pelajar, berdasarkan penelitian terbaru. (19/06/2025)

Titis Sfabrila Karira Selaku Markom saat ditemui awak media siaptv menjelaskan berbagai program Klinik Utama Mata ISHK Medica,

Menurut Titis Sfabrila Karira, Marketing Communication Klinik Utama Mata ISHK Medica, klinik ini tak hanya menangani pasien, tetapi juga aktif melakukan program sosial seperti edukasi di sekolah.

“Kami akan mendatangi sekolah-sekolah, karena banyak anak dengan gangguan mata tidak terdeteksi sejak awal,” ujarnya saat ditemui awak media di lokasi klinik.

Program edukasi rencananya dimulai akhir tahun 2025, bertepatan dengan pembukaan klinik. “Kami ingin masyarakat paham pentingnya pencegahan, bukan hanya pengobatan,” tambah Titis.

Metodenya beragam, mulai dari kunjungan ke sekolah hingga komunitas masyarakat.

Fasilitas Canggih, Klinik yang kini telah rampung 95% ini mengklaim akan menyediakan peralatan berteknologi tinggi.

“kami akan memberikan penanganan yang terbaik dengan alat yang terbaik pula untuk masyarakat ungkap Titis tanpa merinci lebih jauh.

Meski belum beroperasi penuh, Klinik Utama Mata ISHK Medica sudah mempersiapkan layanan rawat jalan dengan prosedur cepat, seperti operasi katarak yang hanya memakan waktu 20-30 menit. “Kami prioritaskan kenyamanan dan kecepatan layanan,dan berusaha terbaik dalam pelayanan” jelasnya.

Darurat Gangguan Mata pada Anak di Kota Batu, berdasarkan data dari penelitian Universitas Ma Chung (2023) mengungkap fakta mengkhawatirkan: 73,93% anak SD dan SMP di Kota Batu menderita miopia, disusul astigmatisme (22,42%) dan hipermetropia (0,2%). Studi ini melibatkan 495 anak dari 659 peserta screening.

“Ini dampak gaya hidup digital. Anak-anak terlalu lama terpapar gawai, kurang aktivitas luar ruang,” papar Titis, merujuk pada jurnal tersebut. Gangguan ini sering tidak terdeteksi, tetapi berdampak serius pada prestasi belajar.

Hubungan antara klinik utama mata ISHK medica dengan Pemerintah saat ini cukup baik,” tandas Titis.

Dengan pembukaan klinik ini, Klinik Utama Mata ISHK Medica berkomitmen memberikan layanan kesehatan mata yang terbaik untuk masyarakat khususnya Kota Batu. “Kami ingin anak-anak Batu bisa melihat masa depan dengan jelas,” tutup Titis.

– Prevalensi miopia pada anak Batu : 73,93% (tertinggi se-Jawa Timur?).
– Fasilitas : operasi katarak 30 menit.
Narahubung: Humas ISHK Medika – Titis Sfabrila Karira.

Artikel ini didukung oleh data jurnal “Prevalensi Kelainan Refraksi pada Anak SD dan SMP di Kota Batu” Universitas Ma Chung, 2023).

Bryan/Yn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version