Vatikan, PersIndonesia.co.id – Dunia Katolik dan masyarakat internasional tengah berduka. Paus Fransiskus (87), pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia, telah menghembuskan napas terakhir di kediamannya,Casa Santa Marta, Vatikan, setelah lama berjuang melawan komplikasi kesehatan. Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh Takhta Suci melalui pernyataan resmi yang dibacakan oleh Kardinal Pietro Parolin, Sekretaris Negara Vatikan.
Penyebab Kematian: Usia Lanjut dan Komplikasi Medis
Paus Fransiskus dikenal memiliki riwayat kesehatan yang rentan dalam beberapa tahun terakhir. Ia pernah menjalani operasi usus besar pada 2021 dan sering mengalami infeksi pernapasan. Dalam beberapa bulan terakhir, kondisinya semakin melemah, hingga akhirnya dinyatakan meninggal karena gagal multiorgan akibat usia lanjut. Dokter pribadinya menyatakan, “Beliau pergi dengan tenang, dikelilingi doa dan para sahabat terdekat.”
Jejak Kepemimpinan: Dari Argentina ke Dunia
Terpilih sebagai Paus pertama dari Benua Amerika pada 2013, Jorge Mario Bergoglio (nama lahir Paus Fransiskus) membawa angin perubahan dalam Gereja Katolik. Berikut warisan besarnya:
1. Suara Kaum Marjinal
– Konsisten menyerukan keadilan bagi migran, pengungsi, dan masyarakat miskin.
– Pernah mencuci kaki narapidana dan pengungsi dalam ritual Kamis Putih.
2. Pendekatan Inklusif
– Membuka dialog dengan pemimpin agama lain, termasuk Grand Mufti Mesir dan Dalai Lama.
– Mendukung rekonsiliasi dengan Gereja Ortodoks.
3. Reformasi Gereja
– Memerangi skandal pelecehan seksual dengan mengeluarkan aturan ketat bagi rohaniwan.
– Mendorong transparansi keuangan Vatikan.
4. Perjuangan Lingkungan
– Ensiklik Laudato Si (2015) menjadi dasar teologi lingkungan Gereja Katolik.
– Kritik keras terhadap kapitalisme yang merusak alam.
Proses Suksesi: Siapa Penggantinya?
Takhta Suci segera menggelar Conclave dalam 15-20 hari mendatang. Beberapa nama calon kuat disebutkan:
– Kardinal Pietro Parolin (Italia): Diplomat ulung, favorit kalangan moderat.
– Kardinal Luis Antonio Tagle (Filipina): Tokoh Asia yang populer di kalangan muda.
– Kardinal Christoph Schönborn (Austria): Ahli teologi progresif.
Jika terpilih dari luar Eropa, ini akan menjadi terobosan sejarah baru.
Partisipasi Indonesia: Presiden Kirim Surat Duka & Delegasi Resmi
Pemerintah Indonesia menyampaikan belasungkawa mendalam.Mantan Presiden Joko Widodo dalam akun Twitter-nya menulis:
*”Paus Fransiskus adalah sahabat bangsa-bangsa tertindas. Indonesia turut berduka atas kepergiannya.”*
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengonfirmasi:
– Umat Katolik Indonesia menggelar misa requiem serentak di katedral-katedral besar.
Pemakaman Negara: Diperkirakan Ribuan Orang Hadir
Pemakaman akan digelar di Lapangan Santo Petrus dalam 4-5 hari ke depan, dipimpin oleh Kardinal Dekan. Sejumlah pemimpin dunia telah mengonfirmasi kehadiran, termasuk Presiden AS Joe Biden dan Presiden Brasil Lula da Silva.
Warisan Abadi: “Paus Rakyat” yang Tak Akan Terlupakan
Dari Argentina ke takhta Petrus, Paus Fransiskus meninggalkan jejak yang sulit tergantikan:
– Quote Terkenal: “Siapa pun bisa menjadi Paus—termasuk saya yang datang dari ujung dunia.”
– Fakta Singkat Paus pertama yang menggunakan nama Fransiskus, terinspirasi dari Santo Fransiskus Asisi, simbol kesederhanaan.
LiputanPersIndonesia.co.id akan terus update perkembangan terbaru dari Vatikan.
(© LiputanPersIndonesia.co.id – Laporan Eksklusif. Dilarang copy tanpa izin.
